tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] Mari gemar membaca & mengoleksi buku. Sebab ilmu tak akan pernah lekang oleh waktu. - Yogyakarta, 26 November 2016.

Saturday, September 27, 2014

Harmonisasi Hubungan Kerja: Mungkinkah?



Setiap orang dari lubuk hati terdalam pastilah menginginkan adanya sebuah keharmonisan hubungan kerja dengan setiap orang di tempat bekerjanya. Tak terkecuali baik pimpinan maupun karyawan. Namun demikian fakta telah menunjukkan bahwa dengan adanya persaingan kerja telah menciptakan hubungan kerja yang kurang harmonis. Hal ini disebabkan oleh karena keinginan masing-masing orang dan rasa takut akan kehilangan pekerjaan yang menutupi semua akal sehat sehingga membuat orang-orang cenderung berpikir negatif.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh sekelompok tim dari University of Southern California menghasilkan suatu kesimpulan bahwa suka tidaknya seseorang dengan orang lain ternyata mempengaruhi proses kinerja otak yang dimiliki. Hal ini berkorelasi erat dengan kondusif atau tidaknya suasana di tempat kerja. 

Manusia adalah makhluk sosial sehingga memiliki naluri dasar sacara alamiah untuk berhubungan dan membutuhkan sesamanya. Hubungan demikian dimulai dari tingkat pasangan, keluarga, hingga komunitas internasional. Relasi dan koordinasi dalam melakukan perkerjaan menjadi sangat penting karena seseorang tidak dapat melakukan pekerjaannya sendiri dan keberhasilan membangun koordinasi tersebut amat dipengaruhi oleh kuat tidaknya relasi horizontal yakni antara sesama pegawai yang setara, dan relasi vertikal yakni hubungan antara pegawai dengan atasan atau level yang lebih tinggi. 

Fakta-fakta telah membuktikan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa suasana kerja yang harmonis akan berbanding lurus dengan produktivitas yang tinggi dari setiap karyawan. Begitu juga hal sebaliknya. Hal inilah yang mau tidak mau harus disadari dan dimengerti sepenuhnya oleh para pemegang keputusan dan atasan di tiap perusahaan. 

Banyak sekali pengusaha yang meremehkan pentingnya membangun suasana kondusif dan harmonis di tempat kerja untuk para karyawan yang bekerja di perusahaannya. Padahal suasanya yang positif  di tempat kerja seperti budaya saling menghargai, saling memberi dukungan dan motivasi atau suasana yang penuh kehangatan dan keramahan sangat berpengaruh pada peningkatan kinerja otak dari tiap karyawan dan berefek pada peningkatan dan berkembangnya kreatifvitas dan produktivitas kerja karyawan.

Para pebisnis yang menginginkan kinerja sumber daya manusia yang optimal tentu memahami bahwa penelitian di atas mengungkap betapa pentingnya menciptakan suasana kondusif di tempat kerja agar tiap karyawan mampu mengeluarkan penuh semua potensi dan kemampuan yang mereka miliki. 

Tampaknya kesadaran akan pentingnya peningkatan dan efektifitas sumber daya manusia dan produktivitas yang tinggi sudah mulai meningkat di perusahaan-perusahaan. Walaupun harus sedikit dipaksa dengan keadaan situasi perekonomian dunia yang saat ini cenderung lesu sehingga membuat perusahaan harus berpikir ulang bagaimana strategi untuk bertahan. Dan pilihan yang baik adalah bagaimana meningkatkan suasana pekerjaan menjadi lebih baik, harmonis, hangat dan nyaman bagi karyawan. Ketimbang untuk mengeluarkan karyawan dari posisi-posisinya. 

Terbangunnya koordinasi yang harmonis antara sesama pegawai maupun dengan pimpinan yang lebih tinggi pada dasarnya akan memberikan manfaat dalam pencapaian sasaran kinerja. Pertama, saling memahami karakter teman sejawat masing-masing, termasuk dengan pimpinan dan arah sebaliknya menjadikan pimpinan mengetahui yang di bawahnya. Kedua, saling memahami uraian pekerjaan dan tahap pelaksanan suatu pekerjaan yang dipimpin oleh atasan membutuhkan kerjasama tim. Ketiga, terbangunnya kerjasama dalam suatu tim kerja yang kompak sehingga mewujudukan adanya dinamika kelompok. Keempat, meminimalisir terjadinya konflik horizontal maupun vertikal. Kelima, menciptakan lingkungan kerja yang harmonis sekaligus budaya dan etos kerja ynag mempengaruhi adanya peningkatan kinerja karyawan.

