tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] Mari gemar membaca & mengoleksi buku. Sebab ilmu tak akan pernah lekang oleh waktu. - Yogyakarta, 26 November 2016.

Friday, September 9, 2016

Nasi Jamblang Kuliner Khas Cirebonan Tempo Doeloe




Akhirnya bisa makan Nasi Jamblang/Sega Jamblang Cirebonan lagi setelah sekian tahun lamanya.. Menu Nasi Jamblang sesuai foto: nasi putih dibungkus daun jati, sambal goreng, tahu sayur, semur hati sapi, perkedel.. Barusan pulang dari jemput Bapak dari Stasiun Tugu Yogyakarta perjalanan dengan KA Senja Utama, beliau berangkat dari Cirebon kemarin malam jam 10 kurang..

Kalau dari sejarahnya nih, Sega Jamblang atau Nasi Jamblang dulunya ini adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon.

Sega Jamblang saat itu (dan sampai saat ini) dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.

Nah, walaupun menunya sangat beraneka ragam, namun harga makanan ini relatif murah. Karena pada awalnya makanan tersebut diperuntukan bagi untuk para pekerja buruh kasar di Pelabuhan dan kuli angkut di jalan Pekalipan.

Bapak sendiri beli dari sejak kemarin sore jam 6 an sampai jam 4 an pagi tadi jadi kira-kira sudah 10 jam an nasi dan lauk masih enak dan tidak bau.

Begitu kira-kira 'liputan santai' Nasi Jamblang/Sega Jamblang kuliner khas Indonesia kali ini kawan-kawan.. Selamat hari Jumat dan selamat beraktivitas di akhir pekan :). - feeling hungry in Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment