tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] Mari gemar membaca & mengoleksi buku. Sebab ilmu tak akan pernah lekang oleh waktu. - Yogyakarta, 26 November 2016.

Monday, July 14, 2014

Simponi Negeri Di Atas Awan


Festival Budaya Dieng. Sumber: http://indonesia.travel/id/

Dewasa ini laju perkembangan pariwisata di indonesia semakin berkembang seiring dengan meningkatnya perekonomian dunia. Indonesia yang kaya akan wisata alam dan budaya, dewasa ini pemerintah makin gencar mengembangkan sumber daya pariwisata yang akan direncanakan sebagai sumber devisa oleh karena itu pemerintah menyadari pentingnya pariwisata sebagai sektor yang dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat indonesia secara umum dan secara khusus akan meningkatkan taraf hidup masyarakat regional, dengan kata lain meningkatkan pendapatan masyarakat yang bertempat tinggal di lingkungan sekitar tempat wisata.

Jika di Brazil terkenal dengan festival goyang samba di Rio De Janiero, maka di Dataran Tinggi Dieng juga memiliki Festival Budaya Dieng (Dieng Culture Festival) yang tak kalah menariknya.  Apa sih Dieng Culture Festival itu? Sebagaimana namanya Dieng Culture Festival merupakan festival budaya dengan konsep sinergi antara unsur budaya masyarakat, potensi alam Dieng serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai misi dasar pembentukan acara tersebut. Acara ini digagas oleh kelompok sadar wisata dengan melibatkan berbagai elemen masyarkat dan organisasi/dinas terkait kepariwisataan Dieng.

Salah satu acara di Festival Budaya Dieng. Sumber: http://www.wisatadieng.com/

Dieng Culture Festival (Festival Budaya Dieng) pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010. Sebelumnya pernah diadakan acara serupa yang lebih dikenal dengan sebutan “Pekan Budaya Dieng”. Baru ketika memasuki tahun ketiga, masyarakat lokal Dieng dan kelompok sadar wisata berinisiatif untuk mengubah nama even tersebut menjadi Dieng Culture Festival.

Pemandangan seorang anak yang rambutnya dicukur mungkin hanyalah pemandangan biasa saja jika Anda melihatnya di kota besar. Namun akan lain ceritanya jika Anda berkesempatan berwisata ke Dieng Plateu (Dataran Tinggi Dieng). Setiap tahunnya pada Festival Budaya Dieng (Dieng Culture Festival) ritual potong rambut gimbal menjadi acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh para wisatawan. Namun tentu saja bukan hanya ritual potong rambut gimbal ini saja yang menyedot perhatian para wisatawan. Keindahan panaroma alamnya menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan.


Dataran Tinggi Dieng. Sumber: http://getready123.files.wordpress.com


Perjalanan ke Dieng. Sumber: http://rizalbustami.blogspot.com/

Terletak di Jawa Tengah, Dataran Tinggi Dieng berada di antara dua wilayah kabupaten. Dieng Kulon masuk wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, sedangkan Dieng Wetan masuk wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Dataran Tiggi Dieng berada pada ketinggian rata-rata 3000 meter dpl. Suhu udaranya berkisar antara 8-22 derajat Celcius. Pada musim kemarau, suhu di pagi hari dapat turun drastis hingga nol derajat Celcius. Turunnya suhu yang ekstrim ini kerap menyebabkan terbentuknya bun apas atau embun beku. Kata Dieng sendiri berasal dari kata 'Di' dan 'Hyang'. Di artinya baik, bagus, atau sifat-sifat yang berhubungan dengan ketinggian. Sedangkan Hyang artinya Dewa. Maka Dieng dapat diartikan sebagai daerah pegunungan tempat para dewa bersemayam.

Dieng memang lebih terkenal akan wisata alamnya yang mempesona, seperi Candi Dieng, Telaga Warna, Kawah Canderadimuka. Namun tak hanya terkenal akan keindahan wisata alamnya saja, keunikan budaya menjadi daya tarik tersendiri yang tak kalah menarik di kawasan bersuhu dingin tersebut. Selama tiga tahun terakhir Dieng Culture Festival menjadi magnet baru wisata di Jawa Tengah. DCF atau Dieng Culture Festival adalah pesta rakyat terbesar di pegunungan Dieng, yang diselenggarakan setiap tahun hanya sekali. Menampilkan ruwatan cukur rambut gembel yang merupakan ikonik Kabupaten Wonosobo yang telah lama melagenda, atraksi seni budaya, wayang kulit dan menampilkan pameran kerajinan dan makanan khas dari daerah sekitar pegunungan Dieng.


Dieng Culture Festival 5 2014. Sumber: http://diengbackpacker.com/


Rangkaian kegiatan menyambut HUT Wonosobo ke-189. Sumber: http://diengculturefestival.com/

Ada apa di Dieng Culture Festival? Yang paling menarik dan menjadi perhatian utama para wisatawan dan penduduk lokal adalah acara ruwatan atau pemotongan rambut bocal gimbal Dieng. Ruwatan merupakan prosesi penyucian yang sudah sangat lekat dengan kebudayaan dan adat di Jawa. Ruwatan bocah berambut gimbal kurang lebih memiliki maksud yang sama, yakni suatu upacara atau ritual yang bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan baik pada si bocah gimbal maupun masyarakat Dieng pada umumnya.

Bocah berambut gimbal sendiri merupakan fenomena unik yang sudah ada di Dieng sedari dahulu kala dan dipercaya oleh masyarakat di sekitar pegunungan Dieng, dimana anak-anak tertentu yang berusia antara 40 hari hingga 6 tahun tumbuh rambut gimbal di kepalanya secara alami. Masyarakat Dataran Tinggi Dieng percaya bahwa anak-anak berambut gimbal tersebut adalah titipan dari Kyai Kolo Dete. Kyai Kolo Dete merupakan salah seorang pejabat/punggawa di masa Mataram Islam (pada masa abad ke empat belas) yang ditugaskan utnuk mepersiapkan pemerintahan di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Kyai Kolo Dete dan istrinya (Nini Roro Ronce) saat tiba di Dataran Tinggi Dieng, mendapat wahyu dari Ratu Pantai Selatan. Pasangan ini ditugaskan membawa masyarakat Dieng menuju kesejahteraan. Tolak ukur sejahteranya masyarakat Dieng akan ditandai dengan keberadaan anak-anak berambut gimbal. Sejak itulah dipercaya munculnya anak-anak berambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng.

Bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng, jumlah anak berambut gimbal berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak jumlah anak berambut gimbal, masyarakat Dieng yakin kesejahteraan meraka akan semakin baik. Begitu pula sebaliknya. Dalam kehidupan sehari-hari seorang anak gimbal tidak berbeda dengan anak-anak lainnya. Hanya saja mereka biasanya cenderung lebih aktif dibanding anak-anak lain.


Anak berambut gimbal di Dieng Culture Festival 2013. Sumber: http://www.indonesia.travel/

Anak-anak berambut gimbal di Dieng Culture Festival 2013. Sumber: http://4.bp.blogspot.com/


Iring-iringan anak berambut gimbal. Sumber: https://thepowerofpublicrelation.files.wordpress.com/
Upacara pemotongan rambut anak gimbal. Sumber: http://info-pinter.blogspot.com/



Kelompok kesenian tari kuda kepang. Sumber: http://infodiengculturefestival.wordpress.com/ 

Pertunjukan Wayang Kulit Dieng. Sumber: http://info-pinter.blogspot.com/


Arak-arakan Gunongan sebagai simbol syukur kepada alam. Sumber: http://www.indonesia.travel/
Antusiasme menyaksikan penampilan tari topeng. Sumber: http://poketrip.com/ 
  
Setelah menyimak dan melihat postingan foto-foto artikel tadi, siap untuk berwisata alam, kuliner, seni dan kebudayaan sekaligus? Di Dataran Tinggi Dieng Anda bisa mendapatkan semuanya. Dimulai dari menikmati golden sunrise di Bukit Sikunir. Lalu menikmati keindahan alam di Telaga Warna, Telaga Pengilon, Candi-candi Kuno dan kawah Sikidang. Kemudian menyaksikan festival budaya terbesar di Dieng (Dieng Culture Festival). Lidah Anda akan dimanjakan dengan menikmati Mie Ongklok, Carica dan Kopi Purwaceng khas dari daerah Wonosobo. Lengkap sudah jadwal liburan Anda.

Tradisi dan budaya merupakan warisan yang tak ternilai harganya, oleh karena itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban Bangsa Indonesia untuk melestarikan keberadaannya sehingga tidak punah begitu saja. Ritual cukur rambut gembel dan Dieng Culture Festival adalah ikonik Kabupaten Wonosobo yang sudah menjadi tradisi turun temurun warga Kabupaten Wonosobo. Bukan tanpa alasan disebut sebagai negeri eksotik di atas awan yang penuh nilai budaya. Selain untuk beristirahat sejenak dari kehidupan kota besar yang dipenuhi kemacetan dan tuntutan waktu, kita pun dapat mempelajari dan menikmati kekayaan budaya bangsa kita. Yuk kita jelajahi kekayaan alam dan budaya Wonosobo Indonesia!

Kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita siapa lagi. Pelestarian nilai budaya adalah tanggung jawab kita bersama. Silahkan klik gambar di bawah ini untuk melihat dan mendownload rangkaian acara Hari Jadi Wonosobo ke-189.

http://www.wonosobokab.go.id/images/data/HARI%20JADI%20WONOSOBO%20KE%20189.pdf
Banner Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-189. Sumber: http://www.wonosobokab.go.id/

"Selamat ulang tahun yang ke-189 untuk Kabupaten Wonosobo,
semoga semakin maju, sejahtera, dan berkembang."

Postingan artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway #HariJadiWonosobo189.

http://golokalmagz.wordpress.com/2014/07/01/giveaway-menulis-artikel-blog-harijadiwonosobo189/
Banner Giveaway Hari Jadi Wonosobo 189. Sumber: http://golokalmagz.wordpress.com/


Hadiah Carica dan Sobo Bros untuk Pemenang Surprise 1.

E-Sertifikat untuk Pemenang Surprise 1.

4 comments:

  1. Tahun lalu bisa menyaksikan acara ruwatan. Tapi, tahun ini enggak bisa. Hehehe

    Sukses ngontesnya ya. . .

    ReplyDelete
  2. Terima kasih komentarnya sist Idah Ceris. Sukses juga buat kontes blognya ya :).

    ReplyDelete
  3. sangat informatif....i love dieng...

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mbak Yuni. semoga bermanfaat =).

      Delete