tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] #MenulisAdalahMelawan #MenulisAdalahPembebasan - Yose Rizal Triarto - Yogyakarta, 20 November 2017.

Friday, November 13, 2020

Kumpulan Catatan Peserta Daring Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III


Catatan dari Ajang Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III, 2020

Oleh: Sunaryo Broto (Karyawan Pupuk Kaltim Bontang, nomine Tokoh Kebahasaan 2019 kategori Penggiat Literasi Kaltim-Kaltara oleh Kantor bahasa Kaltim, nomine Sastrawan Berdedikasi 2020, peserta Munsi III)

Munsi (Musyawarah Nasional Sastrawan) III yang diselenggarakan oleh BPPB (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tanggal 2-5 November 2020 di Hotel Novotel, Jakarta, dibuka oleh Kepala BPPB, Aminuddin Azis pada tanggal 2 November 2020 jam 19.30 WIB. Thema musyawarah adalah “Memajankan Sastra Indonesia ke Forum Dunia”. Total peserta yang hadir 200 orang terdiri atas 158 peserta melalui seleksai dan 40 peserta undangan. Hadir dengan tatap muka 137 dan daring 61 orang. Ada 3 peserta berasal dari Kaltim, yaitu Indah Prihatiningsing (Balikpapan), Kartini (Bontang), dan Sunaryo Broto (Bontang).

Ajang Curhat Sastrawan

Pada pembukaan tersebut, banyak sastrawan memanfaatkan untuk curhat setelah Aminuddin  Aziz membuka ruang untuk berdialog dengan peserta tentang permasalahan sastra terkini. Banyak pertanyaan dan perasaan keluar dari para peserta baik dari tatap muka dan daring, di antaranya adalah tentang pengembangan sastra daerah supaya bahasa daerah tidak punah, penerjemahan sastra Indonesia ke dunia, fungsi Komite Buku Nasional, pelatihan dan penerbitan buku sastra. Peserta juga berharap agar tiap tahun bisa diselenggarakan kompetisi  penerbitan buku untuk cerpen, puisi, novel, esai.  Terdapat juga usulan agar Kantor/Balai Bahasa di daerah dapat bekerja sama dengan media massa daerah untuk menambah honor sastrawan supaya layak. Negara harus hadir mengembangkan sastra.  

Azis menanggapi usulan dengan bijak. Kalau tidak bisa dilakukan semuanya, jangan tidak melakukan semuanya. Melakukan yang bisa. Program pengadaan buku untuk wilayah 3T tetap dilakukan. Tak ada buku, tak ada kebahagiaan membaca. Akan ada 2.748 buku terbit dan bisa mengisi ruang-ruang sekolah dan taman bacaan. Untuk kerja sama Kantor Bahasa daerah dengan media massa daerah dengan menambah honor bisa dilakukan. Untuk sastra daerah juga akan diperhatikan. Terjemahan sastra Indonesia ke asing bukan wilayah Diknas. Kegiatan pemilihan Duta Bahasa akan dinaikkan seleranya supaya tidak latah menyerupai lomba atau ajang pemilihan “putra/putri”, “mas/mba”, “anang/galuh”, yang meminorkan intelektualitas; untuk itu penguasaan terhadap karya sastra akan dijadikan salah satu kriteria penilaian.

Masukan Narasumber

Terdapat banyak narasumber dihadirkan untuk menambah wawasan para peserta dan memantik diskusi lebih lanjut. Martin Suryajaya (sarjana filsafat, novelis, Youtuber, Staf ahli Dirjen Kebudayaan) menampilkan paparan tentang “Sastra di Era Pasca-Kebenaran”. Pendapatnya menarik untuk didiskusikan. Besok, one day,akan tidak ada lagi orang penting dalam sastra Indonesia. Semua orang bisa menjadi sastrawan. Kita sedang menghadapi era pasca-kebenaran. Fakta dan opini bercampur. Kebenaran menjadi klaim kebenaran. Yang penting bukan kebenaran tetapi identitas. Politik sastra menjadi politik identitas. Sastra modern yang adiluhung akan punah menjadi artefak menjadi tradisi. Yang tersisa adalah sastra pergaulan yang beranak cucu di Tik Tok, Instagram, dan media sosial lainnya. Kritikusnya adalah algoritma. Kanonnya adalah jumlah like, regrann, dan reaction. 

Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (guru besar dari Universitas Negeri Malang) berbicara tentang sastra daerah sebagai bagian dari sastra Indonesia. Sastra daerah harus ditumbuhkan dengan ditambah peningkatan ketangguhan. Biarkan terjadi kontak, persinggungan, dan pergesekan di antara sastra daerah, sastra Indonesia, dan sastra asing. 

Cecep Syamsul Hari (penyair dan penulis esai, penggiat sastra digital dari Cimahi) menulis tentang “Sastra Digital dan Penyebaran Sastra Indonesia di Era Internet of Things”. Era sekarang tak terhindarkan dari jaringan internet. Semua saling terkoneksi lewat gadget dengan realitas digital. Sebuah pasar baru berbasis transaksi online terbuka sangat lebar. Sastrawan dapat menjadikan sastra digital sebagai peluang untuk mengembangkan diri (dengan sistem independent publishing platform, misalnya). 

John McGlynn, penterjemah dari USA memaparkan sastra Indonesia di pentas dunia. John tahun 1976 datang ke Indonesia dan tahun 1977 mulai menterjemahkan buku. Karya sastra Indonesia tak kalah dengan karya asing tetapi tak banyak diterbitkan di luar negeri. Karya terjemahan menjadi kunci penting diplomasi kebudayaan. Lalu John mendirikan Yayasan Lontar tahun 1987 bersama Goenawan Muhamad, Sapardi, Subagyo Sastrawardoyo, Umar Kayam. Yayasan Lontar merupakan satu-satunya organisasi di dunia yang fokus utamanya penerjemahan karya sastra. John menyarankan membentuk lembaga untuk mendanai penerjemahan dan kegiatan lain yang diperlukan. Menyalurkan bantuan keuangan kepada lembaga-lembaga yang sudah bekerja di bidang penerjemahan untuk meningkatkan kemampuan kelembagaan dan kualitas terjemahan yang dihasilkan serta meningkatkan jumlah penerjemah sastra yang berkualitas tinggi. 

Pembicara di hari ke tiga adalah Prof. Dr. Faruk HT (dosen Sastra UGM), Leila Salikha Chudori  (novelis dan jurnalis), dan Dr. Manneke Budiman (dosen Sastra UI). Leila mengawali dengan cerita pengalamannya sebagai sastrawan. Ia mengutip novelis Nobel dari Turki, Orhan Pamuk, yang mengatakan bahwa “Seorang penulis selalu memulai segalanya dengan kata dan tokoh ciptaannya. Bukan dengan ide besar atau ideologi. Kita mengikuti sang tokoh melalui teks, yang kelak memimpin cerita hingga berakhir menjadi puisi, cerpen, atau novel. Sang tokoh sebaiknya berkembang.

Seorang penulis seharusnya tidak memikirkan after-effect atau apa pun yang terjadi setelah bukunya terbit. Janganlah kita menjadikan semua after-effect atau peristiwa pasca penerbitan sebagai tujuan akhir; seperti  pujian, penghargaan, festival, seminar. Tugas utama seorang penulis adalah menciptakan sebuah jagat dengan tokoh yang meyakinkan pembaca . Sebagus-bagusnya. Manneke Budiman menampilkan judul makalah “Pendidikan Sastra Indonesia di Panggung Dunia”.  Pada kondisi historis, kolonialis Belanda tidak tertarik mengembangkan literasi. Kita yang dijajah oleh Belanda menjadi tidak terlatih membaca dan menulis. Dampaknya sampai hari ini adalah kemampuan literasi kita rendah. 

Prof. Faruk memaparkan tentang sastra dan realitas buatan.  Teknologi informasi dan internet sampai smartphone telah menjadikan masyarakat semakin sibuk. Manusia dalam ruang dan waktu telah tersambung ke media. Segala pemikiran, ekspresi, komunikasi, dan aktivitas produksi sudah terhubung ke media. Teknologi hampir integral dengan dirinya. Sudah menyerupai robot.  

Selingan Baca Puisi

Peserta acara Munsi III juga  disuguhi performance art baca puisi oleh maestro penyair Sutardji Calzoum Bachri. Meski usianya hampir 80 tahun, SCB masih tetap memukau dengan permainan harmonika ketika membaca beberapa puisinya. Salah satu puisi yang dibacanya berjudul “Wahai Pemuda Mana Telurmu”. Teks Sumpah Pemuda adalah puisi besar. Teks tersebut telah melahirkan sebuah bangsa, yaitu bangsa Indonesia.  

Diskusi Kelompok dan Rekomendasi Munsi III

Peserta melakukan diskusi kelompok untuk mengusulkan poin-poin penting rekomendasi. Poin-poin yand diusulkan disusun ulang oleh tim perumus rekomendasi, yaitu Muh. Abdul Khak, Fairul Zabadi, Triyanto Triwikromo, Seno Gumira Ajidarma, Damhuri Muhammad, Kennedi Nurhan, Sastri Sunarti, Kunni Masrohanti, dan Maman S Mahayana. 

Munsi III resmi ditutup pada Rabu malam, 4 November 2020. Ketua panitia, Muh. Abdul Khak, dalam sambutan penutupannya mengatakan Hasil Rekomendasi Munsi III sudah diterima dan segera akan dilaporkan ke Kepala Badan Pembinaan  Bahasa dan Sastra. Rekomendasi Munsi II yang belum direalisasikan akan segera ditindaklanjuti.

Secara lengkap Rekomendasi Munsi III Tahun 2020 adalah:

1. Pengembangan Sastra
A. Badan Bahasa dan/atau lembaga lain mengoptimalkan ekosistem digital dalam pengembangan sastra di Indonesia.
B. Badan Bahasa dan/atau lembaga lain mengoptimalkan penerjemahan karya sastra dan distribusinya.
C. Badan Bahasa dan/atau lembaga lain mengoptimalkan pengembangan sastra untuk penyandang difabel.

2. Pembinaan Sastra
A. Badan Bahasa dan/atau lembaga lain memperbanyak dan memperluas pelatihan bagi tenaga pendidik dan komunitas sastra.
B. Badan Bahasa dan/atau lembaga lain membuat senarai buku-buku sastra.
C. Badan Bahasa mengoptimalkan kualitas penyelenggaraan MUNSI.

3. Pelindungan Sastra
A. Badan Bahasa dan/atau lembaga lain meningkatkan pelindungan hak kekayaan intelektual karya sastra serta hak ekonomi dan hak moral karya sastra.
B. Badan Bahasa dan/atau lembaga lain memperkuat keterlibatan penulis sastra dalam penyusunan dan pelaksaan program pelindungan sastra.

-----
Bapak/Ibu yang ingin mengunduh fail dokumentasi Munsi III bisa mengunduh melalui tautan ini: http://ringkas.kemdikbud.go.id/dokmunsi3

Kumpulan pertanyaan peserta: http://ringkas.kemdikbud.go.id/pertanyaanMunsiIII

Materi Munsi III silakan mengakses tautan ini: http://ringkas.kemdikbud.go.id/materiNSMunsiIII

Terima kasih🙏🙏

-----
Selamat siang Bapak/Ibu,

Kami informasikan bahwa suvenir dan sertifikat peserta daring sudah kami kirimkan ke alamat masing-masing. Mohon ditunggu 🙏🏻

Dengan ini kami pamit undur diri. Terima kasih atas kerja sama Bapak/Ibu selama prapelaksanaan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan Munsi III. Mohon maaf setulusnya apabila dari kami—panitia—ada kata atau sikap yang kurang berkenan bagi Bapak/Ibu 🙏🏻

Sesuai dengan usulan Bapak/Ibu, kami akan mengangkat Pak @E. Rokajat Asura sebagai admin grup ini. Teriring doa semoga Bapak/Ibu semuanya sehat dan sukses selalu.