Sudah seharusnya pemimpin sebagai koordinator semua fungsi dan peran kerja dapat menjadi contoh positif bagi semua orang untuk membangun sebuah hubungan kerja yang harmonis dan dinamis. Pimpinan yang hebat akan selalu melahirkan karyawan-karyawan unggul. Tanpa pernah memojokkan siapapun atas sebuah proses manajemen yang gagal. 

Keharmonisan hubungan kerja akan meningkatkan rasa percaya diri pemimpin untuk mempercayai semua kekuatan sumber daya perusahaan dan hal ini akan menjadikan manajemen mampu berkonsentrasi pada strategi dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis. Keharmonisan hubungan kerja membuat tujuan perusahaan akan tercapai dengan sempurna.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengharmoniskan suasana kerja. Namun demikian paling tidak ada tiga hal penting yang dapat dilakukan dan bisa menjadi masukan baik bagi pimpinan maupun karyawan:

1. Jadikan tempat bekerja sebagai rumah kedua
Bagi sebagian besar orang rumah adalah tempat untuk kembali setelah beraktifitas di luar yang menguras tenaga. Di rumah ada anggota keluarga yang saling mendukung ketika susah maupun senang. Begitu juga seharusnya tempat bekerja diupayakan sebagai rumah yang kedua. Saling mendukung saling menyemangati. Dengan menjadikan area pekerjaan sebagai rumah yang kedua akan tercipta suasana kerja yang nyaman.

2. Keadilan bagi semua karyawan
Setiap orang pasti akan senang jika diperlakukan dengan adil. Demikian juga setiap karyawan di dalam perusahaan. Adil di sini adalah memberikan reward dan punishment sesuai dengan apa yang dilakukan. Gaji yang sesuai dengan tanggung jawab pekerjaan. Dan hukuman yang tegas dan tak pandang bulu bagi setiap karyawan dan pimpinan yang melakukan kesalahan.

3. Meningkatkan komunikasi di tempat kerja
Cara paling mudah dan sederhana dalam meningkatkan komunikasi bisa dilakukan dengan memperbanyak pertemuan informal di luar kantor. Suasana yang santai, seperti arisan bulanan, futsal, karaoke atau silahturahmi lainnya perlu dijadikan sebagai agenda rutin untuk mempererat kerjasama. 

Suasana kondusif dan harmonis adalah investasi penting bagi perusahaan dalam meningkatkan performa dan berimbas pada output produktifitas karyawan dan pimpinan. 

Keharmonisan hubungan kerja akan menciptakan rasa memiliki dan rasa peduli karyawan dan pimpinan lebih dari apa pun. Keharmonisan hubungan kerja berpotensi besar menghasilkan loyalitas karyawan dan pimpinan terhadap pekerjaan dan perusahaan.

Untuk membangun keharmonisan hubungan kerja perusahaan harus memiliki sikap tegas untuk membangun model bisnis, model organisasi, sistem, prosedur, etika, aturan, dan kebijakan kerja yang merangkul setiap orang untuk dapat hidup dalam keharmonisan hubungan yang berintegritas tinggi. Dengan demikian niscaya suasana kerja yang nyaman dan harmonis akan terjalin dan hubungan antar karyawan yang sehat dapat terwujud.

-----
Biodata penulis: Yose Rizal Triarto, lahir di Cirebon, Jawa Barat, pada 5 Desember 1985. Ia adalah alumnus Fisika F. MIPA UNDIP Semarang. Semasa kuliah aktif menjadi pengurus inti beberapa organisasi kemahasiswaan. Sempat bekerja di beberapa perusahaan nasional dan multinasional. Saat ini bekerja sebagai pengajar dan pengelola LBB+ Prestasi Utama Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment