tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] Mari gemar membaca & mengoleksi buku. Sebab ilmu tak akan pernah lekang oleh waktu. - Yogyakarta, 26 November 2016.

Friday, November 7, 2014

Tolong Jangan PHP-kan Kami, Pak Presiden Jokowi!

Resmi sudah Ir. H. Joko Widodo menjadi Presiden RI ke-7 setelah dilantik pada sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada hari Senin 20 Oktober 2014 yang lalu. Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi akan memimpin Indonesia untuk periode 2014-2019.

Presiden Jokowi tidak akan melewati periode kepemimpinannya dengan mudah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa permasalahan bangsa Indonesia ini begitu kompleks. Reformasi 1998 yang diharapkan membawa perubahan signifikan ternyata masih jauh panggang dari api. Belum lagi mayoritas parlemen yang dikuasai oleh rival politik. Namun demikian, semangat dan harapan perubahan ke arah yang baik tidak boleh padam.

Harapan itulah yang kini disematkan ke pundak Jokowi-Jusuf Kalla. Partisipasi publik yang demikian tinggi lewat demokrasi partisipatif yang diusung Jokowi-Jusuf Kalla pada rangkaian Pilpres 2014 lalu mencerminkan satu hal pasti, yaitu optimisme.

Optimisme publik membubung tinggi kala Jokowi resmi menjadi calon presiden. Prestasinya dalam menangani Kota Solo sebagai Walikota meroketkan namanya di kancah politik nasional. Pengakuan dunia internasional turut menambah kegemilangan Jokowi. Posisi Gubernur Ibukota yang notabene menjadi jabatan gubernur paling prestisius seantero Indonesia pun berhasil didapatkan Jokowi berpasangan dengan seorang yang juga fenomenal, Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan Ahok.

Selaku Gubernur DKI Jakarta, Jokowi langsung merombak semua sistem yang berkaitan dengan birokrasi. Hasilnya, pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang biasanya memakan waktu lama nan kental dengan urusan uang, kini tak lagi terjadi di mayoritas wilayah DKI Jakarta. Kemudian penataan kawasan Tanah Abang yang tak kunjung selesai selama bertahun-tahun sanggup diselesaikan oleh Jokowi kurang dari 2 tahun. Prestasi-prestasi itu masih ditambah lagi dengan penataan daerah kumuh yang ‘disulap’ menjadi kampung deret, revitalisasi waduk tanpa gejolak berarti, revitalisasi sungai-sungai yang melintasi DKI Jakarta, pembangunan sarana transportasi massal, dan tentu saja yang paling ternama yaitu program Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar.

Berbagai prestasi itu mendatangkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Jokowi kembali masuk dalam nominasi pemimpin kota/daerah terbaik dunia setelah sebelumnya juga masuk dalam nominasi yang sama ketika menjabat Walikota Solo. Tak heran, desakan agar Jokowi maju menjadi calon presiden pun datang dari seluruh daerah di Indonesia.

Desakan itu disambut Jokowi dengan menyatakan bersedia menjadi calon presiden dan rakyat yang mendesak juga menunjukkan keseriusannya dengan memberikan dukungan penuh yang ditandai dengan peristiwa fenomenal Konser 2 Jari di Gelora Bung Karno (GBK) sebagai penutup kampanye Jokowi-JK. Disebut fenomenal karena ratusan ribu orang hadir di GBK tanpa dibayar dan demikian pula artis-artis beken pengisi acara yang bersedia tampil tanpa bayaran. Dukungan rakyat terus mengalir hingga akhirnya Jokowi-JK unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 9 Juli 2014 lewat pemilihan paling dramatis sejak pemilihan presiden secara langsung resmi diterapkan di Indonesia.

Kini, saatnya bagi Jokowi-JK untuk ‘membayar’ dukungan rakyat dengan bekerja keras dan sepenuh hati. Tidak ada lagi pendukung Jokowi atau pendukung Prabowo, yang ada hanya rakyat Indonesia. Rakyat sudah terlalu lama merindukan perbaikan. Hadirnya Jokowi yang sudah banyak melakukan pekerjaan hebat sebagai pemimpin, membuat rakyat menaruh harapan besar bahwa Jokowi bersama Jusuf Kalla mampu menghadirkan perubahan signifikan ke arah yang baik yang utamanya tentu berkaitan dengan kesejahteraan rakyat. Apalagi Jokowi-JK juga menyampaikan janji-janji kampanye yang membuat rakyat semakin tidak sabar untuk menunggu aksi hebat Jokowi-JK sebagai pemimpin negara.

Selamat bekerja Presiden Jokowi, kami titip harapan kami yang menggunung itu di pundak Bapak. Bekerjalah semata demi kepentingan rakyat Indonesia dengan selalu meminta bimbingan Tuhan Yang Maha Esa. Ingatlah janji-janji kampanye Bapak dan tolong jangan PHP-kan kami!

*) PHP = Pemberi Harapan Palsu

-----

Biodata penulis: Yose Rizal Triarto, lahir di Cirebon, Jawa Barat, pada 5 Desember 1985. Alumnus Fisika F. MIPA UNDIP Semarang angkatan 2003 dengan predikat cum laude. Sempat bekerja di beberapa perusahaan nasional dan multinasional. Aktif menulis untuk kepentingan lomba dan kritik publik di forum-forum nasional sejak Juli 2014. Saat ini bekerja sebagai pengajar dan pengelola LBB+ Prestasi Utama Yogyakarta dan sebagai freelance writter di www.suitincase.blogspot.com.

No comments:

Post a Comment