tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] You know what, the loneliest people are the one who talk a lot. - Yogyakarta, 27 Juni 2017.

Sunday, June 25, 2017

MAKARYO ATAU KERJA?


Makaryo hari ini sejak tadi pagi. Walau liburan harus tetap semangat & sukacita :). 

“Makaryo” itu identik dengan bekerja, namun jauh daripada itu kata “makaryo” berasal dari kata karya, berkarya, menghasilkan sesuatu. Pencapaian kata berkarya lebih tinggi dari pada bekerja. Berkarya itu menghasilkan sesuatu, sedangkan bekerja, ya bekerja ada sesuatu atau tidak yang dihasilkan itu tidak penting.

Sebuah semangat dan inspirasi sangat dibutuhkan dalam “makaryo”. Perlu adanya suatu hal untuk membuat kita “makaryo” dengan kualitas dan kuantitas yang istimewa, yang spesial kalo perlu tambah telur mata sapi sebagai toppingnya. “Makaryo” itu butuh penjagaan supaya tetap dapat progresif :).

Marx, filosof besar itu, dulu pernah begitu menaruh perhatian pada yang namanya "kerja". Baginya kerja merupakan realisasi kemanusiaan yang paling ultim. Kerja adalah perwujudan diri yang mana manusia meng-ada melaluinya.

Sayangnya, kerja kontemporer tak senikmat dan semenarik apa kata Marx. Kerja kontemporer lebih nampak sebagai kewajiban berangkat dan pulang pada jam yang ditentukan. Kerja lebih nampak sebagai paksaan yang diperlukan untuk bertahan hidup. Kerja jadilah suatu momen yang alienatif: mengasingkan manusia dari keberadaannya.

Kerja yang demikian itu adalah kerja pasca kapitalisme tumbuh subur di muka bumi. Dalam analisisnya Marx mengungkapkan bahwa kerja yang alienatif itu terjadi karena pekerja dipisahkan dari hasil pekerjaannya. Pekerja yang telah dibeli tenaganya menjadi buruh yang tak punya hak atas hasil kerjanya.

Bayangkan lah Anda seorang buruh pabrik N*K*, Ad*d*s atau perusahaan ternama lainnya. Anda ciptakan ratusan bahkan ribuan pasang sepatu untuk perusahaan Anda bekerja. Sayangnya, dengan gaji rendah Anda tak pernah bisa mencicipi memakai sepatu bermerek dan berkelas dunia itu. Itulah gambaran kerja yang alienatif yang Marx tunjuk.

Sehingga terminologi kerja itu sendiri memang sedari awal kapitalistik. Justru sebaliknya, tradisi Jawa memiliki istilah yang mencukupi untuk menggambarkan kerja dalam makna Marxian itu: MAKARYO. Makaryo atau berkarya adalah kerja yang berkonotasi pada upaya perwujudan diri dari berbagai fakultas-fakultas kemanusiaan yang individu miliki.

Makaryo atau berkarya merupakan kreasi aktif individu mengolah segala ihwal di dunia ini menjadi meaning full. Tentu tak sekedar soal: gaji, biaya hidup, tunjangan saja. Dalam makna makaryo, kedirian individu mewujud dalam hasil karyanya. Bila kita pinjam bahasa Moh. Hatta, itulah yang ia sebut sebagai individualita itu.

Makaryo adalah realisasi ultim dari kapasitas kemanusiaan individu yang ultim. Yang karenanya, individu menemukan kepuasan (meaning full) ketika melakukan aktivitas tersebut. Makaryo jadilah tak dapat diukur hanya dengan kriteria uang/ gaji belaka.

Dalam tradisi Jawa itu, bila kita ingat masih ingat di tahun 70-80an istilah ini masih sering kita dengar dalam keseharian. "Lik menyang endi?" "Arep makaryo". Dan rekonsktruksi romantis dari makaryo adalah kerja agraris dan sektor kreatif. Kerja agraris memungkinkan "makaryo" hadir saat seorang petani memulai masa tanam dengan persembahan/ selamatan. Atau saat secara bersahabat memandikan kerbau yang ia miliki. Dan seterusnya.

Kerja kreatif misalnya ketika para tukang kayu itu meracik papan/ balok kayu menjadi kusen, lemari, meja dan sebagainya. Karya yang ia hasilkan adalah bentuk ejawantah dari kemanusiaannya. Karya-karya itu menjadi sesuatu yang dalam dirinya adalah seni atau nyeni. Sehingga pada zaman itu tak ada jarak antara bekerja (makaryo) dengan berkebudayaan.

Menghadirkan makaryo pada perjumpaan kontemporer sama artinya dengan ikhtiar aktif merubah tata keberadaan dan tata kelola yang eksploitatif. Makaryo hilang karena karena modal atawa kapitalisme. Bahwa modal menjadi mendikte individu sehingga kita kehilangan kendali atas hak-hak dasar kemanusiaan kita. Yakni hak untuk menikmati pekerjaan kita.

Tanyalah kepada buruh, guru, karyawan swasta dan macam orang lainnya, apakah makaryo hadir dalam keseharian? Atau justru dikte-dikte bahwa kita harus menyelesaikan tugas dari A sampai Z untuk demi gaji bulanan? Adakah kebersatuan (kemanunggalan) diri dan karyanya ada di sana? Adakah ia merasakan bahwa yang dikerjakannya sebagai hal yang meaning full?

Indikasinya sederhana: apakah orang akan begitu cheerfull saat menyambut liburan atau begitu suntuk pasca pulang kantor. Dari raut wajah, intonasi kisah dan bahasa tubuh lainnya, kita bisa kenali adakah makaryo hadir dalam diri seseorang.

Ikhtiar untuk merubah tata keberadaan dan tata kelola merupakan aspirasi sejarah umat manusia: bahwa yang lebih baik itu adalah mungkin. Seperti yang dulu dilakukan Robert Owen (Bapak Koperasi Dunia) ketika menuntut: 8 jam kerja, 8 jam rekreasi dan 8 jam istirahat terwujud sampai hari ini.

Meski jam kerja itu sudah demikian nampak manusiawi, lantas apakah makaryo sudah hadir di dalamnya? Atau perlu radikalisasi pada perubahan tata keberadaan segala ihwal (the order of thing) menjadi lebih sosialistik dan humanistik. Salah satu bentuknya adalah dengan ownership atawa kepemilikan sebuah perusahaan oleh para pekerjanya.

Boleh jadi dari sanalah makaryo benar-benar bisa hadir sehingga pekerja-pekerja tak lagi terasing dari pekerjaan dan hasil kerjanya. Ya, saat ia bisa mengendalikan apa-apa yang dikerjakannya. Ada hak, ada kendali, ada demokrasi di ruang kerja. Selamat makaryo :)!

"Ingat saja pepatah Tiongkok,
Sebelum bunyi empat paku di atas peti mati kamu, 
kamu tidak bisa menilai orang lain baik atau buruk
Nanti kamu baru tau apa yang saya kerjakan."
-Basuki Tjahaja Purnama

Tuesday, June 20, 2017

SUSHI STORY すしストー リー

 https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10213624396073572&set=a.1568377578717.2089331.1513794646&type=3&theater

すしストー リー (すし sushi in Hiragana ストー リー Sutōrī in Katakana)
おいしい。 (Oishii in Hiragana mean delicious.)

CC: SUSHI STORY Lippo Plaza Jogja.

---
SUSHI STORY shared your post.
12 hrs · Wednesday, June 21, 2017 at 3:13pm

ARIGATOU GOZAIMATSU Yose San!
Terima kasih atas kunjungannya!
YES, Sushi Story memang tempatnya menikmati Sushi bergaya Kekinian! Oishii desu ne! Arigatou Gozaimatsu!
https://www.facebook.com/SushiStoryExpress/posts/1396159047138268

Friday, June 9, 2017

Tanggapan Atas Tulisan CNN Pemerintahan Trump 'dusta' tentang FBI, kata James Comey

Hak atas foto Reuters

Tidak semua orang bekerja yang dipecat, masuk penjara, dizholimi, bahkan sampai dihukum mati, adalah orang-orang busuk, sampah dan payah. Beberapa dari mereka justru adalah yang terbaik, yang berloyalitas dan berkomitmen tinggi, yang sayangnya tidak disukai publik atau sekedar tidak bisa mencari muka/menjilat pimpinan. James Comey, Basuki Tjahaja Purnama, Tan Malaka, dan masih banyak tokoh lainnya yang berakhir 'dibuang' karena mereka punya integritas dan tidak mau ikut serta dalam ketidakadilan dan kemunafikan.

--- 
Pemerintahan Trump 'dusta' tentang FBI, kata James Comey

Comey menjelaskan kepada sebuah Komite Senat bahwa Gedung Putih 'memilih untuk mencemarkan namanya, dan lebih penting lagi FBI'.

Mantan Direktur FBI, James Comey, mengatakan kepada Kongres bahwa komentar pemerintahan Presiden Donald Trump tentang dirinya dan FBI 'semata-mata dusta'.

Kepada sebuah Komite Senat Amerika Serikat, Kamis (08/06), Comey mengatakan mereka salah dalam memburuk-burukkan lembaga itu dan kepemimpinannya.

Dia juga mengaku 'bingung' dengan 'pergeseran penjelasan' dalam pemecatannya pada saat dia sedang memimpin penyelidikan kaitan antara kampanye Trump dengan Rusia.

Trump, menurutnya, beberapa kali mengulang kepadanya bahwa dia melakukan pekerjaan 'hebat'.

Comey menduga bahwa dia dipecat karena 'mengubah cara melakukan penyelidikan tentang Rusia'.

"Saya tahu saya dipecat karena sesuatu tentang cara saya melakukan penyelidikan Rusia yang dalam beberapa hal memberi tekanan kepadanya, yang dalam beberapa hal mengganggunya," kata Comey.
memberikan keterangan di Kongres AS.

Mantan bos FBI itu tampak tenang dan sabar ketika memberikan keterangan selama hampir tiga jam walau bersemangat ketika menyampaikan pidato pembukaan.

"FBI jujur. FBI kuat. Dan FBI mandiri dan selalu akan begitu," tuturnya dalam pidato pembukaan.

Dia menjelaskan kepada komite bahwa Gedung Putih 'memilih untuk mencemarkan namanya, dan lebih penting lagi FBI' dengan mengatakan badan itu 'dipimpin dengan buruk'.

"Itu semua dusta. Dan saya minta maaf jika semua orang di FBI harus mendengarnya."

Comey memimpin salah satu dari beberapa penyelidikan terkait Rusia sebelum Presiden Trump memecatnya, pada Bulan Mei.

Badan-badan intelijen Amerika Serikat yakin Rusia campur tangan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat dan menyelidiki kaitan antara tim kampanye Trump dengan pemerintah Moskow.

Namun tidak diketahui ada bukti kolusi dan Presiden Donald Trump menepisnya sebagai 'berita bohong'.

Juru bicara Presiden Trump, Sarah Sanders, sudah menyerang balik Comey dengan mengatakan, "Saya dengan pasti megatakan bahwa presiden bukan pendusta."

Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40207920?ocid=socialflow_facebook

Sunday, June 4, 2017

Soegija The Movie


Butuh waktu cukup lama sejak awal release-nya di tahun 2012 yang lalu sampai akhirnya saya berhasil menemukan & bisa membeli Premium VCD Soegija The Movie RP 25.000 siang ini di PUSKAT PML Yogyakarta - Kursus Musik Gereja Jalan Ahmad Jazuli 2 Kotabaru Yogyakarta.
Ah, saya memang telat, tapi tak mengapalah. Sebab tak ada kata terlambat buat mereka yang masih ingin terus belajar, bukan? Saatnya menonton film Indonesia yang berkualitas dan selamat beraktifitas juga buat kawan-kawan .

