tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] #MenulisAdalahMelawan #MenulisAdalahPembebasan - Yose Rizal Triarto - Yogyakarta, 20 November 2017.

Saturday, May 23, 2020

Pemenang Giveaway Soft Launching dan Diskusi Buku Tata Kelola Penanganan COVID-19 di Indonesia: Kajian Awal

Terima kasih @fisipolugm untuk kesempatan dan apresiasinya. Telah diterima dengan baik siang ini Sabtu, 23 Mei 2020 paket hadiah merchandise eksklusif Fisipol UGM sebagai pemenang giveaway Soft Launching dan Diskusi Buku Tata Kelola Penanganan COVID-19 di Indonesia: Kajian Awal. Semoga sehat dan sukses selalu untuk seluruh pimpinan, dosen, staff, dan admin Fisipol UGM ๐Ÿ™. #UGMPress #COVID19 #FisipolUGM #UGMYogyakarta

Yeey! Makasih yaa min @fisipolugm ๐Ÿ˜๐Ÿ™

Hai Teman-teman Fisipol! ๐Ÿ˜Š Yuk, unduh dan baca buku “Tata Kelola Penanganan COVID-19 di Indonesia: Kajian Awal.” Buku ini merupakan hasil karya dari 37 dosen dan peneliti lintas fakultas di @ugm.yogyakarta yang bertujuan untuk mendiskusikan tentang bagaimana dinamika tata kelola dan kebijakan penanganan COVID-19 di Indonesia?; Bagaimana respon berbagai pihak (pemerintah, industri, dan masyarakat) menghadapi COVID-19?; Komunikasi publik apa yang berlangsung dalam penanganan COVID-19? ⁣

Selain bisa mengunduh bukunya secara GRATIS, Teman-teman Fisipol juga bisa menyimak diskusi tentang buku ini di kanal YouTube Fisipol UGM ๐Ÿ‘๐Ÿผ⁣

Tunggu apa lagi? Yuk, unduh dan baca bukunya sekarang juga!⁣

#UGMPress #COVID19 #FisipolUGM #UGMYogyakarta
Reposted from @fisipolugm

Book OPEN ACCESS

Tata Kelola Penanganan Covid-19 di Indonesia: Kajian Awal
By Poppy S. Winanti (eds); Wawan Mas'udi (eds)

Description

Pandemi global COVID-19 telah melahirkan kegamangan tata kelola penanganan dihampir semua negara, terlepas dari apapun tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi serta karakter politiknya. Sistem manajemen krisis standar kehilangan relevansi, memaksa pemerintah mengambil kebijakan yang cenderung trial and error. Indonesia menghadapi tantangan serupa. Situasi ini diperparah dengan adanya politisasi pandemi dan sikap abai atas science di awal krisis serta kapasitas ekonomi dan sistem pelayanan kesehatan yang terbatas. Buku Tata Kelola Penanganan COVID-19 di Indonesia: Kajian Awal ini dimaksudkan untuk mendiskusikan: pertama, bagaimana dinamika tata kelola dan kebijakan penanganan COVID-19 di Indonesia?; kedua, bagaimana respon berbagai pihak (pemerintah, industri, dan masyarakat) menghadapi COVID-19?; dan ketiga, bentuk komunikasi publik apa yang berlangsung dalam penanganan COVID-19?

Details

Added to UGM Digital Press: 01 May 2020
Publisher: UGM Press
Publication year: 2020
Edition: 1
Pages: 398
Online ISBN: 978-602-386-879-7
Print ISBN: 978-602-386-878-0

