tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] Mari gemar membaca & mengoleksi buku. Sebab ilmu tak akan pernah lekang oleh waktu. - Yogyakarta, 26 November 2016.

Thursday, July 24, 2014

Agus Mulyadi: Cah Ndeso Tapi..


Buku Jomblo Tapi Hafal Pancasila oleh Agus Mulyadi. Sumber: http://www.agusmulyadi.web.id/

Pertama-tama ijinkan saya memperkenalkan maksud dan tujuan tulisan saya kali ini. Jujur loh bukan semata-mata hanya untuk mendapatkan hadiah dari empunya acara tapi juga tidak lain dan tidak bukan adalah karena saya ingin mecoba berkontribusi mereview kecil-kecilan salah satu blog anak bangsa Indonesia.

Jadi begini, mas Agus Mulyadi saat ini sedang mengadakan acara Giveaway Syukuran Terbitnya Buku "Jomblo Tapi Hafal Pancasila". Info lomba review ini awalnya saya dapatkan dari situs Lomenulis.com. Boleh silahkan langsung di-klik tautan-tautan tersebut untuk berpartisipasi dalam acaranya.

Kesan pertama saat saya membuka http://www.agusmulyadi.web.id jujur saja yang memang terlintas adalah 'cah ndeso tapi..'. Mohon maaf sebelumnya kepada mas Agus Mulyadi dengan judul postingan saya tersebut. Tidak lain dan tidak bukan karena saya ingin mereview sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya dari blog sampeyan. Ada beberapa alasan kenapa saya tulis dengan judul begitu.

Pertama, tampilan foto diri dengan busana Jawa lengkap sepinggang dengan jempol tangan kanan yang seolah-olah memberikan isyarat 'monggo' dan juga 'oke'. Buat yang pernah mempelajari bahasa tubuh dan ekspresi seseorang saat sedang difoto pasti bisa menjelaskan sedikit. Saya menangkap sang empunya blog ingin menunjukkan citarasa-impresi mendalam dan eksistensi keaslian dan keberadaan diri yang memang sesuai dengan alasan berikutnya.

Kedua, judul blog yang langsung mengena ke calon pembaca 'Agus Mulyadi Njaluk Rabi-Sholat Jauh Lebih Penting Ketimbang Membaca Blog Ini'. Rasa-rasa humor ringan namun mengena memang tampaknya sudah diperkenalkan di awal blog. Mas Agus ini, yang dalam penuturannya tentang siapa dia menjelaskan dengan bahasa yang ringan, lahir di Magelang, hidup di Magelang, dan besar di-Dzolimi. Agak mrongos, humoris, cerewet, ceplas-ceplos, tidak terlalu bertanggung jawab, dsb. Kesan yang saya tangkap di sini adalah wong Jowo asli, mbeling, ora melu-melu aturan/pakem tapi sederhana, dan terbuka.

Apa sudah sampai di situ sajakah? Sepertinya tidak demikian. Berawal dari dua kesan tadi saya mencoba menggali lebih dalam sekaligus mencoba mendalami blog http://www.agusmulyadi.web.id/. Mereview satu blog yang memang bergaya bahasa sederhana, ceplas-ceplos dan apa adanya mempunyai ketertarikan sendiri buat saya. Toh mas Agus Mulyadi dalam beberapa postingannya memang tidak melulu membawa satu topik dengan gaya bahasa berat.

Cobalah iseng-iseng melihat daftar isi blog yang telah beliau tulis dalam daftar isi blog Agus Mulyadi berikut. Dimulai dari postingan pertama 4 Mei 2013 sampai dengan postingan terakhir 17 Juli 2014, sudah beragam ulasan dan tulisan yang lebih lanjut bisa saya tuliskan sebagai: serba mbeling, ora melu-melu aturan, sederhana, terbuka, ringan dan enak dibaca.

Membaca isi blog dari mas Agus Mulyadi mengingatkan saya akan masalah-masalah keseharian hidup yang bisa saja dihadapi tiap orang. Diulas dengan tutur kata yang sopan dan ringan tapi tetap membuat sekaligus mengajak pembaca untuk lebih menyelami makna hidup yang sederhana. Mulai dari soal masuk angin, ribut-ribut tentang e-ktp, jalan-jalan plesiran batik, soal menu bubur sayur, sampai ngomongin politik mengapa jokowi?

Memang seharusnya demikian. Toh kita hidup dalam aktifitas yang umumnya biasa-biasa saja. Ndeso walaupun mungkin banyak juga yang hidup di kota. Tapi ndeso di sini maksud saya adalah keterbukaan, keramahan, keingin-tahuan yang sederhana, dan mau terus belajar (dan menulis tentunya bagi mas Agus Mulyadi). Ndeso juga berarti tidak menutup-nutupi. Jadi, ndeso sah-sah aja. Tidak akan ada yang marah saya rasa.

Nah, cukup sampai di sini saja review singkat saya. Kurang seru rasanya kalau saya tuliskan dan buka semua seperti apa blog mas Agus Mulyadi dan isinya. Jadi apakah betul mas Agus Muljadi itu cah ndeso tapi..? Monggo silahkan berkunjung ke blog http://www.agusmulyadi.web.id dan coba rasakan sendiri seperti apa 'tapi' yang saya maksudkan. Saya yakin makin dibaca akan makin 'ngangeni' dan bikin ketagihan.

Akhir kata, selamat dan sukses untuk mas Agus Mulyadi atas terbitnya buku pertama Jomblo Tapi Hafal Pancasila. Harapan saya tentunya ini bukan kali terakhir sampeyan memproduksi buku. Terus berkarya dan menulis. Saya percaya ilmu adalah amanah, dan berbagi menambah berkah. Salam.


Buku Jomblo Tapi Hafal Pancasila kiriman dari @NotedCupu. Sumber: http://www.agusmulyadi.web.id/2014/07/buku-jomblo-tapi-hafal-pancasila.html

Buku Jomblo Tapi Hafal Pancasila. Sumber: http://www.agusmulyadi.web.id/2014/07/buku-jomblo-tapi-hafal-pancasila.html

2 comments:

  1. Matursuwun mas sudah bersedia ikut meramaikan giveaway saya.... matursuwun, semoga panjenengan senantiasa diberikan keberkahan dan kegembiraan

    ReplyDelete
  2. Matur suwun sudah meninggalkan komentar di blog sy mas Agus. Matur suwun untuk doa nya juga. Semoga panjenengan pun demikian :).

    ReplyDelete