Terima kasih,
Salam takzim kami 🙏🏻

-----
Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III
Jakarta, Senin-Kamis, 2-5 November 2020.

#SahabatBahasa #SahabatDikbud #Munsi2020 #CintaSastraIndonesia #CerdasBerliterasi

-----
Terima kasih untuk kesempatan, ilmu, dan apresiasinya Panitia Munsi III Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Telah diterima dengan baik siang ini, Jumat, 13 November 2020 Pkl 12.20 WIB pengiriman melalui PT. Pos Indonesia, paket berupa Piagam Penghargaan dan Seminar Kit bagi peserta daring Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III, Jakarta, 2-5 November 2020. Semoga sehat, sukses, dan berbahagia selalu. 🙏🙏

-----

Postingan sebelumnya:

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI TERBUKA CALON PESERTA MUSYAWARAH NASIONAL SASTRAWAN INDONESIA (MUNSI) III TAHUN 2020

Silakan mengakses tautan ini: http://suitincase.blogspot.com/2020/08/pengumuman-hasil-seleksi-terbuka-calon.html

Terima kasih🙏🙏

Friday, November 6, 2020

Kelas Online ICT Watch Fundamental Literasi Digital FLD



Yuk ikutan Kelas Online "FUNDAMENTAL LITERASI DIGITAL".

Daftar di http://belajar.ictwatch.id yaaa! Kelasnya RGB alias Ringkas, Gratis, Bersertifikat! Seru gak tuh?

Di kelas ini kamu akan banyak mendapat pengetahuan mengenai Menjadi Netizen Cerdas, Digital Parenting, Membangun Aktivisme di Ranah Daring, Privasi dan Perlindungan Data Pribadi, serta Keamanan Digital di Ponsel kamu. Kelas online ini merupakan salah satu upaya bersama untuk tingkatkan LITERASI DIGITAL di masyarakat.

Et et... ada info menarik juga nih! Bagi peserta kelas FUNDAMENTAL LITERASI DIGITALyang beruntung akan mendapatkan doorprize menarik dari kami berupa Smart Phone, Smart Watch, Headset Bluetooth, Powerbank, Uang Elektronik dan merchandise lainnya dari ICT Watch yang diundi setiap minggu!!! Makanya tunggu apalagi, yuk daftar!

Tersedia pula pilihan kelas lainnya:
- Tata Kelola Siber
- UMKM BEJO (Berani Jualan Online)

#dirumahaja #literasidigital #belajaronline #kelasonline

-----

https://belajar.ictwatch.id/

KELAS ONLINE
LITERASI DIGITAL
belajar.ictwatch.id

Silabus & Daftar Kelas

UMKM berani jualan online
Privasi dan keamanan siber
tata kelola siber / internet
digital parenting
Pengantar

Saat ini tersedia 3 (tiga) kelas:

    A. Fundamental Literasi Digital (FLD)
    B. UMKM Berani Jualan Online (BEJO)
    C. Tata Kelola Siber / Internet (TKSI)


A. Fundamental Literasi Digital (FLD)

Kelas ini setara dengan empat belas (14) jam mata pelajaran / pelatihan. Hal tersebut dihitung dari 7 unit (topik bahasan) x 2 jam per unit. Adapun 2 jam per unit tersebut dihitung dari durasi mengakses dan mempelajari keseluruhan materi, baik video dan materi wajib maupun materi-materi suplemen.