DOWNLOAD : https://digitalpress.ugm.ac.id/book/257/download

Tuesday, April 28, 2020

Refleksi Pribadi Buku Sastra dan Religiositas


Sejujurnya sudah 2-3 hari ini saya menimbang-nimbang untuk memposting atau tidak cerita pengalaman berkaitan tentang buku atau cerita apa yang menjadi favorit menurut pertanyaan Games-Quiz April 2020 Hari Buku Se-dunia dari @penerbitkanisius. Singkatnya karena dua alasan: 1. Apakah saya sudah cukup baik membaca buku dan menjadi pribadi yang lebih baik dengan buku-buku yang sudah saya baca selama ini salah satunya dengan berkontribusi positif bagi sesama? 2. Apakah saya sudah cukup layak untuk membagikan pengalaman tentang buku/cerita favorit saya? Atau jangan-jangan tanpa sadar saya justru ingin tampil dan membawa ego saya dengan membawa nama penulis buku favorit saya? Jujur, dalam perenungan momen Hari Buku Se-dunia ini, kesemuanya saya jawab saya masih belum cukup membaca buku, belum cukup menjadi pribadi yang lebih baik, dan sayangnya harus saya akui, pun belum cukup layak membagikan pengalaman berkaitan tentang buku atau cerita apa yang menjadi favorit saya, terlebih lagi soal ego, masih belum ada apa-apanya saya ini dibandingkan dengan nama dan kiprah penulis buku favorit saya. Yang sampai saat ini menjadi salah satu panutan pribadi saya selain Tuhan Yesus Kristus dan Bapak saya di kampung tentunya.
.
Pun demikian baiklah saya akan menjawab pertanyaan dan membagikan sedikit cerita tentang buku favorit saya. Buku favorit saya berjudul Sastra dan Religiositas karangan Y.B. Mangunwijaya terbitan @penerbtkanisius 1988. Buku tersebut sudah cukup lama dan untunya masih dalam kondisi yang cukup baik dan masih layak baca adalah satu buku favorit saya di kala saya masih menuntut ilmu di bangku sekolah SMP dua puluh dua tahun yang lalu.
.
Di dalam buku itu, Y.B. Mangunwijaya atau yang lebih dikenal dengan nama Romo Mangun menjelaskan (atau lebih tepatnya bagi saya menceritakan) dengan gamblang, mengalir, dan sederhana, namun penuh dengan kekayaan intelektual dan religiositas bagaimana sastra dan religiositas itu berada. Cerita tentang kesusastraan dan religiositas mulai dari pada awal mulanya, perkembangan zamannya, sampai dalam sastra Islam modern, sastra Kristen barat, hingga kisah "Manusia Gelandangan" Iwan Simatupang dan "Godlob" Danarto sebagai penutup buku disajikan dengan sangat baik, sangat apik. Pribadi Romo Mangun (dalam tulisan) buku tersebut jauh dari kesan penulis yang sombong. Dalam tulisannya, bagi saya, beliau lebih seperti "menerima segala sesuatunya dan memberi segala sesuatunya juga". Namun tetap memiliki ciri dan keyakinan tegas. Sastra dan religiositas yang sayangnya selama dan sampai saat ini masih sering kita jumpai dalam dikotomi ilmu yang berbeda, ditutup oleh beliau dengan satu kalimat sederhana di akhir buku tersebut di halaman 157 demikian, ".. bahwa Tuhan bukan hanya Something It logika Aria, bukan an abstract silence intelek positivis, melainkan Cinta Yang Hidup dan Menghidupkan". Sungguh suatu religiositas yang menunjukkan keyakinan iman dan ilmu dari sang penulisnya.
.
Buku kecil itulah yang memotivasi dan menginspirasi saya untuk terus belajar, melahap banyak buku, bekerja, menuliskan unek-unek dan lamunan saya tentang buku dan hidup ini, dan mulai belajar menuliskannya dalam bentuk buku pula. Tuhan sebagai Cinta Yang Hidup dan Menghidupkan betul-betul membuat saya mengerjakan hal-hal yang positif dan berguna bagi sesama. Berdonor darah rutin di PMI dan sejak awal tahun 2018 lalu saya memulai bimbingan belajar (bimbel) pelajaran sekolah gratis tiap hari Sabtu sore untuk anak-anak. Dan awal 2019 yang lalu mulai mengadakan bimbel gratis lewat no WhatsApp pribadi saya yang terbuka untuk umum. Adalah dua hal yang masih terus saya kerjakan.
.
Dan sebagaimana di awal cerita saya jatuh cinta pada buku @penerbitkanisius, di tahun 2020 ini saya pun mencoba menuliskan cerita yang termuat dalam Buku Antologi Cerpen Jalan Gelap Kisah Perdagangan Manusia Penerbit Kanisius dan KITA Institute 2020. Dalam salah satu cerita buku tersebut saya berkesempatan mendapat Juara III Kategori Umum Lomba Menulis Cerpen Arpusda Wonosobo Award 2018 oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonosobo. Lagi-lagi harus saya akui dan ceritakan bahwa @penerbitkanisus betul-betul "secara konsisten sampai hari ini terus menghadirkan buku-buku bermutu sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang makin berkualitas; masyarakat yang makin nasionalis dan bermartabat." Bukan sekedar slogan atau retorika marketing belaka.
.
Agaknya betul bahwa humanities (kemanusiaan) dan education (pendidikan) adalah jalan hidup yang saya pilih seperti kisah-kisah hidup dan tulisan-tulisan Romo Mangun. Tentu saya masih belum ada apa-apanya saya ini dibandingkan dengan beliau. Dan saya pun dengan sadar tidak bisa seperti beliau. Hidup yang saya pilih dan kerjakan saat ini, tentunya juga hasil membaca buku-buku bernas dan bersahabat dengan orang-orang yang turut membangun karakter baik, membuat saya yakin buku dapat mengubah orang menjadi lebih baik. Dan pada bagian ini saya harus dengan jujur mengakui dan berterima kasih juga kepada @penerbitkanisius tidak hanya untuk buku Sastra dan Religiositas karangan Y.B. Mangunwijaya terbitan @penerbtkanisius 1988 tadi, tapi juga untuk buku-buku Penerbit Kanisius lain yang bernas tersebut.
.
Terima kasih telah meluangkan waktu membaca cerita ini. Sebagai penutup, izinkanlah saya menuliskan satu nats/ayat perenungan (yang juga terdapat di halaman 5 buku Sastra dan Religiositas karangan Y.B. Mangunwijaya) sebagai satu doa dan keyakinan teguh bahwa masih ada hari esok dan harapan yang lebih baik bagi kita di tengah pandemi Covid-19 ini:
.
Ditulis untuk kawan yang "memperhatikan pelita bercahaya di tempat gelap, sampai fajar menyingsing dan Bintang Timur terbit bersinar dalam hati." (II Petrus 1:19).
.
Matur nuwun. Gusti mberkahi.
.
Yuuk ikutan @ratrihapsari @nindyasmara.ken.swastamita @vivivirginia96.

Monday, March 16, 2020

GRUP WHATSAPP DAN LITERASI DIGITAL PEREMPUAN INDONESIA


Sebagai salah satu aplikasi terpopuler di Indonesia, WhatsApp dipakai secara aktif untuk mengomunikasikan urusan yang sangat privat hingga publik.

Grup WhatsApp dan Literasi Digital Perempuan Indonesia adalah riset pertama berskala besar yang memotret pemakaian WhatsApp di Indonesia, khususnya tentang perempuan dan misinformasi.

Apa jenis misinformasi yang paling sering mereka terima? Di grup apa? Bagaimana kompetensi literasi digital mereka?

Simak uraiannya dalam talkshow di Fisipol UGM (16/3) yang disiarkan secara langsung melalui kanal FB LIVE dan YouTube
.
---
Yth. Bapak/Ibu/Sdr/Sdri Peserta dan Undangan Acara Talk Show Peluncuran Buku & Pelatihan Literasi Digital,

Sesuai dengan Surat Edaran Rektor Nomor 1604/UNI.P/HKL/TR/2020 tentang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Covid-19 di Lingkungan UGM, maka kami akan menyelenggarakan talkshow secara online, tanpa kehadiran audiens, di Auditorium Mandiri Lt.4, Fisipol UGM.

Talkshow akan kami selenggarakan pada hari Senin, 16 Maret 2020, pukul 13.30-14.30 WIB melalui live streaming berikut:
FB Live:  http://ugm.id/fbtalkshowrisetWA
YouTube: http://ugm.id/talkshowrisetWA

Kami segenap tim peneliti memohon maaf yang sebesar-besarnya atas perubahan ini. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungannya.

Bagi undangan dan peserta yang sudah registrasi, silakan mengisi data pada Google Form http://ugm.id/bukurisetWA untuk mendapatkan buku hasil riset yang akan dikirim melalui jasa pos. Biaya pengiriman buku ke alamat Anda sepenuhnya menjadi tanggungan kami.

Hormat kami,
Tim Riset
.
Terima kasih untuk kesempatan dan apresiasinya min @dikomugm Departemen Ilmu Komunikasi UGM dan @fisipolugm Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.
.
Telah diterima dengan baik tadi sore (18/03/20) oleh istri sy @ratrihapsari sekitar Pkl 18.30 WIB, 1 (satu) eksemplar buku yang berjudul "WhatsApp Group and Digital Literacy Among Indonesian Women" beserta surat terlampir.
.
Buku tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Program Magister Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM sebagai salah satu penerima WhatsApp Research Award for Social Science and Misinformation.
.
Semoga sehat dan sukses selalu untuk seluruh Pimpinan dan Staff Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UGM dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UGM. Salam.

