tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] Mari gemar membaca & mengoleksi buku. Sebab ilmu tak akan pernah lekang oleh waktu. - Yogyakarta, 26 November 2016.

Saturday, October 11, 2014

Semua Dimulai Dari Satu Cerita


Menulis membutuhkan keberanian karena tulisan harus membawa pencerahan. Berani menyatakan pendapat meski mungkin berseberangan dengan arus utama. Newtonian, Cartesian, Marxian, Chayanovian, hingga Geertzian terus mengalirkan pencerahan yang bahkan mendobrak pendapat arus utama di masa kegelapan. Al Farabi, Ibn Arabi, dan Ibn Khaldun juga mencatatkan rumusan sebagai dasar perkembangan pengetahuan.

Apa itu menulis? Menulis adalah sebuah aktivitas yang kompleks, bukan hanya sekedar mengguratkan kalimat-kalimat, tetapi lebih daripada itu. Menulis adalah proses menuangkan pikiran dan menyampaikannnya kepada khalayak. Ide yang sudah tertuang dalam tulisan, kelak memiliki kekuatan untuk menembus ruang dan waktu sehingga keberadaan ide atau gagasan tersebut akan abadi. Lain kata, proses menulis adalah satu upaya untuk mewariskan dan meneruskan ide atau gagasan kepada generasi selanjutnya agar ide tersebut terpelihara dan tetap “hidup”.

Siapa saja yang bisa menulis? Siapa pun yang bisa menulis asalkan dia banyak membaca dan berpikir. Tidak harus orang yang bergelut dengan dunia akademik yang bisa menulis. Penulis tidak selalu mereka yang telah memiliki gelar universiter atau kependidikan, tetapi seorang penulis dinilai atas kompetensinya terhadap persoalan dan kedalaman menekuni bidang tertentu.

Mengapa menulis? Seseorang tentunya memiliki alasan-alasan tersendiri dalam menulis. Alasan dan motivasi yang mendorong seseorang untuk menulis tentunya berbeda-beda. Namun, mereka yang belum terdorong atau tergerak untuk menulis, seringkali bertanya, “Mengapa saya harus menulis? Untuk apa?” Pertanyaan semacam itu wajar terlontar. Ada baiknya mengetahui terlebih dahulu hal-hal positif yang bisa didapatkan akibat menulis.

Yang pertama adalah agar pemikiran dapat dipahami oleh orang lain. Ketika seseorang berpikir, orang lain tentu tidak mengetahui apa yang dia pikirkan. Dengan menulis, gagasan dan keinginannya dapat dibaca oleh orang lain dan kemudian dipahami. Yang kedua adalah adanya perubahan. Sebuah tulisan yang kritis dan menarik akan mendapatkan perhatian pembaca dan khalayak. Apabila tulisan tersebut merupakan sebuah kritik atas sebuah peristiwa atau kondisi tertentu, sekaligus tulisan tersebut menawarkan suatu solusi, sangat mungkin perubahan dapat terjadi akibat tulisan tersebut. Yang ketiga adalah iklim intelektual selalu berkembang. Menulis akan memungkinkan terjadi aktivitas selanjutnya yaitu diskusi. Tulisan yang menarik dan kritis mampu memancing diskusi yang akan mendorong terciptanya iklim intelektual. Yang keempat adalah persoalan dapat terdiskusikan secara sejajar. Dalam relasi lisan, pasti ada hambatan psikis ketika seseorang yang inferior berhadapan dengan yang superior. Kebenaran bisa muncul dari orang biasa dan kurang diperhitungkan posisinya. Jadi, menulis berarti membongkar hambatan-hambatan penyampaian ide yang muncul jika bersemuka.

Setiap kita adalah pencerita. Menjadi penulis adalah pilihan luar biasa: cerdas, kreatif, interpretatif, dinamis dan mampu mempengaruhi opini dan bahkan prinsip hidup pembacanya. Karena begitu luar biasa, tentu tidak begitu banyak orang yang bisa begitu. Bedanya yang luar biasa dengan biasa tentu saja, salah satunya, adalah kesedikitannya itu. Ini sama pula dengan pilihan “menjadi” lain-lainnya yang sedikit itu tadi. 

