tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] "Living is a conversation. All people talk. But a good person listens as well." - Yose Rizal Triarto - Yogyakarta, 19 Juli 2017.

Sunday, July 31, 2016

Undangan Pengumuman dan Penganugerahan Pemenang Lomba LPSK




Terima kasih LPSK dan Sanggar Belajar Abw Jogja untuk apresiasi dan kesempatannya.

--
Salam,
Panitia Lomba mengucapkan terimakasih atas partisipasi anda semua. Pengambilan kaos dan topi LPSK dilayani mulai hari ini pukul 10 pagi. Bagi anda yang belum emndapatkan kaos dan topi LPSK dipersilakan untuk mengambilnya di Sekretariat Panitia Sanggar Belajar ABWJogja Bumijo Lor JT1/1233 Yogyakarta. Kaos ini wajib dikenakan pada saat menghadiri acara penganugerahan pemenang.

Bersama ini kami lampirkan juga undangan untuk hadir di acara Pengumuman dan Penganugerahan Pemenang Lomba Penulisan Artikel dan Desain Poster LPSK\
Yang akan digelar pada : Hari Sabtu, tgl 6 Agustus 2016, pukul 12 siang sampai dengan selesai.
Tempat : Royal Ambarrukmo Hotel.

Atas perhatian dan kedatangannya kami ucapkan terimakasih

Ketua Panitia Lomba
Wikan Widyastari
085641245977

Monday, July 25, 2016

Sekolah Literasi Gratis STKIP PGRI Ponorogo

Sekolah Literasi Gratis STKIP PGRI Ponorogo
Sekolah Literasi Gratis STKIP PGRI Ponorogo
Matur nuwun sanget pak Sutejo Ssc untuk kesempatan dan kepercayaannya yang baik ini. Walau tidak banyak, semoga bisa berbagi inspirasi sebagai salah satu pemateri "Sekolah Literasi Gratis" STKIP PGRI Ponorogo nantinya. Salam untuk semua kawan-kawan. Gusti mberkahi.

---
Inilah Orang Inspiratif yang akan Berbagi tentang Dunia Literasi

Sastrawan, Akademisi, dan Praktisi yang telah menyatakan kesanggupan untuk menjadi pemateri "Sekolah Literasi Gratis" STKIP PGRI Ponorogo diantaranya adalah

1. Prof. Dr. Djoko Saryono dari UM dan inspirator Kafe Pustaka
2. Ra. M Faizi dari PP Anuqayah Guluk Guluk Sumenep
3. Masuki M. Astro, Wartawan Senior Antara Jatim
4. Dr. Sunu Wasono, M.Hum., Sastrawan dari UI Jakarta
5. Mashuri Alhamdulillah, Sastrawan Lamongan 2 kali jadi Nominator Khatulistiwa Award
6. Dr. Cak Sariban Sarib, Sastrawan Tuban.
7. Aming Aminoedhin, Presiden Penyair Jatim dari Mojokerto
8. M Much Khoiri pelopor budaya literasi Unesa, penulis buku Gramedia.
9. Han Gagas, penulis Gramedia dari Solo
10. Tjahjono Widarmanto sastrawan dan guru penulis nasional dari Ngawi
11. Dr Sutikno Lamongan, penulis buku spiritualitas dan agama.
12. Tjahjono Widijanto, kandidat Doktor Unesa, Sastrawan dari Ngawi.
13. Bagus Putuparto, Sastrawan dan pemilik rumah budaya Kalimasada Blitar.
14. Imam Muhtarom sastrawan dari Jakarta alumni UI.
15. Awan Kurniawan, praktisi penerbitan dan jurnalis (Jakarta)
16. HU Mardiluhung, Sastrawan pemenang Khatulistiwa Award, Gresik.
17. W Haryanto, Sastrawan nyentrik dari Blitar.
18. Nurani Soyomukti aktivis dan pelopor literasi yg dari Trenggalek.
19. Endah Imawati, wartawan harian Surya (Surabaya)
20. Cak Moer, motivator perubahan pikiran dari Jakarta.
21. Gus Chafid Wahyudi, praktisi komunitas literasi (Surabaya)
22. Eko Hendri wartawan Jawa Pos (Gresik)
23. Dr Agung Pramujiono, akademisi dari Unipa Surabaya.
24. Yose Rizal Triarto sastrawan muda andal dari Yogjakarta.
25. Sutejo Ssc
26. Dr Kasnadi, M.Pd., freelance dan pemenang nasional.
27. Peni Nurhidajati, guru berprestasi dan berkarya tingkat nasional.
28. Nurel Javissyarqi, Sastrawan dan praktisi penerbitan Pustaka Pujangga (Lamongan)
29. Rakhmat Giryadi, praktisi penerbitan, pelukis, dan cerpenis dari Sidoarjo.
30. Ardi Susanti, penyair dan aktivis sastra pentas dari Tulungagung Agung.