Materi dalam kelas ini: 1). smart netizen, 2). digital parenting, 3). online activism, 4). privacy and personal data protection, dan 5). digital security on mobile phone.



B. UMKM Berani Jualan Online (BEJO)

Di masa pandemi COVID-19 sejumlah UMKM mulai menjajagi ranah digital untuk memperluas jangkauan pemasaran, melakukan diversifikasi kanal promosi hingga mencoba untuk mendapatkan kastamer baru. Kelas ini dilengkapi dengan petunjuk dan langkah-langkah praktis bagi UMKM untuk dapat melakukan bisnisnya secara online.

Materi dalam kelas ini: 1). Persiapan UMKM Jualan Online, 2). Membuat Foto dan Info Produk UMKM, 3). Pemasaran Digital untuk UMKM, dan 4). Web Hosting Gratis untuk UMKM.



C. Tata Kelola Siber / Internet (TKSI)

Tidak ada satu pun, baik orang, perusahaan, organisasi, atau pemerintah, yang secara tunggal mengoperasikan Internet. Internet adalah jaringan terdistribusi global yang terdiri atas berbagai jaringan otonom yang saling terhubung (interkoneksi) secara sukarela. Tata kelolanya dijalankan oleh jaringan pemangku kepentingan majemuk (multistakeholder) atas kelompok-kelompok otonom saling terhubung dari masyarakat sipil, sektor swasta, pemerintahan, kalangan akademik dan penelitian, dan organisasi nasional dan internasional.

Materi dalam kelas ini: 1). Pengantar Tata Kelola Siber / Internet, 2). isu Penting dalam Tata Kelola Siber / Internet, 3). Fundamental Tata Kelola Siber / Internet, 4). Multistakeholder (Pemangku Kepentingan Majemuk), 5). Kebebasan Berinternet, 6). Regulasi Konten, 7). Media Sosial, 8). Privasi dan Sekuriti, 9). Transformasi Digital.

Studi kasus: Indonesia, Singapura, Thailand.

—–

Keterangan:

Ketiga kelas di atas menggunakan kombinasi platform udemy.com dan classmarker.com agar proses bisa lebih efektif dan efisien.

Setelah menyelesaikan pelajaran / pelatihan hingga tuntas, maka peserta akan diberikan akses khusus untuk mengikuti ujian online. Akan ada sejumlah soal acak yang harus dijawab dengan benar dalam durasi waktu tertentu. Minimal soal ujian harus dijawab dengan benar sebagai syarat mendapatkan sertifikat digital.

Setelah tuntas menyelesaikan materi kelas ini, silakan daftar ujian di http://s.id/ujianfld (untuk kelas Fundamental Literasi Digital) atau http://s.id/ujianbejo (untuk kelas Berani Jualan Online) atau http://s.id/ujiantksi (untuk kelas Tata kelola Siber / Internet), dan ikuti petunjuk lebih lanjut via email.

Untuk mengikuti materi pelajaran / pelatihan, ujian dan sertifikat ini, tidak dipungut biaya apapun. ICT Watch menjadi penjamin kualitas atas manajemen proses kelas online ini. Jika ada pertanyaan, dapat dikiriman melalui email belajar@ictwatch.id
-----

Fundamental Literasi Digital (FLD)
http://belajar .ictwatch .id (dapatkan sertifikat digital)
Rating: 4.6 out of 54.6
(194 ratings)
1,263 students
1hr 8min of on-demand video
Created by ICT Watch Indonesia

What you'll learn
~Smart Netizen
~Digital Parenting
~Online Activism
~Privacy and Personal Data Protection
~Digital Security on Mobile Phone
~Good Practice on WhatsApp
~Online Examination

Course content
Requirements
    ~Berminat mempelajari dan mempraktekkan literasi digital

Description
Situs Utama: http:// belajar .ictwatch .id

Materi dapat diakses pula melalui FB: facebook .com/groups/literasidigital

Kelas Online Fundamental Literasi Digital (FLD) ini setara dengan empat belas (14) jam mata pelajaran / pelatihan. Hal tersebut dihitung dari 7 unit (topik bahasan) x 2 jam per unit. Adapun 2 jam per unit tersebut dihitung dari durasi mengakses dan mempelajari keseluruhan materi, baik video dan materi wajib maupun materi-materi suplemen.

Kelas ini menggunakan kombinasi platform udemy .com dan classmarker .com agar proses bisa lebih efektif dan efisien.

Setelah menyelesaikan pelajaran / pelatihan hingga tuntas dari unit 1 hingga unit 7, maka peserta akan diberikan akses khusus untuk mengikuti ujian online. Akan ada 50 soal acak yang harus dijawab dengan benar dalam waktu 60 menit. Minimal 80% soal ujian harus dijawab dengan benar sebagai syarat mendapatkan sertifikat digital setara pelajaran / pelatihan 14 jam.

Untuk mengikuti materi pelajaran / pelatihan, ujian dan sertifikat ini, tidak dipungut biaya apapun. ICT Watch menjadi penjamin kualitas atas manajemen proses kelas online ini.


PS:
    1. Setelah tuntas menyelesaikan materi Fundamental Literasi Digital ini, silakan daftar ujian di http:// s. id /ujianfld dan tunggu petunjuk lebih lanjut via email.

    2. Materi telah disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi Pandu Digital - Badge Merah (Relawan TIK / Siberkreasi) dan Krida Literasi Digital - SKK/TKK Pembicara Literasi Digital (Penegak / Pandega, Pramuka Saka Milenial)

    3. Jika ada pertanyaan, dapat dikiriman melalui email belajar@ictwatch.id

Who this course is for:
    ~Pegiat Informasi
    ~Guru
    ~Pramuka
    ~Orang Tua
    ~Relawan TIK
    ~Saka Milenial

Course content
7 sections • 7 lectures • 1h 7m total length

Fundamental Literasi Digital: Pengantar 1 lecture • 2m
    Introduction 01:47

Smart Netizen 1 lecture • 9m
    Smart Netizen 08:37

Digital Parenting 1 lecture • 8m
    Digital Parenting 08:05

Online Activism 1 lecture • 9m
    Online Activism 09:10

Privacy and Personal Data Protection 1 lecture • 17m
    Privacy and Personal Data Protection 17:13

Digital Security on Mobile Phone 1 lecture • 14m
    Digital Security on Mobile Phone 13:34

Good Practice on WhatsApp 1 lecture • 9m
    Good Practice on WhatsApp 09:25

-----

Pendaftaran Ujian Online - Fundamental Literasi Digital
Terima kasih telah mengikuti kelas Fundamental Literasi Digital (FLD) di belajar.ictwatch.id. Pastikan Anda menggunakan nama dan email yang sama dengan pendaftaran ujian ini.

Ikuti ujian online di http://s.id/fldexam01 ( password: batch010520 )

Selamat Ujian!

ICT Watch

-----
Hasil Ujian Fundamental Literasi Digital (FLD)

Results for: Yose Rizal Triarto
Test:     Ujian Fundamental Literasi Digital
Score:     88 out of 100 Points
Percentage:     88%
Duration:     00:37:43
Date started:    Fri 6 Nov 2020 20:44
Date finished:    Fri 6 Nov 2020 21:22

Thursday, November 5, 2020

Sertifikat Gladhen/ Pelatihan Sastra Jawa Balai Bahasa DIY Oktober 2020


Sugeng ndalu. Matur nuwun kagem kesempatan lan apresiasi na @balaibahasaprovinsidiy. Mugi-mugi migunani. Mugi-mugi sehat lan sukses katur kagem sedaya Panitia Gladhen/ Pelatihan Sastra Jawa Balai Bahasa DIY 2020. Matur nuwun. 

Memaksa diri untuk terus belajar. Salam literasi. Salam Sastra Jawa. Salam berbudaya  

#SahabatBBY #SahabatBahasa #SahabatDikBud #BBY #SSJY #JiwaJawa #EsaiJawa #GladhenNulisEsaiBasaJawa #GladhenMacaCerkak

Wednesday, October 28, 2020

Workshop Online PhotoJournalism AJI-VOA


Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerjasama dengan VOA mengundang Anda kalangan jurnalis, mahasiswa, dan blogger, untuk mengikuti program serial workshop online Mobile Journalism dan Photojournalism.

Program apakah ini?

Ini merupakan program peningkatan kapasitas untuk memahami teknik-teknik dasar mengenai mobile journalism dan photojournalism. Workshop akan difasilitasi oleh trainer dari praktisi mobile journalism dan photojournalism. Peserta akan diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik.

Workshop Mobile Journalism akan memperkenalkan peserta pada bentuk digital storytelling, menggunakan perangkat elektronik portabel yang terkoneksi dengan internet untuk membuat dan mengedit gambar, suara, dan video. Workshop Photojournalism akan memperkenalkan bagaimana menggunakan gambar untuk menceritakan peristiwa.

Workshop akan diadakan terpisah. Masing-masing terdiri dari 2 sesi pertemuan daring menggunakan aplikasi Google Meet dengan jadwal, sbb:

Workshop Mobile Journalism

Hari/tanggal : Rabu, 14 Oktober dan Rabu, 21 Oktober 2020

Waktu : 19.00 – 21.00 WIB

Workshop Photojournalism

Hari/tanggal : Senin, 19 Oktober dan Senin, 26 oktober 2020

Waktu : 19.00 – 21.00 WIB

Siapa yang dapat menjadi peserta?

Kami membuka peluang untuk kalangan jurnalis, mahasiwa, dan blogger yang memiliki relevansi untuk bisa mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dari workshop ini. Program ini akan diberikan kepada 100 peserta terpilih.

Bagaimana cara menjadi peserta kegiatan ini?

Untuk dapat menjadi peserta, Anda dapat mengisi dan mengirimkan formulir lamaran melalui link, sbb:

Workshop Mobile Journalism : http://bit.ly/DaftarWorkshop_AJI-VOA1

Workshop Photojournalism : http://bit.ly/DaftarWorhshop_AJI-VOA2

Setiap orang diperbolehkan untuk mendaftar di kedua workshop tersebut. Batas waktu penerimaan formulir pada tanggal 12 Oktober 2020.
Reposted from @aji.indonesia

-----

Pemberitahuan Hasil Seleksi Peserta Workshop Online "Photo Journalism".
.
Pucuk dicinta ulam tiba. Setelah sebelumnya gagal tidak lolos sebagai peserta Workshop Online "Mobile Journalism" (13/10/20), rupanya jodoh sy ada di Workshop Online "Photo Journalism" seperti yang disebutkan dalam email sore hari ini (16/10/20).
.
Terima kasih pemberitahuannya @aji.indonesia @voaindonesia. Betul apa yang mereka bilang kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kegagalan bukanlah akhir segalanya. Esok hari Senin, 19 dan 26 Oktober sy akan berpartisipasi dalam kegiatan AJI Indonesia dan VOA Indonesia. Sy menyatakan bersedia menjadi peserta dan akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Workshop Online "Photo Journalism" AJI-VOA. Terima kasih. Salam.

-----

Kepada Yth.
*Panitia Workshop Online “Photo Journalism” AJI-VOA*
di Tempat

Dengan hormat,

Bersama ini saya kirimkan (1) satu buah foto sebagai assignment Peserta  Workshop Online “Photo Journalism”. Berikut informasinya :

Nama lengkap : Yose Rizal Triarto, S.Si
Lembaga/Media/Kampus : Independen/Blogger/Freelance Writer
Kelompok : 4
Caption foto : "Menunggu Kereta Api"
Waktu : Selasa, 20 Oktober 2020 Pkl 17.24 WIB
Kamera : Xiaomi HM NOTE 1LTE
Exposure time : 1/33 sec
ISO speed : ISO-150
Exposure bias : -
Focal length : 4 mm

Keterangan : Pemandangan di salah satu lokasi perlintasan kereta api di bawah jalan layang Lempuyangan Yogyakarta. Lokasi tersebut baru saja dipasang Rangkaian Tiang Listrik Atas sebagai penunjang operasional untuk jalur KRL Solo-Jogja. Terlepas dari instalasi listrik penyaluran daya sebesar 5 Mega Watt yang sudah terpasang, masih sering terlihat aktivitas anak-anak dan orangtua dari warga sekitar yang sedang bermain/untuk hiburan di tengah lokasi perlintasan ini. Mungkinkah ini salah satu fenomena makin berkurangnya ruang publik di Jogja?

Demikian pemberitahuan ini saya sampaikan. Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 21 Oktober 2020

Hormat saya,
*Yose Rizal Triarto, S.Si*

-----

from:    Sekretariat AJI Indonesia <sekretariat@ajiindonesia.or.id>
date:    28 Oct 2020, 10:46
subject:    Link e-sertifikat peserta FOJO AJI-VOA

Rekan-rekan Peserta Workhsop Online FOJO AJI-VOA

Bersama ini kami informasikan link untuk sertifikat masing-masing peserta.
Silakan mendownload sesuai nama masing-masing.

Link : https://drive.google.com/drive/folders/1TE1Jbd84iCbFt16Sk1d50X2Qh3EtBWyB?usp=sharing

Terima kasih


AJI Indonesia

--
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia
Jl. Kembang Raya no. 6, Kwitang, Jakarta Pusat 10420
Phone (6221) 3151214
Fax (6221) 3151261

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia
Jl. Sigura-gura No. 6A, Durentiga, Pancoran, Jakarta Selatan 12760
Telp. (021) 220 79779
Email: sekretariat@ajiindonesia.or.id
Website: www.aji.or.id

Terima kasih @aji.indonesia @voaindonesia untuk kesempatan dan apresiasinya. Semoga senatiasa sehat dan sukses selalu.


Yose Rizal Triarto
Independen/Blogger/Freelance Writer

#Workshop #Online #PhotoJournalism #AJI #VOA

-----


Terima kasih @aji.indonesia @voaindonesia untuk ilmu, kesempatan dan apresiasinya. Telah diterima dengan baik siang hari ini Sabtu (07/11/20) merchandise sebagai bagian dari kegiatan Workshop Online PhotoJournalism beberapa waktu yang lalu.

Yose Rizal Triarto
Independen/Blogger/Freelance Writer

Selengkapnya di https://suitincase.blogspot.com/2020/10/workshop-online-photojournalism-aji-voa.html

#Workshop #Online #PhotoJournalism #AJI #VOA

Wednesday, October 14, 2020

Sosialisasi UKBI Gelombang I Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud


#SahabatBahasa dan #SahabatDikbud, mari berpartisipasi dalam Sosialisasi UKBI Gelombang I pada 1, 2, 5, 6, dan 7 Oktober 2020 melalui aplikasi Zoom. Kegiatan tersebut  bertujuan untuk menyosialisasikan kebijakan dan memberi pelatihan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) serta meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia.

.
Silakan baca informasi dan tata cara pendaftaran pada poster secara saksama dan kunjungi tautan http://ringkas.kemdikbud.go.id/sosukbi1. Tenggat pendaftaran sampai dengan 27 September 2020.

#SosialisasiUKBI
#BerbahasauntukIndonesiaSehat
#BBS2020
#BulanBahasadanSastra2020
#MerdekaBelajar
#BersamaHadapiKorona
Reposted from @badanbahasakemendikbud