Setidaknya, ada 3 “kelebihan" menjadi penulis: Pertama, mampu berpikir “tidak biasa”. Setiap penulis tentu dituntut untuk mengetahui lebih banyak, lebih luas dan lebih dalam tentang ide dan tema yang ditulisnya. Otomatis ia membutuhkan pengalaman, hingga diskusi/sharing. Kedua, mampu berpikir logis dan sistematis. Tulisan yang baik bukanlah tulisan yang njelimet, memusingkan kepala pembacanya. Tetapi tulisan yang terang, sistematis dan logis, sekalipun disajikan dengan teknik apa pun. Prinsip membangun sistematika logis dan harmonis merupakan tuntutan sebuah tulisan yang baik. Karenanya, penulis yang baik pastilah memiliki kemampuan berpikir logis dan sistematis pula agar tulisannya menjadi logis dan sistematis. Tidak mungkin cara berpikirinya “kacau”, lantas tulisannya sistematis dan logis. Ketiga, mampu menciptakan interpretasi (penafsiran). Tentu saja subyektivitas penulis akan mempengaruhi tulisannya dan itulah yang melahirkan tafsir-tafsir baru terhadap ide dan tema yang ditulisinya. Tafsir-tafsir baru itu tentunya akan diterima atau ditolak oleh pembacanya. Bagi pembaca yang sepaham dengan tafsir penulis, ia bahkan mengambilnya, menerapkannya sebagai prinsip hidupnya. Penulis, dengan demikian, bisa menjadi inspirator, pengubah hidup pembacanya. Dan ini adalah dedikasi ilmu yang luar biasa bukan? Jariyahnya merambat terus. 

Pintu masuk untuk menulis dan pencerahan adalah membaca realitas dan teks dengan mata, telinga dan hati dengan kritis. Ide-ide segar dilatih panca indra dengan menghubungkan kata tanya, “Mengapa begini? Mengapa begitu? Bagaimana seharusnya? Bagaimana kenyataannya? Lalu solusi apa yang bisa ditawarkan?” Ya, inilah titik masuk baru menuju penemuan dan eksplorasi pengetahuan, yang mesti tak jemu dan terus diramu untuk memberi jejak-jejak keberhasilan pencerahan dan revolusi ilmu pengetahuan.

Bagaimana dengan penerbitan? Bukankah begitu susah untuk menembus penerbit besar dan menjadi terkenal dengan karya tulisan kita? Penulis besar tentu berjuang amat keras untuk bisa menerbitkan buku dan buah pemikirannya. Tapi saat ini untuk menerbitkan buku tak selalu harus melalui jalur penerbitan mayor. Ada begitu banyak penulis sukses yang mengawali langkahnya dengan menerbitkan buku dengan cara self publishing dan melalui penerbit indie seperti Rasibook yang tidak menolak naskah. Untuk info silahkan klik di sini tentang Rasibook.

Jadi, kenapa masih ragu untuk menjadi penulis? Nggak yakin bisa? Bisa banget! Buktinya? Apa kamu bisa hidup tanpa cerita? Bukankah setiap hari, setiap saat, misal jika ketemu teman, adik, kakak, keluarga atau tetangga, kamu pasti selalu berbincang tentang sesuatu yang tanpa kamu sadari sebagian besar di antaranya adalah sebuah cerita? Iya kan? Berarti, sebenarnya, setiap kita adalah pencerita. Hanya saja, kini kamu ditantang untuk menuangkan ceritamu tidak lagi secara lisan, tetapi tulisan. 

So, masih mau bilang nggak bisa?


-----
Tulisan ini disertakan dalam Lomba Menulis Artikel "Menerbitkan Buku dan Menjadi Penulis" oleh Rasibook https://www.facebook.com/notes/rasibook/lomba-menulis-artikel-menerbitkan-buku-dan-jadi-penulis/734237139945006.

Followed Twitter Rasibook @rasibook
Liked and Following Facebook Rasibook http://www.facebook.com/Rasibook 
Share lomba melalui akun Facebook Yose Rizal Triartohttps://www.facebook.com/yose.triarto

 Terpilih sebagai KONTRIBUTOR BUKU kategori > Buku Ayo Jadi Penulis
Sumber: https://www.facebook.com/notes/754087894626597/

47 comments:

  1. Bagus sekali ! Seperti tulisan-tulisan Mas sebelumnya, isi dan gaya penulisan sangat menarik dan segar. Terus berkarya ya Mas :). Sukses buat lombanya. Gusti mberkahi.

    ReplyDelete
  2. Bagus bagus :) terimakasih infonya mas

    ReplyDelete
  3. artikel yang menarik ...mudah dipahami :) kontennya juga cukup menarik..