Thursday, March 5, 2020

TELAAH PUSTAKA BUDAYA PANJI DAN BUDAYA MATARAMAN

.
Pernah dengar cerita Ande-ande Lumut? Dongeng populer itu adalah salah satu contoh Cerita Panji dalam bentuk dongeng. Masih banyak dongeng lainnya, seperti Keong Emas, Golek Kencana, Panji Laras, Enthit dan sebagainya. Cerita Panji juga terukir dalam belasan relief di belasan candi Jawa Timur, bahkan ditemukan patung Raden Panji dan Sekartaji di Candi Selokelir di lereng gunung Penanggungan, Jawa Timur, dimana patung Panji itu sekarang disimpan di galeri Soemardja ITB.
.
Cerita Panji menjadi bahan baku lakon kesenian rakyat (wayang beber, wayang topeng, wayang krucil, kethek ogleng, gambuh dan sebagainya), diabadikan dalam lukisan klasik dan motif batik. Bahkan Cerita Panji pernah menjadi budaya tanding terhadap kebesaran Ramayana dan Mahabarata pada zaman Majapahit.
.
Pembahasan Panji tersebut didiskusikan dalam Telaah Pustaka Budaya Jawa Edisi Bulan Maret 2020 yang kembali digelar oleh Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Budaya Panji Dan Budaya Mataraman di Jawa Timur” (5/3) di Ruang Seminar Grhatama Pustaka.
.
Narasumber Telaah Pustaka berasal dari Jawa Timur beliau adalah Henri Nur Cahyo dari Pusat Konservasi Budaya Panji Jawa Timur dan Drs. Sudjono, MM. (Pustakawan Ahli Utama)  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.
.
Materi telaah pustaka dapat diunduh di tautan berikut.
http://dpad.jogjaprov.go.id/coe/article/telaah-pustaka-budaya-panji-dan-budaya-mataraman-985
.
#telaahpustaka #grhatamapustaka #perpustakaan #yogyakarta

Matur nuwun kagem kesempatan lan apresiasi na Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY. Mugi-mugi migunani. Aamiin.
.
Terima kasih @balaiyanpus.dpaddiy untuk undangan, kesempatan, dan apresiasinya.
.
"Mengenal Lebih Dekat Budaya Panji dan Budaya Mataraman di Jawa Timur."
.
Grhatama Pustaka, 05 Maret 2020.
.
#TelaahPustaka #BudayaJawa #TelaahPustakaBudayaJawa #EdisiMaret2020 #BudayaPanji #BudayaMataraman #JawaTimur #GrhatamaPustaka #BalaiYanpus #DPADDIY #BalaiYanpusDPADDIY

Thursday, February 13, 2020

Antologi Pemikiran: Menangkis Intoleransi melalui Bahasa dan Sastra BBY DIY 2019

#LatePost Salah satu buku antologi pemikiran terbaik yang pernah sy baca. Terima kasih Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta @balaibahasayogya untuk kesempatan dan apresiasinya (11/02/20).
.
Satu kehormatan bagi sy boleh menuliskan satu dua artikel dalam buku yang baik ini hasil lokakarya 4 Desember 2019 yang lalu:
.
Isu Toleransi Yogyakarta: Tinjauan Awal Bahasa dan Sastra (hal 128) dan Penguatan Pembelajaran Bahasa dan Sastra: Solusi Intoleransi Yogyakarta (hal 149). Semoga bermanfaat. Aamiin.
.
Antologi Pemikiran
Menangkis Intoleransi melalui Bahasa dan Sastra
.
Penyunting:
Ratun Untoro
Mulyanto
Latief S. Nugraha
.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta
2019
.
Aku dan kau adalah kita. Kita, Yogyakarta, Indonesia, dan dunia adalah satu tubuh yang dibangun oleh perbedaan. Namun, kita menyatu dalam pekerjaan besar menggapai satu tujuan mulia: KEDAMAIAN.
.
#SahabatBahasa
#SahabatDikbud

Postingan sebelumnya Lokakarya "Bahasa, Sastra, dan Toleransi" Balai Bahasa DIY 2019 https://suitincase.blogspot.com/2019/12/lokakarya-bahasa-sastra-dan-toleransi.html.

Friday, February 7, 2020

LSIF APEC Yogyakarta 2020 - A Volunteer Story (as LO/Organizing Committee)

Volunteer Application Form
LSIF 01 2019A: Life Science Innovation Forum - Blood Screening and Processing through Development of “Center of Excellence” (CoE).

The applied life sciences are critical to growth and socioeconomic development because healthy people produce healthy economies—innovations to make patient-focused products and services efficient, effective, and easily available, for example, can improve a population's longevity, wellness, productivity and economic potential.

Established by APEC Leaders in 2002, the Life Sciences Innovation Forum (LSIF) has since grown to become APEC's leading initiative on health and health sciences innovation. The LSIF is a multipartite forum that engages representatives from the highest levels of government, industry and academia to create the right policy environment for life sciences innovation.

The requirements to serve as a LSIF - APEC 2020 volunteer are:
- Resides in Indonesia
- Age 18 - 35
- Healthy
- Ability to communicate in English (Fluency in other foreign languages are highly appreciated)
- Committed to the values and principles of volunteerism
- Ability to work in multicultural environment
- Willing to travel to event venues at own cost (accommodation is not provided)

Anything in particular that we should know about you? *
After graduated in last 2007 and working for several positions in cities inside and outside Indonesia before, I always think and believe that everything in our life is temporary. So if things are going good, enjoy it because it won't last forever. And if things are going bad, don't worry. It won't last forever either.

But the most important of our life is how we can enjoy and cherish every moments we have with our family and those who close to us now.

To be honest for me, the opportunity to become a LSIF - APEC 2020 volunteer is like one of my biggest dream will come true. And I know this is the rarest international opportunity that not coming twice in my whole life.

So if you give me the opportunity to become one of LSIF - APEC 2020 volunteer I will treasure it by learn and do my best and cherish every its moments for the rest of my life. Thank you very much.

Any volunteerism experiences? *
Yes

If yes please specify
VOLUNTEERING EXPERIENCES
•    January 2018 – Present. Member of Human Resources Development Education Commission of GKJ Kotagede Yogyakarta
•    May 08, 2017 Piagam Penghargaan Donor Darah 25x Palang Merah Indonesia: Unit Donor Darah (UDD) PMI Cab. Kota Yogyakarta
•    February 2017 – July 2017. Regional Data Entry and Management Team of GKJ Kotagede Yogyakarta
•    April 2014 – December 2015. Secretary of Pengurus Paguyuban Umat Kristiani RW.1 Kel. Sorosutan Kec. Umbulharjo Yogyakarta
•    2006 Student Volunteer on International Geosciences Conference & Exhibition Joint Convention Center Jakarta
•    2004-2008 Member of PMK F.MIPA UNDIP, HMF UNDIP, KSGF UNDIP, PMKS Perkantas Semarang, HMGI, HAGI

OTHER EXPERIENCES INTERNATIONAL TOPICS RELATED
•    October 2019 Piagam Penghargaan Menulis Essay Kedutaan Besar Federasi Rusia Untuk Indonesia. Acknowledged by Duta Besar Federasi Rusia Untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva
•    September 2019 Invited as Non-Presenter Participant for REPESEA Final Project Conference Universitas Gadjah Mada’s Master of Science and Doctorate Program with REPESEA Final Project Conference Committee
•    August 2018 Invited as Non-Presenter Participant for ICSC 2018 International Conference Universitas Gadjah Mada’s Center for Population and Policy Studies with ICSC 2018
•    August 2018 Invited as Probandus for Ethics Teachers' Training Course (ETTC) Programme Universitas Gadjah Mada’s Centre for Bioethics and Medical Humanities with UNESCO

Please choose the positions you wish to volunteer in! (You may pick max 2) *
~Registrar and Secretariat
~Event and Program

>> January 7, 2020 submitted the Volunteer Application Form

>> January 9, 2020 joined the [VOLUNTEER]LSIF-APEC 2020 WhatsApp group

>> January 19, 2020 LSIF-APEC 2020 1st Technical Meeting at Sardjito General Hospital

>> January 30, 2020 LSIF-APEC 2020 2nd Technical Meeting at Sardjito General Hospital
>> January 30, 2020 Send an introduction email as The Liaison Officer (LO) for Ministry of Health - Brunei Darussalam delegates: Ms Roslyssa binti Haji Rosli (Scientific Officer) and Ms Norlela binti Haji Ismail (Laboratory Technician)
 

>> February 02, 2020 LSIF-APEC 2020 3rd Technical Meeting at Sardjito General Hospital
>> February 03, 2020 LSIF-APEC 2020 General Repetition (Gladi Resik) at Tentrem Hotel 
>> February 03, 2020 Pick Up Service at Adi Sutjipto Airport + signages
>> February 03, 2020 INFORMED CONSENT
1. Tell all participants (delegates) must follow all the sessions on time from 7 AM (04/02) and 8 AM (05/02).
2. Our responsibility (as LO's) are to pick LO's delegates from airport to hotel and be ready during the event time (04 to 05/02). Outside from it we're offering different kind of service if needed.
3. It's okay to take and publish pictures during event.
4. There will be another event named BACT (Basic-Advanced Course in Transfusion) 2020 - in conjunction with LSIF APEC Workshop at the right side off ballroom.
5. There is an online transportation application that can be downloaded from mobile phones if participants (delegates) would like to visit some places after the event.

From official website of COE - LSIF APEC Yogyakarta 2020 : https://lsifapecyogyakarta.com/
LSIF APEC Yogyakarta 2020
4 & 5 February 2020 - Yogyakarta, Indonesia

About
BLOOD SCREENING AND PROCESSING CENTRALIZATION THROUGH DEVELOPMENT OF “CENTER OF EXCELLENCE” (CoE)

The workshop is a 2 days event, will equip the participants with various knowledge and information of CoE by having the speakers and experts will share their knowledge and experience on CoE implementation in their respected economies or organization. Workshop will be presented in the method of knowledge sharing, discussion, as well as question & answer sessions with several experts. There will be a mutual dialogue sessions, designed to create a general guideline for APEC member economies as a reference on implementing CoE.

Speakers
Prof. Erica Wood
Professor Wood is a Transfusion Medicine Specialist, and Head of SPHPM's Transfusion Research Unit. Erica works as a Consultant Haematologist at Monash Health and holds an honorary Consultant Haematologist appointment at Peter MacCallum Cancer Centre / Victorian Comprehensive Cancer Centre.

Dr. dr. Yuyun S.M., MSc.
Dr. Yuyun is a Group Lead of Blood and Other Products of WHO

Nelson Hirokazu Tsuno, MD, PhD, MBA
Dr. Tsuno serves as a Deputy Director General, Japanese Red Cross Society.

drg. Saraswati, MPH
drg. Saraswati is Director of Primary Health Service, Ministry of Health, Indonesia

Kriangsak Chaiwong
Mr. Kriangsak Chaiwong is currently serving National Blood Centre, Thai Red Cross Society as Chief of Blood Testing Section.

Ming-Chang Lin
Ming-Chang Lin is Director of Taipei Blood Center.

M. Rahman Roestan, MBA.
Mr. Rahman Roestan is Operational Director of Biofarma ltd.

Dr. Jerry Holberg
Dr. Jerry Holmberg is Director of Grifols Diagnostic Solution Inc.

Venue
Jl. P. Mangkubumi 72A Yogyakarta Indonesia 55233

Agenda
Day 1 – Tuesday, 4th February 2020
07.00-08.00    Registration

08.00-08.45    Opening Ceremony
·  Sing the Indonesian National Anthem
·  Yogyakarta Traditional Dance Performance
·  Welcome remarks by Director of Sardjito General Hospital
·  Welcome remarks by Governor of Special Region Yogyakarta
·  Welcome and Opening remarks by the Minister of Health of the Republic of Indonesia

08.45-09.15    Photo Session and door stop

09.15-09.45    Keynote Speech: Challenges for Blood Transfusion Regulation
Bambang Wibowo* (Deputy Minister/Director General for Health Services, Ministry of Health of the Republic of Indonesia)

09.45-10.00    Coffee Break and Pre-Test
Session 1: Background and Issue of Blood Screening and Processing Centralization
Moderator: Diana Teo* (Singapore)

10.00-11.10    APEC White Paper on Blood Screening and Processing Centralisation and Regulatory Harmonisation: Sonu Bhatnagar (Singapore)
Woman Issues in Blood Donation: Erica Wood (Australia)
Ethical Consideration of Medical Products of Human Origin: Agus Purwadianto (Indonesia)

Session 2: International Standard for Blood Products
Moderator: Ria Syafitri Evi Gantini* (Indonesia)11.10-12.20    GMP/ International Standards for Blood Collection & Processing: Niken Ritchie* (Indonesia)
The WHO Action Framework to Advance Universal Access to safe, effective and quality assured of blood products: Yuyun Siti Maryuningsih (WHO)
GMP Certification for Blood Center Towards Plasma Fractionation: Penny K. Lukito* (Indonesia)

12.20-13.20    Lunch

Session 3: Experience of Blood Screening and Processing Centralization  Implementation, the example from early mover economies
Moderator: Diana Teo* (Singapore)

13.20-14.10    Transfusion Practice in APEC Developed Economies: Nelson Hirokazu Tsuno (Japan)
Challenges in the Safety and Quality of Blood Supply: Jerry Holmberg* (USA)

14.10-14.20    Stretching

14.20-15.30    Small Group Discussion

15.30-16.00    Coffee Break

16.00-17.00    Group Presentation

17.00-17.10    Day 1 Wrap Up and Concluding Statement

Day 2 – Wednesday, 5th February 2020
08.00-09.00    Registration

09.00-09.30    Review of Day 1
Yuyun Siti Maryuningsih (WHO)

09.30-09.45    Coffee Break
Session 4: Extended Benefits of Blood Screening and Processing Centralization Implementation
Moderator: Darwito (Indonesia)

09.45-10.35    Development and Challenges of Plasma Fractionation: M. Rahman Roestan (Indonesia)
Health Indicator Impact of Blood Screening and Processing Centralization: Erica Wood (Australia)

Session 5: Preparation of Blood Screening and Processing Centralization
Moderator: Saraswati* (Indonesia)

10.35-12.00    Regulation to Support Consolidation of Blood Testing and Processing: Diana Teo* (Singapore)
Blood Screening and Processing Centralization: Implementation Cost Analysis: Jerry Holmberg* (USA)
Converging Standard for Center of Excellence: Kriangsak Chaiwong (Thailand)

12.00-13.00    Lunch

Session 6: Case Studies from Thailand and Chinese Taipei
Moderator: Nelson Hirokazu Tsuno (Japan)

13.00-13.50    Kriangsak Chaiwong (Thailand)
Ming-Chang Lin (Chinese Taipei)

13.50-14.00    Stretching

14.00-15.00    Small Group Discussion

15.00-15.15    Coffee Break

15.15-16.15    Group Presentation

16.15-17.00    Day 2 Wrap up and Concluding Statement

17.00-17.10    Post-Test and Evaluation

17.10-17.30    Closing Ceremony

17.30-22.00    Dinner (Prambanan)

SOME PICTURES:
Day 1 - Tuesday, February 4th, 2020.
.
https://lsifapecyogyakarta.com/
.
LSIF APEC Yogyakarta 2020
Blood Screening and Processing Centralization through Development of “Center of Excellence” (CoE).
.
#LSIF #APEC #YOGYAKARTA #2020
#LSIFAPECYOGYAKARTA2020
#TENTREMHOTEL

Day 2 - Wednesday, February 5th, 2020.
.
https://lsifapecyogyakarta.com/
.
LSIF APEC Yogyakarta 2020
Blood Screening and Processing Centralization through Development of “Center of Excellence” (CoE).
.
#LSIF #APEC #YOGYAKARTA #2020
#LSIFAPECYOGYAKARTA2020
#TENTREMHOTEL
 

Day 3 - Thursday, February 6th, 2020.
See you later, Lyssa and Lela. Thank you very much for everything. Have a safe flight. All the best for your future endeavors ๐Ÿ™.
.
https://lsifapecyogyakarta.com/
.
LSIF APEC Yogyakarta 2020
Blood Screening and Processing Centralization through Development of “Center of Excellence” (CoE).
.
#LSIF #APEC #YOGYAKARTA #2020
#LSIFAPECYOGYAKARTA2020
#TENTREMHOTEL

SOME SPEAKERS/PARTICIPANTS COMPLIMENTS:
From one of APEC officer Feb 06, 2020
From Mr. Nicholas Uzl (USA) Feb 07, 2020
From Mr. Ming Chang Lin (China Taipei) Feb 07, 2020
From Mr. Jerry Holmberg (USA) Feb 08, 2020