Tuesday, May 30, 2017

Pelatihan Gratis Bahasa Jepang BLKPP Yogyakarta 2017


URGENT....!!
Dibutuhkan peserta utk pelatihan bahasa Jepang dana APBD provinsi DIY di kantor blkpp DIY sebanyak 10 peserta,syarat:
Laki/perempuan
Usia minimal 18 thn
KTP DIY
Ijazah tdk utama
Niat dan bs meluangkan waktunya 1,5 bln kedepan tiap hari senin-sabtu dari jam 8 pagi - 2 siang.
Fasilitas:
Snack,mkn siang
Modul materi
Seragam 3 stel (tmsuk training utk olahraga)
Uang saku
Transport
Tmn baru
Dll.
Segera daftarkan ke kantor BLKPP DIY jln kyai Mojo pingit Jogja,paling lambat besok di jam kerja.
Yogyakarta, 18 Mei 2017

---
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Pencari Kerja APBD Tahun Anggaran 2017
Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas DIY
Sub. Kejuruan: Bahasa Jepang (Angkatan ke 2)
Yogyakarta, 24 Mei 2017

---
DIKTAT PELATIHAN INSTITUSIONAL
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TAHUN 2017

PELATIHAN BAHASA JEPANG

PEMERINTAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS
Jalan Kyai Mojo No 5 Yogyakarta Telp : 0274.512619
Yogyakarta, 30 Mei 2017

---
Tugas PR dan Suasana Kelas Pelatihan Bahasa Jepang BLKPP
Yogyakarta, 02 Juni 2017

---
SERAGAM PAKAIAN KERJA DAN TRAINING (TAMPAK DEPAN)
PELATIHAN BAHASA JEPANG
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TAHUN 2017
Yogyakarta, 03 Juni 2017

---
Berfoto sejenak dengan seragam baru bersama sensei dan beberapa kawan siswa yang hadir setelah sesi pelatihan hari ini usai.
Yogyakarta, 05 Juni 2017

---
Suasana Kelas Baru Pelatihan Bahasa Jepang BLKPP
Yogyakarta, 21 Juni 2017



Sunday, May 28, 2017

Yuk Belajar Bahasa Jepang: Percakapan Sehari-Hari


Ohayou gozaimasu minna-san! Sekarang lagi demam-demamnya belajar beberapa bahasa nih sobat blogger, kali ini saya akan memberikan pembelajaran sedikit mengenai percakapan sehari-hari dalam menggunakan bahasa jepang. Yuk langsung saja kita belajar bersama:

Berikut contoh ucapan salam & ekspresi:

オはよう ございます :  Ohayou gozaimasu (Selamat pagi)
コんにちわ : Konnichiwa (Selamat siang)
コんばんわ : Konbanwa (Selamat malam)
オやすみ なさい : Oyasumi nasai (Selamat tidur)
サようなら :  Sayounara (Selamat tinggal atau Selamat jalan)
ジャ, また あした : Ja, mata ashita (Sampai jumpa besok, ya)
アりがとう ございます : Arigatou gozaimasu (Terima kasih)
ドうも ありがとう ございます : Doumo arigatou gozaimasu (Terima kasih banyak)
ドう いたしまして : Dou itashimashite (Sama-sama, Terima kasih kembali)
スみません : Sumimasen (Maaf)
スみません : Sumimasen (Permisi)
シつれい ですが : Shitsurei desuga…(Permisi/Maaf…—> diucapkan sebelum bertanya tentang hal pribadi)
オねがいします : Onegaishimasu (Minta tolong)
オげんき です か : Ogenki desu ka? (Apa kabar?)
ゴめん ください :  Gomen kudasai (“Permisi”, —> digunakan ketika berkunjung ke rumah orang lain)
イらっしゃいませ :  Irasshaimase (Selamat datang —> diucapkan pada tamu restoran, hotel, dll)
イらっしゃい : Irasshai (Selamat datang —> dipakai pada waktu kedatangan tamu)
.
Di bawah ini ada beberapa ungkapan lainnya yang bisa kamu gunakan:

ごーきげん いかが です か : go-kigen ikaga desu ka : apa kabar
おーはよお ございます : o-hayoo gozaimasu : selamatan pagi
よい おーてんき です ね : yoi o-tenki desu ne : cuaca yang indah
おーめ に かかれて うれしい です : o-me ni kakarete ureshii desu : senang berkenalan dng anda
ながい こと おーじゃま いたしました : nagai koto o-jama itashimashita : terima kasih atas waktunya
みょおにち また おーあい しましょお : myoonichi mata o-ai shimashoo : sampai ketemu besok
わたし いんどねしあん です : watashi indonesian desu : saya orang indonesia
イんどねしあ から きました : Indonesia kara kimashita : saya berasal dari indonesia
しゅみ わ おんがく かんしょお です : shumi wa ongaku kanshoo desu : kegemaran saya dulu bermain musik
どこ から きました か : doko kara kimashita ka?: dari mana asalmu?
なに が ほしい の ですか : nani ga hoshii no desuka? : Apa yang sedang kamu lakukan?
ごめん なさい : gomen nasai : maafkan saya
すみません : sumimasen : maaf
おーてすう かけて すみません : o-tesuu kakete sumimasen : maaf merepotkan anda
とてむ しあわせ です : totemu shiawase desu : saya sangat bahagia
わたし の こぶつ わ ちょこらえと です : watashi no kobutsu wa chokoraeto desu : makanan kesukaan saya coklat
マいばん ほし お かんさつ して います : Maiban hoshi o kansatsu shite imasu : Setiap malam saya mengamati bintang-bintang
.
Yang umum diucapkan di awal pembicaraan:

オはよう / オはよう ございます : Ohayou / Ohayou gozaimasu : “selamat pagi”
コんにちわ :  Konnichiwa : “selamat siang”
コんばんわ :  Konbanwa : “selamat malam”
ヨろしく おねがいします :  Yoroshiku onegaishimasu : “mohon bimbingannya” / “mohon bantuannya”
オ げんき です か :  O genki desu ka? : “Apakah Anda sehat?”
オ かげ です :  O kage desu : “Saya sehat-sehat saja.” (digunakan untuk menjawab “O genki desu ka?”)
キョう わ いい お てんき です ね :  Kyou wa ii o tenki desu ne? : “Cuaca hari ini bagus, bukan?”
ヨうこそ :  Youkoso! : “Selamat datang!”
モしーもし :  Moshi-moshi…: “Halo…” (berbicara lewat telepon)
.
Yang umum diucapkan selama percakapan berlangsung:

ハい : Hai : Ya (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan)
イいえ :  Iie : “Tidak” (kebalikannya “hai”)
アりがとう / アりがとう ございます :  Arigatou / Arigatou gozaimasu : “Terima kasih”
ゴめん な さい :  Gomen na sai : “Mohon maaf”
スみません :  Sumimasen : “Permisi”
ザんねん です :  Zannen desu : “sayang sekali” / “amat disayangkan”
オめでっと, ね :  Omedetto, ne : “Selamat ya”
ダめ / ダめ です よ :  Dame / Dame desu yo : “jangan” / “sebaiknya jangan”
スてき です ね :  Suteki desu ne : “Bagus ya…” / “indah ya…”
スごい / スごい です よ :  Sugoi! / Sugoi desu yo! : “Hebat!”
ソう です か :  Sou desu ka : “Jadi begitu…”
ダいじょうぶ です / ヘいき です :  Daijoubu desu / Heiki desu : “(saya) tidak apa-apa” / “(saya) baik-baik saja”
.
Jika kesulitan menangkap ucapan lawan bicara:

チョっと ゆっくり いって ください : Chotto yukkuri itte kudasai : “Tolong ucapkan lagi dengan lebih lambat.”
モう いちど いって ください :  Mou ichido itte kudasai. : “Tolong ucapkan sekali lagi.”
モっと はっきり いって ください :  Motto hakkiri itte kudasai. : “Tolong ucapkan dengan lebih jelas.”
.
Untuk mengakhiri pembicaraan:

サよなら : Sayonara : “Selamat tinggal”
マた あいましょう : Mata aimashou : “Ayo bertemu lagi kapan-kapan”
ジャ, また / また ね :  Ja, mata / mata ne : “Sampai jumpa”
マた あした :  Mata ashita : “Sampai jumpa besok”

Lainnya :)

イらっしゃいませ : Irasshaimase! : “Selamat datang!”
イてきます :  Itekimasu! : “Berangkat sekarang!”
イてらっしゃい :  Iterasshai : “Hati-hati di jalan”
イただきます :  Itadakimasu : “Terima kasih atas makanannya”
ゴちそうさま でした :  Gochisousama deshita : “perjamuan/hidangan sudah selesai”
キもち :  Kimochi…! : nyaman (perasaan nyaman di suatu tempat)

Ki wo tasukete ne. ''Hati-hati di jalan ya''
O-sewa ni narimasu. ''Maaf telah merepotkan''
Anata no namae wa nan desu ka? ''Nama anda siapa?''
Nani wo shite imasu ka? ''Sedang apa/lagi ngapain?''
Nihongo wo benkyou shimasu. ''Belajar bahasa jepang''
Ongaku wo kiite imasu. ''Sedang mendengarkan musik''
Terebi wo mite iru. ''Sedang nonton tv''
Doko e ikitai ka? ''Pengen pergi kemana?''
Gakkou e ikimasu. ''Pergi ke sekolah''
Nemukatta, netai n desu. ''Ngantuk, saya ingin tidur ah''
Daijoubu desu. ''Tidak apa-apa''
Biasanya di pakai pada saat keadaan kita tidak apa-apa. Misalnya saya jatuh dan di tanya teman,
Rai : anata wa daijoubu desu ka? (Kamu tidak apa-apa?)
Kai : hai, daijoubu desu. (Iya, tidak apa-apa)
Chotto matte kudasai. ''(tolong) Tunggu sebentar''
Anata no koto ga suki desu. ''Aku suka kamu''   Ini biasa di pakai kalau kita suka dengan seseorang tapi suka nya ini dengan perasaan. Kalau''Anata ga suki''aja, ini hanya sekedar suka aja atau seperti tertarik.
Douzo... ''Silahkan...''
Dare ni mo iwanaide. ''Jangan bilang ke siapa-siapa?''
Doko ni itta no? ''Dari mana saja?''
Dou iu imi desu ka? ''Maksudnya bagaimana?''
Homete kurete, arigatou. ''Terima kasih atas pujian nya''
Gakkari shita. ''Saya kecewa''
Go seikou wo... ''Semoga sukses''
Tonde mo arimasen. ''Ah, sama sekali tidak''.
Sumimasen. ''Maaf/ -Permisi''. Sumimasen juga bisa berarti permisi ya.
Shitsurei shimashita. ''Mohon maaf (telah/bila tidak sopan)''
Moushiwake arimasen. ''Mohon maaf''
Oyurushi kudasai. ''Maafkanlah saya''. Nah kalo yg ini jika kita memang benar2 salah dan mau minta maaf sebesar2nya.
Nido to kurikaeshimasen -. ''Saya tak akan mengulanginya lagi''.
Okoranaide kudasai. ''Jangan marah''.

Sekian pembelajaran dasar dalam percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Jepang kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. ジャ, また Ja, mata ^^.

Wednesday, May 24, 2017

Tanggapan Atas Tulisan Seorang China dan Kafir yang Sangat Menghormati Indonesia

 

Sebab cinta adalah luka. Sebab cinta adalah derita. Namun begitu, ada seorang Pribadi yang lebih dulu memberikan cinta itu pada saya. Dan dia rela menderita. Bahkan sampai mati. Ahok dan keluarga memilih menunjukkan cinta itu pada Indonesia. Ahok dan keluarga memilih setia pada Indonesia. Pada kita. Oleh sebab itu, saya menerima dengan rela. Menerima dengan nyata. Menerima dengan sukacita inilah harga cinta yang harus kita bayar untuk Indonesia.

---
Andai saya bisa menuliskan sebuah surat untuk Pak Ahok dan beliau sudi membacanya, maka ini yang akan saya sampaikan:

Sebelumnya saya ingin mengenalkan diri, saya adalah Alifurrahman, pendiri SEWORD, yang secara statistik merupakan portal opini paling besar dan berpengaruh di Indonesia saat ini.

Bapak mungkin belum mengenal saya, sebab kita memang belum pernah bertemu. Tapi saya merasa sudah mengenal Bapak sejak masih berpasangan dengan Pak Jokowi pada 2012 silam. Saya juga merasa Bapak sudah pernah membaca salah satu atau beberapa tulisan di SEWORD ini.

Pada tahun 2014, saya sudah berusia 24 tahun waktu itu. Dan untuk yang pertama kalinya saya membuat keputusan melawan arus. Keluar dari zona dan lingkungan yang sudah banyak memberikan saya pelajaran tentang politik dan kepedulian terhadap negara kita, Indonesia.

Untuk pertama kalinya saya membuat keputusan politik, mundur dari kepengurusan partai (cabang) dan memilih mendukung Pak Jokowi. Saya harus mundur sebab partai tersebut merupakan partai lawan Pak Jokowi, dan mengusung pasangan Capres Cawapres sendiri.

Sekarang 2017, saya mendukung anda untuk kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun akhirnya, kita kalah. Dan yang lebih buruk lagi, anda masuk penjara.

Anda dan Presiden Jokowi adalah idola saya. Kalian berdua adalah dua sosok yang memiliki banyak kemiripan, tapi pada sisi tertentu terlihat begitu kontras sekali. Setegas-tegasnya Presiden Jokowi, beliau tetap santun dan tenang. Tapi anda, begitu meledak-ledak, seolah benar-benar meluapkan semua emosi yang ada. Bagaimanapun saya suka dengan ketenangan Presiden Jokowi, juga suka dengan ucapan-ucapan telak dari anda, saya suka sekali membaca coretan anda yang “pemahaman nenek lu!”

Pak Jokowi dan anda adalah dua orang yang berhasil membuat saya tergerak untuk melakukan sesuatu yang sifatnya politis. Padahal dulu saya tak pernah tertarik untuk beropini, mengomentari atau bahkan berpikir tentang politik saja saya enggan.

Tapi sekarang saya sudah masuk cukup dalam ke arena politik. Bertemu dan kenal dengan orang-orang pendukung Bapak. Terlibat diskusi panjang bersama tim dan partai-partai pendukung Ahok Djarot. Bertemu dengan banyak orang yang sepertinya cukup kenal dan kerap berinteraksi dengan Bapak.

Setelah berbulan-bulan saya mengikuti proses demokrasi, baru sekarang, pada titik ini, saya merasa sangat lelah sekali menjadi bagian kecil dari orang-orang yang mendukung anda. Lelah sekali.

Ancaman, intimidasi, sampai penawaran-penawaran menggiurkan agar tidak mendukung Bapak sudah pernah saya dapatkan. Tapi saya malah memilih tidak takut dengan ancaman serta melawan segala bentuk intimidasi.

Banyak teman geleng-geleng kepala melihat sikap saya belakangan ini. Terlihat tak peduli dengan tawaran materi, malah mendukung orang yang non muslim seperti anda tanpa imbalan apa-apa. Bahkan istri saya sempat terdiam cukup lama mengetahui saya menolak tawaran-tawaran tersebut. Ini kalau diibaratkan berdasarkan persepsi teman-teman saya, sudahlah tidak dapat dunia (uang), masih dapat neraka di akhirat kelak.

Tapi saya tau tidak sendiri. Ada banyak pendukung dan relawan anda, yang juga tidak mendapatkan imbalan apa-apa. Kami malah sumbangan untuk biaya kampanye anda dan Pak Djarot. Pagi sampai sore kami bekerja, malam harinya ikut memikirkan politik dalam negeri, bahkan sampai turun ke jalan, menyalakan lilin solidaritas untuk anda yang mendapat perlakuan cukup aneh dari hakim dan hukum di negara ini.

Sekarang, setelah beberapa hari anda di penjara, semalam muncul keputusan yang sangat mengejutkan. Anda dan keluarga memilih mencabut upaya banding. Lebih dari itu, anda menuliskan surat terbuka dan langsung dibacakan oleh Bu Veronica. Berikut ini adalah kalimat yang begitu menggetarkan menurut saya.

    “Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini. Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang menganggu lalu lintas.

    Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini. Saya khawatir banyak pihak yang akan menunggangi jika para relawan berunjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.

    Terima kasih telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan, konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.”

Jujur, tak tega rasanya melihat Bu Veronica menahan air matanya di hadapan publik membacakan surat anda. Tapi tak ada pilihan, itu harus anda lakukan dan memang harus Bu Veronica yang membacakannya. Supaya semua pendukung anda yakin bahwa itu asli dan dari kemauan seorang Ahok.

Jika sebelumnya saya mengenal seorang Ahok yang begitu keras kepala, teguh dan memegang prinsip hitam putih, benar salah, sekarang saya baru tahu bahwa anda tidak hanya bisa meyakini sesuatu yang dianggap benar, tapi juga mau menerima keputusan hakim begitu saja.

Banyak yang kaget dengan keputusan anda, saya salah satunya. Tapi pada akhirnya saya paham, bahwa inilah politik, banyak keputusan-keputusan aneh yang harus diambil untuk kepentingan yang lebih besar. Sekarang anda tidak hanya mengorbankan diri anda sendiri, tapi juga istri dan anak-anak anda untuk kententraman dan keutuhan NKRI.

Saya paham bahwa ini sudah menjelang Ramadhan. Sepertinya anda tak ingin sekelompok makhluk yang selama ini selalu menyerukan “perang badar” benar-benar memiliki alasan dan akan turun ke jalan lagi, berhalusinasi seolah-olah sedang berperang di bulan Ramadhan, ingin mati syahid agar nantinya dapat menikmati puluhan tubuh semlohai bidadari surga dengan segala jenis, ukuran dan rasa.

Luar biasa. Saat anda didemo oleh jutaan orang dari luar Jakarta, dikalahkan oleh isu SARA, kalah karena China dan nonmuslim, divonis hukuman 2 tahun karena tekanan massa, anda rupanya belum berhenti mencintai Indonesia.

Padahal sebenarnya anda bisa saja menghilang ke luar negeri, menyewa kos-kosan di sebelah kosan Habib Rizieq. Tak perlu menghargai hukum di Indonesia, tak perlu datang saat dipanggil, bilang saja sibuk. Tapi anda memilih mencintai negeri ini dengan sempurna. Memilih bertahan di Indonesia, apapun masalah dan kondisinya.

Meski sebagian makhluk menganggap kelompok anda tidak berperang memerdekakan negara ini, China dan kafir tak ada gunanya di Indonesia, tapi sekarang anda menunjukkan betapa anda mencintai negeri ini tanpa syarat. Mampu menghargai hukum dan aturan di Indonesia. Tak pernah mengeluh dikriminalisasi.

Luar biasa Pak. Jika dulu saya berpikir bahwa berada di luar negeri adalah cara terbaik untuk merindukan, mencintai dan merenungkan betapa indahnya negeri ini, sehingga kembali ke Indonesia dengan melepas semua kenyamanan dan fasilitas yang lebih baik di luar negeri adalah tanda cinta luar biasa. Tetapi sekarang saya sadar, bahwa mencintai negeri ini bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Cukup taat pada aturan dan tidak membuat repot negeri ini, kemudian menerima apapun segala bentuk perlakuan negerimu.

Saya tau ada banyak cerita dan kisah yang tak dapat Bapak sampaikan secara terbuka. Beberapa sudah pernah saya dengar dan juga tidak bisa saya ceritakan. Karena semua itu tak terlalu penting, karena semuanya lebih banyak membahas manusia-manusia kerdil. Yang penting sekarang satu Indonesia tahu, bahwa orang yang dicela kutil babi, China, kafir dan seterusnya, memilih mencintai Indonesia dibanding Arab Saudi.

Semoga Bapak diberi kesehatan dan umur panjang, serta tak lelah mencintai Indonesia. Ajari kami untuk terus mencintai dan menghormati negeri ini lebih dari yang mampu kami berikan seperti selama ini…Begitulah kura-kura.