    ReplyDelete
  4. Wow! It's good, thankyou for the information mas.. :D

    ReplyDelete
  5. Nice Bro ! Good article. I used Google Translate :D.

    ReplyDelete
  6. Bagus banget Mas ! Saya juga baru mulai bikin Blog soal Tokusatsu. Mas jadi salah satu inspirator saya. Ganbatte kudasai !!

    ReplyDelete
  7. Ternyata komenku kemarin gak tampil Tulisan yang keren, dua jempol

    ReplyDelete
  8. lumayan bagus. tertarik nulis fiksi ga ?

    ReplyDelete
  9. Bagus Mas ! ... Membaca dan menulis 2 hal yg berkaitan satu dengan lainnya

    ReplyDelete
  10. Ide yang sudah tertuang dalam tulisan, kelak memiliki kekuatan untuk menembus ruang dan waktu sehingga keberadaan ide atau gagasan tersebut akan abadi (YRT)

    ReplyDelete
  11. Sudah semakin berkembang bahasa penulisannya yaa yose., good.

    ReplyDelete
  12. Sangat baik sekali..informasinya..Gbu

    ReplyDelete
  13. suka membacanya bahasa ringan dan menginspirasi

    ReplyDelete
  14. Keren bro tulisanya.... (Dariedien)

    ReplyDelete
  15. Informasi yang bermanfaat mas... jad pengen buru2 nulis yang beneran nih :p

    ReplyDelete
  16. bagus bro, jadi pengen belajar

    ReplyDelete
  17. Buat gw menulis itu adalah menumpahkan ide/gagasan di kepala, uneg² atau solusi, informasi yang bermanfaat ataupun tidak dan membaginya kepada sesama pembaca :)

    ReplyDelete
  18. Menulis seperti berbicara kepada seseorang tentang apa yang kita rasakan atau gagasan apa yang hendak kita utarakan ketika kita tidak bisa mengutarakanya secara langsung dengan bicara ... ^^b

    ReplyDelete
  19. mantap, semoga sukses bro.... :))

    ReplyDelete
  20. memotivasi unt ikutmenulis he...e...sukses Om.....

    ReplyDelete
  21. mantap banget mas. Bagus juga nih utk dijadikan referensi ketika presentasi.

    ReplyDelete
  22. sangat inspiratif mas....good luck selalu....Salam

    ReplyDelete
  23. Wah wah.. semangat terus bang. Visit be-tandapetik.blogspot.com yak.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  24. Wah ane harus banyak belajar menulis nih dari mas yang satu ini

    ReplyDelete
  25. Monggo mampir blogku juga mas : http://kurisunosekai.blogspot.com/

    Tapi kebanyakan isinya kerjaan ngasdos sih orz

    ReplyDelete
  26. Wow, hot sekali Pak Yose, terus berkarya!

    ReplyDelete
  27. inspiratif mas... saya juga suka menulis tapi kadang ditengah-tengah pas lagi nulis, idenya hilang, lalu hanya disave to draft lalu... lupa untuk meneruskan :p~ semoga saya bisa menginspirasi lewat tulisan seperti ini :) terimakasih.

    ReplyDelete
  28. Bagus bro :-) . Walaupun saya kurang suka menulis, lebih senang bacanya :-) . Sukses selalu

    ReplyDelete
  29. maju terus pantang mundur..
    GBU
    :)

    ReplyDelete
  30. tulisan yang sangat menarik dan sangat inspiratif :)
    sukses selalu
    http://adetrip.blogspot.com/

    ReplyDelete
  31. Mau juga bisa nulis tp wawasan masih kurang

    Go mas Yose

    ReplyDelete
  32. Menulis semua orang pasti bisa, tapi menciptakan/mengarang sebuah tulisan yang mampu membuka pikiran seseorang, tidak semua org bisa....sukses terus bro Yose....

    ReplyDelete
  33. Menarik mas, apalagi mengingat kalau menulis itu bukan suatu hal yang bisa dilakukan sekali saja kalau ingin hasil yang bagus. :)

    ReplyDelete
  34. sukses selalu kak Yose, keep spirit

    ReplyDelete
  35. iya, skrg banyak sekali penerbit yg memudahkan kita utk bisa menerbitkan buku

    ReplyDelete
  36. Wah, bahasanya mengalir indah dan santai. Sangat nikmat untuk dibaca, terutama bagian akhir artikel. Sukses terus ya :)

    ReplyDelete
  37. ok yos. siiip
    Tuhan memberkati

    ReplyDelete