Dan puluhan sastrawan dan penulis dalam konfirmasi.

Menebar inspirasi melalui sekolah literasi adalah cara sederhana kami berbuat untuk generasi. Meski dari pedalaman Ponorogo, kami ingin berarti.
Mohon kawan-kawan sastrawan yg berkenan berbagi di Ponorogo bisa inboks di fb ini.

Salam dahsyat, doa kuat. Mohon doa restu semuanya. Amin.
Colek: N Fauzi, Nanang E S, Rustiani Widiasih, Tuan Muda, Sri Wahyuni Yoni, Rumas Wati, Yoga Putra Katong, Andri Awan Tiada Duanya, Iffah Al Khazim, Husna Assyafa, Afifah W. Zhafira, Nita Cahya, Edy Begitu Saja, Agus SetiaOne, Arga Phossow Xiuzz, Sarno Argantara.

Thursday, July 21, 2016

Cuma Mampir, Sebentar Berlalu Hampir


Cuma Mampir, Sebentar Berlalu Hampir

Di tengah kebanjiran, kamar yang kembali bertahan.
Kucing liar yang berteduh, sekedar mengeringkan tubuh.
Ia pun makhluk Tuhan, yang kedinginan dan tak bertuan.

Segala yang luput, selalu mendekat ke maut.
Hanya Tuhan yang kekal, dari Dia semua berasal.
Kita cuma mampir, sebentar berlalu hampir.

Yogyakarta, 21 Juli 2016

Sunday, July 17, 2016

Perempuan sederhana saja untukmu RH



Perempuan
sederhana saja untukmu RH


Jangan tunggu aku
Akan memanggilmu bidadari
Itu tak akan pernah!

Sebab kau kuharap menjadi perempuan
yang datang dengan secangkir air
Untuk lelahku

Bukan dengan selendang
Yang membentang indah rupawan
Hingga ke ujung jari

Ketahuilah
Aku mencintai kamu
Karena dan dengan harapan

Yogyakarta, 14 Februari 2015

(Triarto, Yose Rizal. Agnosto Deo: Kepada Tuhan yang Tak Dikenal. Bandung: Penerbit Kaifa, Cetakan Pertama, April 2016, hal 2)

Foto 16-07-16 @GKJ KOTAGEDE YOGYAKARTA.

Saturday, July 16, 2016

Apa Kata Mereka Tentang Buku Agnosto Deo


Terima kasih ci Elly Varian untuk testimonialnya yang sangat baik sekali. Selamat membaca dan berbagi cerita. Semoga sukses dan lancar selalu bagi kegiatan-kegiatannya.
---
matur nuwun koh Yose Rizal Triarto, paket buku Agnosto Deonya sudah saya terima dalam keadaan rapi dan baik. thanks JNE , saya terkesan sekali dengan isi dan gaya bahasanya koh Yose Rizal Triarto yang tertuang dalam buku yang berisi :kumpulan puisi,esai dan opini pilihan.
Dan wahhhh diam - diam koh Yose karyanya sudah banyak juga yah, muanteppp tenan mas...
Bagi saya pribadi, buku adalah Jendela Dunia.Dengan membaca buku kita seolah-olah diajak menjelajahi dan melewati dimensi ruang dan waktu.Dimana kepiawaian sang penulis yang tertuang dalam goresan penanya mampu mengajak pembaca seakan berinteraksi dengan sang penulis tersebut.
Ketika suatu buku dibaca oleh berbagai macam karakter manusia yang berbeda akan berbeda pula hasil dari tulisan tersebut.Yaitu berdasarkan imajinasi ,visual para pembaca tersebut.Inilah yang di namakan THEATER OF MIND ,seakan kita adalah sutradara dari buku itu.Dan sudah akan menjadi lain rasanya ketika buku tersebut diangkat ke dalam layar film / THEATER .
Walaupun di jaman sekarang ini media elektronic telah hampir menguasai berbagai sektor yang ada, namun tetap saja bagi saya membaca buku telah menjadi keasyikan dan tantangan tersendiri hehehehhe.
Satu hal yang perlu di garis bawahi adalah sangat mudah bagi semua orang menjadi seorang pembaca ,namun tidak mudah bagi seseorang untuk menjadi seorang penulis , apalagi penulis handal seperti koh Yose Rizal Triarto.two thumbs for you....Di tunggu yah karya-karya penulisan yang penuh inspirasi berikutnya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati Keluarga , Koh Yose Rizal Triarto dan Mbak R.r. Ratri Hapsari. Amin
- Elly Varian

---
Pemesanan dan pembelian dapat melalui: 1. Inbok FB Redaksi Kaifa | 2. E-mail promosikaifa@gmail.com | 3. Sms 089655771290. Cukup sebutkan judul Agnosto Deo: Kepada Tuhan yang Tak Dikenal, nama penulis Yose Rizal Triarto, alamat lengkap pengiriman, dan jumlah buku yang ingin dibeli. Terima kasih :).
Buat kawan-kawan yang berminat membeli buku dan ingin melihat kelanjutan review singkat dan daftar lengkap endorsement/testimonial buku "Agnosto Deo: Kepada Tuhan yang Tak Dikenal" selengkapnya melalui catatan ini https://www.facebook.com/notes/yose-rizal-triarto/endorsementtestimonial-buku-agnosto-deo-kepada-tuhan-yang-tidak-dikenal/10154173455620337.

Friday, July 15, 2016

Menikah Bisa Bikin Lebih Makmur, Asal Kamu Lakukan 9 Cara Mengelola Keuangan Pasangan ini


Percaya deh, menikah itu bikin hidup makmur. Bukan sekadar makmur di hati karena punya pasangan, tapi juga makmur materi.

Enggak percaya? Coba deh cek tagihan pajak. Beban pajak mereka yang menikah pasti lebih kecil daripada yang masih jomblo!

Keuntungan lainnya adalah mudahnya mendapatkan kredit. Menikah itu ternyata membuat pengurusan kredit jadi lebih mudah karena ada jaminan keluarga lewat persetujuan pasangan. Hal yang sulit didapatkan bagi yang masih single.

Itu baru sebagian kecil keuntungannya lho! Masih banyak lagi deretan benefit keuangan bagi yang sudah berani mengucapkan ijab kabul di depan penghulu.

Cuma jangan melulu lihat dari situnya saja. tetap pikirkan soal perencanaan keuangan dong biar bahtera rumah tangga makin sehat. Manajemen keuangan keluarga ini yang akan mempengaruhi semua keputusan saat ini dan di masa depan.

Bagaimana menikah bisa bikin makmur? Cek dulu cara mengelola keuangan pasangan di bawah ini.


1.Diskusikan prioritas finansial bersama pasangan

Menikah itu pada esensinya menyatukan dua individu yang berbeda. Perbedaan di sini termasuk juga dalam urusan keuangan. Di sinilah pentingnya kompromi mengingat masa depan sudah menjadi milik berdua.
Awal menikah tentu berjuta rasanya, tapi tantangan sebenarnya baru muncul di tahun pertama

Maka itu diskusi terkait prioritas keuangan menjadi mutlak. Manakah yang diutamakan dan mana yang bisa ditunda. Misalnya saja memprioritaskan pembelian rumah ketimbang mencicil kendaraan. Termasuk juga kapan mulai mempersiapkan keuangan untuk buah hati.


2. Tunjuk menteri keuangan keluarga

Tinggal kesepakatan saja siapa yang menjadi menteri keuangan keluarga. Ingat ya, jabatan prestisius ini bukan monopoli istri, suami pun juga bisa. Perannya sangat menentukan terhadap kesehatan keuangan keluarga. Karena di tangan dialah masuk dan keluarnya duit ditentukan.

Dengan menerapkan sistem satu pintu dalam keuangan maka memudahkan pengaturan arus uang keluar dan masuk. Di samping itu, cara ini juga memudahkan kontrol terhadap keuangan.


3. Besaran pengeluaran living cost

Bicarakan bersama pasangan untuk menentukan limit pengeluaran living cost atau pengeluaran rutin selama sebulan. Enggak usah pelit-pelit karena yang penting ada angkanya.

Untuk menentukan angkanya, mungkin bisa eksperimen dulu selama tiga bulan. Hitung semua pengeluaran rutin seperti tagihan listrik, belanja bulanan, transportasi, dan rekreasi. Kemudian bandingan pengeluaran selama tiga bulan itu agar mendapatkan angka yang pas.

Tujuan dari menetapkan anggaran living cost ini agar memudahkan mengkalkulasi pengeluaran tiap bulan. Di samping itu bisa juga menganalisa pos-pos mana yang bisa dikurangi pengeluarannya. Misalnya pos rekreasi atau transportasi. Punya tabungan pribadi juga boleh kok misalnya untuk memenuhi target tertentu


4. Batas atas pengeluaran uang

Bicara batas atas atau bawah bukan melulu soal tarif angkutan umum, tapi juga bisa berlaku dalam keuangan keluarga. Maksudnya, tetapkanlah batas atas yang bisa ditolerir dalam pengeluaran tiap bulan.

Jadi misalnya batas atas belanja bulanan Rp 1,5 juta, batas atas biaya transportasi Rp 500 ribu, dan seterusnya. Bila sudah lewat batas atas, itu menjadi alarm untuk evaluasi. Apakah memang kebutuhan naik atau terjadi pemborosan?


5. Pos tabungan sebagai pengeluaran wajib

Jangan ikuti prinsip orang preman yang ketika pegang duit maka langsung dihabiskan. Hal itu dilakukan karena mereka mengaku tak punya hari esok. Tentunya beda dong sama yang sudah menikah. Masa depan itu milik berdua.

Background inilah yang memaksa pentingnya menabung. Usahakan nilai uang yang ditabung tetap sama dengan cara memotong di awal. Masukan pos tabungan sebagai pengeluaran wajib. Tujuannya agar tak lagi menunda-nunda menabung.


6. Catat semua pengeluaran dan pemasukan

Kesannya sepele ya, catat semua pengeluaran dan pemasukan. Awal-awal sih semangat, tapi kemudian jadi malas. Padahal, konsistensi itu wajib di urusan ini.

Sebenarnya ada cara mudah mencatat pengeluaran tanpa harus menulis satu per satu. Gunakan transaksi lewat kartu kredit atau kartu debit. Tinggal print saja tiap bulan karena semua transaksi yang dilakukan otomatis tercatat di situ.


7. Kelola aset

Ketika menikah, maka aset menjadi milik berdua. Ada baiknya bicarakan juga soal monetisasi aset agar mendapat tambahan pendapatan. Misalnya menyewakan kendaraan yang sudah dimiliki, menyewakan tanah atau rumah dan sebagainya.

Dana darurat atau asuransi juga wajib, sisihkan saja sekian persen untuk premi atau ditabung


8. Asuransi/dana darurat

Ketika sudah berkeluarga, berarti perlu memikirkan asuransi jiwa atau asuransi lainnya seperti pendidikan maupun kesehatan. Asuransi pada prinsipnya adalah mengalihkan risiko finansial bila terjadi musibah yang tak diinginkan. Nah, agar keuangan keluarga tak terganggu, bisa memilih instrument asuransi.

Bila kurang nyaman dengan asuransi, mungkin bisa memikirkan dana darurat. Fungsinya sebagai antisipasi jika ada hal-hal yang tiba-tiba terjadi menuntut dana yang cukup besar.


9. Perencanaan keuangan boleh diubah

Perencanaan keuangan itu bukan kitab suci yang tak boleh diubah. Artinya, silakan direvisi untuk menyesuaikan dengan keadaan. Tentunya dengan persetujuan pasangan.

Misalnya saja perubahan itu bila tiba-tiba mendapat kabar istri hamil sehingga perlu menjadwal ulang semua rencana keuangan yang sudah disusun.

Itulah poin-poin yang bisa membantu mengatur keuangan lebih baik seusai menikah. Tentunya masing-masing keluarga punya prioritas yang berbeda dan cara pengaturan yang berbeda. Pada akhirnya, egoisme harus ditekan banget demi keluarga yang akan kau bangun


Hanya yang perlu digarisbawahi, mengelola keuangan ditujukan untuk menjamin hidup masa depan. Hidup bersama pasangan dan tentunya calon anggota keluarga baru nantinya.

Sumber: https://goo.gl/oo9PkC

Wednesday, July 13, 2016

Kisah Tembok Cina dan Kehancuran Bangsa

 

Saya mendapat kiriman WhatsApp dari seorang sahabat di Cirebon. Semoga bermanfaat: 

_*Bagus nih Artikelnya*_

```Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.

Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.

Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila ingin menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:

1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan rohaniawan

Pertama, untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu. Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.

Kedua, pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru. Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.

Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka kedalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai.
Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.

Apabila ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap dan para rohaniawan dan tokoh panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur?

Inilah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah. Semuanya tak akan berarti apa-apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.

*

Diadaptasi dari tulisan Jarred Diamond, penulis yang memperoleh penghargaan Pulitzer. Dalam sebuah pidatonya Jarred pernah mengatakan bahwa negara seperti: Indonesia, Columbia dan Philipina, merupakan beberapa peradaban yang sebentar lagi akan punah.
```

Friday, July 1, 2016

"Books & Beyond" Fiction Classics Books Treasure


Saya sungguh senang dapat menemukan buku-buku kepustakaan fiksi klasik populer dunia berbahasa Inggris dalam versi aslinya di stand Books & Beyond Lippo Plaza Yogyakarta siang jelang sore tadi. Buku-buku yang sama (kecuali Dante's Inferno dan Jules Verne's The Mysterious Island) yang semasa awal SMP berpuluh tahun yang lalu, pertama kali saya baca terjemahan bergambar & berbahasa Indonesianya dalam perpustakaan-perpustakaan dan rental-rental buku jalanan, berhasil dengan sukses membuat saya berimajinasi dan bermimpi lepas akan dunia luar yang bebas dan liar.

1. Inferno by Dante Alighieri, Collins Classics, London 2011.
2. Journey to the Center of the Earth by Jules Verne, Collins Classics, London 2010.
3. The Lost World and Other Stories by Sir Arthur Conan Doyle, Wordworth Classics, London 2010.
4. The Mysterious Island by Jules Verne, Wordworth Classics, London 2010.

Untuk harga per buku fiksi klasik dunia tersebut dibanderol Rp 50,000 nett di 1st floor (namun belum termasuk diskon bila pembelian dilakukan di stand terbuka di pintu masuk ground floor).

Apa Itu Internet of Things?


Internet of Things (IoT), sebuah istilah yang belakangan ini mulai ramai ditemui namun masih banyak yang belum mengerti arti dari istilah ini. Sebetulnya hingga saat ini belum ada pengertian atau definisi standar mengenai Internet of Things, namun secara singkat Internet of Things bisa dibilang adalah di mana benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet.

Ide awal Internet of Things pertama kali dimunculkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 di salah satu presentasinya. Kini banyak perusahaan besar mulai mendalami Internet of Things sebut saja Intel, Microsoft, Oracle, dan banyak lainnya.

Banyak yang memprediksi bahwa pengaruh Internet of Things adalah “the next big thing” di dunia teknologi informasi, hal ini karena IoT menawarkan banyak potensi yang bisa digali. Contoh sederhana manfaat dan implementasi dari Internet of Things misalnya adalah kulkas yang dapat memberitahukan kepada pemiliknya via SMS atau email tentang makanan dan minuman apa saja yang sudah habis dan harus distok lagi.

Bagi pengembang, kini banyak perusahaan yang menyediakan berbagai macam program untuk membantu pengembang dalam mengembangkan produk berbasis IoT. Salah satu yang menyediakan program ini adalah Intel dengan IoT Developer Program mereka.

Untuk memahami lebih lanjut tentang konsep Internet of Things, mungkin bisa melihat contoh video di bawah ini dari Intel yang menjelaskan tentang cara kerja Internet of Things dan maksud untuk apa Internet of Things digunakan:


* artikel ini adalah hasil kerja sama dengan Intel Software. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Intel Software, kunjungi situs Intel Developer Zone.

Arab Kristen dan Injil Bahasa Arab


"Karena Arab adalah bahasa mereka, maka umat Arab Kristen dan Yahudi ini juga bertutur-sapa dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari juga menggunakan Bahasa Arab. Seperti kaum Muslim, mereka juga bilang "Allahu Akbar, insha Allah, masha Allah, assalamu 'alaikum, bismillah, alhamdulilah, shafaka Allah...". La iya donk pakai bahasa Arab, masak mereka bilang: sampurasun, sugeng enjing, selamat pagi dlsb. Sudah tentu Bahasa Arab mereka jauh lebih fasih ketimbang para "Arab KW" yang "genit" suka berantum-antum dan berakhi-ukhti itu.

Jadilah umat Islam yang cerdas dan dewasa dalam berpikir dan bertindak. Perbanyaklah "turisme intelektual" supaya wawasan keagamaan dan keislaman kita semakin "bergizi" sehingga diharapkan semakin toleran dalam bersikap dan bertindak di masyarakat yang majemuk ini. Jangan cuma "wisata rohani" dan foto-foto di tempat-tempat suci melulu yang dibesar-besarkan..."

Jabal Dhahran, Arab Saudi

Terima kasih Pak Prof Sumanto Al Qurtuby, Ph.D., untuk pencerahan dan informasinya. Semoga bermanfaat.

PS: Professor of Anthropology at King Fahd University of Petroleum and Minerals at Dhahran, Saudi Arabia dan Sekretaris Jenderal Komunitas NU Amerika dan Kanada.

Lebih lengkapnya silahkan berkunjung ke halaman beliau di:

https://www.facebook.com/Bungmanto/posts/10156900424290523


---
Arab Kristen dan Injil Bahasa Arab

Sejumlah kaum Muslim yang "lugu" di Indonesia sering berasumsi atau bahkan berkeyakinan bahwa Bahasa Arab itu "bahasa Islam", "bahasa suci" atau bahkan menurut "Ustad Ucup", "bahasa Surga". Tetapi pada saat yang sama, lucunya, mereka mengafirkan dan "me-neraka-kan" Kristen dan Yahudi (atau non-Muslim secara umum).

Pertanyaanya: bagaimana dengan umat Arab Kristen dan Yahudi, yang seperti kaum Muslim Arab, juga menggunakan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berkomunikasi. Tidak hanya itu, tata-cara beribadah (misalnya kebaktian Minggu untuk Kristen atau sabat untuk Yahudi), nama-nama tempat-tempat ibadah (Sinagog dan Gereja), dan kitab suci mereka juga menggunakan Bahasa Arab. Foto di bawah ini hanyalah sekedar contoh Kitab Perjanjian Baru umat Arab Kristen dan Kitab Talmud umat Arab Yahudi yang ditulis dengan Bahasa Arab.

Seperti saya jelaskan dalam berbagai postingan sebelumnya, dunia Arab bukan melulu "Dunia Muslim". Di kawasan ini, ada berjuta-juta masyarakat non-Muslim: Kristen, Yahudi, Yazidi, Baha'i, Zarastutra, atau bahkan agnostik dan ateis. Data dari Liga Arab misalnya menyebutkan ada sekitar 20 juta warga Arab yang memeluk Kristen. Mereka tersebar di Lebanon, Palestina, Suriah, Mesir, Irak, dlsb. Masyarakat Arab Yahudi, meskipun tidak sebanyak umat Arab Kristen, juga ada disini seperti di Bahrain, Oman, Yaman dll.

Karena Arab adalah bahasa mereka, maka umat Arab Kristen dan Yahudi ini juga bertutur-sapa dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari juga menggunakan Bahasa Arab. Seperti kaum Muslim, mereka juga bilang "Allahu Akbar, insha Allah, masha Allah, assalamu 'alaikum, bismillah, alhamdulilah, shafaka Allah...". La iya donk pakai bahasa Arab, masak mereka bilang: sampurasun, sugeng enjing, selamat pagi dlsb. Sudah tentu Bahasa Arab mereka jauh lebih fasih ketimbang para "Arab KW" yang "genit" suka berantum-antum dan berakhi-ukhti itu.

Jadilah umat Islam yang cerdas dan dewasa dalam berpikir dan bertindak. Perbanyaklah "turisme intelektual" supaya wawasan keagamaan dan keislaman kita semakin "bergizi" sehingga diharapkan semakin toleran dalam bersikap dan bertindak di masyarakat yang majemuk ini. Jangan cuma "wisata rohani" dan foto-foto di tempat-tempat suci melulu yang dibesar-besarkan...

Jabal Dhahran, Arab Saudi