tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] #MenulisAdalahMelawan #MenulisAdalahPembebasan - Yose Rizal Triarto - Yogyakarta, 20 November 2017.

Tuesday, May 30, 2017

Pelatihan Gratis Bahasa Jepang BLKPP Yogyakarta 2017


URGENT....!!
Dibutuhkan peserta utk pelatihan bahasa Jepang dana APBD provinsi DIY di kantor blkpp DIY sebanyak 10 peserta,syarat:
Laki/perempuan
Usia minimal 18 thn
KTP DIY
Ijazah tdk utama
Niat dan bs meluangkan waktunya 1,5 bln kedepan tiap hari senin-sabtu dari jam 8 pagi - 2 siang.
Fasilitas:
Snack,mkn siang
Modul materi
Seragam 3 stel (tmsuk training utk olahraga)
Uang saku
Transport
Tmn baru
Dll.
Segera daftarkan ke kantor BLKPP DIY jln kyai Mojo pingit Jogja,paling lambat besok di jam kerja.
Yogyakarta, 18 Mei 2017

---
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Pencari Kerja APBD Tahun Anggaran 2017
Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas DIY
Sub. Kejuruan: Bahasa Jepang (Angkatan ke 2)
Yogyakarta, 24 Mei 2017

---
DIKTAT PELATIHAN INSTITUSIONAL
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TAHUN 2017

PELATIHAN BAHASA JEPANG

PEMERINTAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS
Jalan Kyai Mojo No 5 Yogyakarta Telp : 0274.512619
Yogyakarta, 30 Mei 2017

---
Tugas PR dan Suasana Kelas Pelatihan Bahasa Jepang BLKPP
Yogyakarta, 02 Juni 2017

---
SERAGAM PAKAIAN KERJA DAN TRAINING (TAMPAK DEPAN)
PELATIHAN BAHASA JEPANG
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TAHUN 2017
Yogyakarta, 03 Juni 2017

---
Berfoto sejenak dengan seragam baru bersama sensei dan beberapa kawan siswa yang hadir setelah sesi pelatihan hari ini usai.
Yogyakarta, 05 Juni 2017

---
Suasana Kelas Baru Pelatihan Bahasa Jepang BLKPP
Yogyakarta, 21 Juni 2017

---
Tampak depan & belakang cemilan/snack rice cracker aseli Jepang: Kaki no tane (ditulis dalam huruf merah besar 柿の種). Kiri merah rasa original, kanan hijau rasa wasabi (ditulis dalam huruf hijau besar (わさび). Terima kasih mbak Fitriyah Hasanah-sensei buat oleh-olehnya.
Yogyakarta, 10 Juli 2017

Kaki no tane or Kaki-pi are a common snack in Japan. The two elements of Kaki-pi are kaki-no-tane (柿の種), small crescent-shaped fragments of senbei (soy-flavored rice crisps), and peanuts. They are often consumed with beer and are sometimes a bar snack. The name comes from the fact that the pieces of senbei look like a seed (種 tane) of the persimmon (柿 kaki). The "pi" (pronounced as "pea") is an abbreviation of ピーナッツ piinattsu, or "peanuts".

---
Mencoba belajar lebih baik lagi dengan membeli beberapa buku bekas alias seken layak pakai di Shooping Center Taman Pintar dan mempelajarinya sejak minggu lalu/awal bulan Juli 2017.
Yogyakarta, 13 Juli 2017

---
Domo arigatou mbak Fitri sensei buat delivery nya - fresh 'n juicy, delicious 'n healthy (y) (y)
COLDPRESS Summer Crush - Watermelon Apple Lemon Cucumber.
Made from real fruits and vegetables. Good for your health! 100% *Raw cold press *Unpasteurised *No additional processing applied *No water *No sugar added *No heat
Yogyakarta, 14 Juli 2017

---
Mencoba yukata dan obi pinjaman dari mbak Fitri sensei + berfoto bersama di halaman belakang BLKPP DIY.
Yogyakarta, 19 Juli 2017

---
Karya Wisata Pelatihan Gratis Bahasa Jepang BLKPP Yogyakarta 20 Juli 2017.

Jalan Masuk Bagian Depan Museum Wayang Kekayon, Jl. Laksamana Adi Sucipto, Demangan, Gondokusuman, Baturetno, Banguntapan, Yogyakarta, Pkl 10:16 WIB.

Candi Barong, Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Pkl 11:56 WIB.

Candi Ijo, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Pkl 15:13 WIB.

どうも (Doumo) ありがとう (arigatou) ございます (gozaimasu) Fitriyah Hasanah せんせい。(sensei.)
Teras 11 Pelataran Bagian Depan Candi Ijo, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Pkl 15:19 WIB.


---
PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DINAS TENAGA KERJA DAN TRNSMIGRASI
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS

Sertifikat
Nomor : 563 / 883

Kepala Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta menerangkan :

Nama : YOSE RIZAL TRIARTO, S.Si.
Tempat / Tanggal lahir : Cirebon, 05 Desember 1985
Nomor Induk : 922 .1.0802.2.17

telah mengikuti Pelatihan Keterampilan Institusional Kejuruan Bahasa Asing Sub. Kejuruan Bahasa Jepang Berbasis Kompetensi Tahun Anggaran 2017, yang diselenggarakan di BLKPP DIY dari tanggal 24 Mei 2017 sampai dengan tanggal 28 Juli 2017, atau selama 240 Jam Pelatihan.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 563 / 4772 tgl. 23 Mei 2017 dengan hasil : Amat Baik.

Yogyakarta, 31 Juli 2017
Kepala,

Drs. BASUKI MURDOWO, M.Si.
NIP : 19631217 199103 1 008

Domo arigatou Blkpp Diy, mbak Fitriyah Hasanah sensei, mbak Ardhana Reswari sensei, dan mbak Thiwuk Jatiningtyas sensei buat ilmu, pengajaran, dan penilaiannya. Semoga sukses selalu buat kegiatan-kegiatan kita semua. Amiin.
Yogyakarta, 15 Agustus 2017
Pelatihan Gratis Bahasa Jepang BLKPP Yogyakarta 2017

Sunday, May 28, 2017

Yuk Belajar Bahasa Jepang: Percakapan Sehari-Hari


Ohayou gozaimasu minna-san! Sekarang lagi demam-demamnya belajar beberapa bahasa nih sobat blogger, kali ini saya akan memberikan pembelajaran sedikit mengenai percakapan sehari-hari dalam menggunakan bahasa jepang. Yuk langsung saja kita belajar bersama:

Berikut contoh ucapan salam & ekspresi:

オはよう ございます :  Ohayou gozaimasu (Selamat pagi)
コんにちわ : Konnichiwa (Selamat siang)
コんばんわ : Konbanwa (Selamat malam)
オやすみ なさい : Oyasumi nasai (Selamat tidur)
サようなら :  Sayounara (Selamat tinggal atau Selamat jalan)
ジャ, また あした : Ja, mata ashita (Sampai jumpa besok, ya)
アりがとう ございます : Arigatou gozaimasu (Terima kasih)
ドうも ありがとう ございます : Doumo arigatou gozaimasu (Terima kasih banyak)
ドう いたしまして : Dou itashimashite (Sama-sama, Terima kasih kembali)
スみません : Sumimasen (Maaf)
スみません : Sumimasen (Permisi)
シつれい ですが : Shitsurei desuga…(Permisi/Maaf…—> diucapkan sebelum bertanya tentang hal pribadi)
オねがいします : Onegaishimasu (Minta tolong)
オげんき です か : Ogenki desu ka? (Apa kabar?)
ゴめん ください :  Gomen kudasai (“Permisi”, —> digunakan ketika berkunjung ke rumah orang lain)
イらっしゃいませ :  Irasshaimase (Selamat datang —> diucapkan pada tamu restoran, hotel, dll)
イらっしゃい : Irasshai (Selamat datang —> dipakai pada waktu kedatangan tamu)
.
Di bawah ini ada beberapa ungkapan lainnya yang bisa kamu gunakan:

ごーきげん いかが です か : go-kigen ikaga desu ka : apa kabar
おーはよお ございます : o-hayoo gozaimasu : selamatan pagi
よい おーてんき です ね : yoi o-tenki desu ne : cuaca yang indah
おーめ に かかれて うれしい です : o-me ni kakarete ureshii desu : senang berkenalan dng anda
ながい こと おーじゃま いたしました : nagai koto o-jama itashimashita : terima kasih atas waktunya
みょおにち また おーあい しましょお : myoonichi mata o-ai shimashoo : sampai ketemu besok
わたし いんどねしあん です : watashi indonesian desu : saya orang indonesia
イんどねしあ から きました : Indonesia kara kimashita : saya berasal dari indonesia
しゅみ わ おんがく かんしょお です : shumi wa ongaku kanshoo desu : kegemaran saya dulu bermain musik
どこ から きました か : doko kara kimashita ka?: dari mana asalmu?
なに が ほしい の ですか : nani ga hoshii no desuka? : Apa yang sedang kamu lakukan?
ごめん なさい : gomen nasai : maafkan saya
すみません : sumimasen : maaf
おーてすう かけて すみません : o-tesuu kakete sumimasen : maaf merepotkan anda
とてむ しあわせ です : totemu shiawase desu : saya sangat bahagia
わたし の こぶつ わ ちょこらえと です : watashi no kobutsu wa chokoraeto desu : makanan kesukaan saya coklat
マいばん ほし お かんさつ して います : Maiban hoshi o kansatsu shite imasu : Setiap malam saya mengamati bintang-bintang
.
Yang umum diucapkan di awal pembicaraan:

オはよう / オはよう ございます : Ohayou / Ohayou gozaimasu : “selamat pagi”
コんにちわ :  Konnichiwa : “selamat siang”
コんばんわ :  Konbanwa : “selamat malam”
ヨろしく おねがいします :  Yoroshiku onegaishimasu : “mohon bimbingannya” / “mohon bantuannya”
オ げんき です か :  O genki desu ka? : “Apakah Anda sehat?”
オ かげ です :  O kage desu : “Saya sehat-sehat saja.” (digunakan untuk menjawab “O genki desu ka?”)
キョう わ いい お てんき です ね :  Kyou wa ii o tenki desu ne? : “Cuaca hari ini bagus, bukan?”
ヨうこそ :  Youkoso! : “Selamat datang!”
モしーもし :  Moshi-moshi…: “Halo…” (berbicara lewat telepon)
.
Yang umum diucapkan selama percakapan berlangsung:

ハい : Hai : Ya (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan)
イいえ :  Iie : “Tidak” (kebalikannya “hai”)
アりがとう / アりがとう ございます :  Arigatou / Arigatou gozaimasu : “Terima kasih”
ゴめん な さい :  Gomen na sai : “Mohon maaf”
スみません :  Sumimasen : “Permisi”
ザんねん です :  Zannen desu : “sayang sekali” / “amat disayangkan”
オめでっと, ね :  Omedetto, ne : “Selamat ya”
ダめ / ダめ です よ :  Dame / Dame desu yo : “jangan” / “sebaiknya jangan”
スてき です ね :  Suteki desu ne : “Bagus ya…” / “indah ya…”
スごい / スごい です よ :  Sugoi! / Sugoi desu yo! : “Hebat!”
ソう です か :  Sou desu ka : “Jadi begitu…”
ダいじょうぶ です / ヘいき です :  Daijoubu desu / Heiki desu : “(saya) tidak apa-apa” / “(saya) baik-baik saja”
.
Jika kesulitan menangkap ucapan lawan bicara:

チョっと ゆっくり いって ください : Chotto yukkuri itte kudasai : “Tolong ucapkan lagi dengan lebih lambat.”
モう いちど いって ください :  Mou ichido itte kudasai. : “Tolong ucapkan sekali lagi.”
モっと はっきり いって ください :  Motto hakkiri itte kudasai. : “Tolong ucapkan dengan lebih jelas.”
.
Untuk mengakhiri pembicaraan:

サよなら : Sayonara : “Selamat tinggal”
マた あいましょう : Mata aimashou : “Ayo bertemu lagi kapan-kapan”
ジャ, また / また ね :  Ja, mata / mata ne : “Sampai jumpa”
マた あした :  Mata ashita : “Sampai jumpa besok”

Lainnya :)

イらっしゃいませ : Irasshaimase! : “Selamat datang!”
イてきます :  Itekimasu! : “Berangkat sekarang!”
イてらっしゃい :  Iterasshai : “Hati-hati di jalan”
イただきます :  Itadakimasu : “Terima kasih atas makanannya”
ゴちそうさま でした :  Gochisousama deshita : “perjamuan/hidangan sudah selesai”
キもち :  Kimochi…! : nyaman (perasaan nyaman di suatu tempat)

Ki wo tasukete ne. ''Hati-hati di jalan ya''
O-sewa ni narimasu. ''Maaf telah merepotkan''
Anata no namae wa nan desu ka? ''Nama anda siapa?''
Nani wo shite imasu ka? ''Sedang apa/lagi ngapain?''
Nihongo wo benkyou shimasu. ''Belajar bahasa jepang''
Ongaku wo kiite imasu. ''Sedang mendengarkan musik''
Terebi wo mite iru. ''Sedang nonton tv''
Doko e ikitai ka? ''Pengen pergi kemana?''
Gakkou e ikimasu. ''Pergi ke sekolah''
Nemukatta, netai n desu. ''Ngantuk, saya ingin tidur ah''
Daijoubu desu. ''Tidak apa-apa''
Biasanya di pakai pada saat keadaan kita tidak apa-apa. Misalnya saya jatuh dan di tanya teman,
Rai : anata wa daijoubu desu ka? (Kamu tidak apa-apa?)
Kai : hai, daijoubu desu. (Iya, tidak apa-apa)
Chotto matte kudasai. ''(tolong) Tunggu sebentar''
Anata no koto ga suki desu. ''Aku suka kamu''   Ini biasa di pakai kalau kita suka dengan seseorang tapi suka nya ini dengan perasaan. Kalau''Anata ga suki''aja, ini hanya sekedar suka aja atau seperti tertarik.
Douzo... ''Silahkan...''
Dare ni mo iwanaide. ''Jangan bilang ke siapa-siapa?''
Doko ni itta no? ''Dari mana saja?''
Dou iu imi desu ka? ''Maksudnya bagaimana?''
Homete kurete, arigatou. ''Terima kasih atas pujian nya''
Gakkari shita. ''Saya kecewa''
Go seikou wo... ''Semoga sukses''
Tonde mo arimasen. ''Ah, sama sekali tidak''.
Sumimasen. ''Maaf/ -Permisi''. Sumimasen juga bisa berarti permisi ya.
Shitsurei shimashita. ''Mohon maaf (telah/bila tidak sopan)''
Moushiwake arimasen. ''Mohon maaf''
Oyurushi kudasai. ''Maafkanlah saya''. Nah kalo yg ini jika kita memang benar2 salah dan mau minta maaf sebesar2nya.
Nido to kurikaeshimasen -. ''Saya tak akan mengulanginya lagi''.
Okoranaide kudasai. ''Jangan marah''.

Sekian pembelajaran dasar dalam percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Jepang kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. ジャ, また Ja, mata ^^.

Wednesday, May 24, 2017

Tanggapan Atas Tulisan Seorang China dan Kafir yang Sangat Menghormati Indonesia

 

Sebab cinta adalah luka. Sebab cinta adalah derita. Namun begitu, ada seorang Pribadi yang lebih dulu memberikan cinta itu pada saya. Dan dia rela menderita. Bahkan sampai mati. Ahok dan keluarga memilih menunjukkan cinta itu pada Indonesia. Ahok dan keluarga memilih setia pada Indonesia. Pada kita. Oleh sebab itu, saya menerima dengan rela. Menerima dengan nyata. Menerima dengan sukacita inilah harga cinta yang harus kita bayar untuk Indonesia.

---
Andai saya bisa menuliskan sebuah surat untuk Pak Ahok dan beliau sudi membacanya, maka ini yang akan saya sampaikan:

Sebelumnya saya ingin mengenalkan diri, saya adalah Alifurrahman, pendiri SEWORD, yang secara statistik merupakan portal opini paling besar dan berpengaruh di Indonesia saat ini.

Bapak mungkin belum mengenal saya, sebab kita memang belum pernah bertemu. Tapi saya merasa sudah mengenal Bapak sejak masih berpasangan dengan Pak Jokowi pada 2012 silam. Saya juga merasa Bapak sudah pernah membaca salah satu atau beberapa tulisan di SEWORD ini.

Pada tahun 2014, saya sudah berusia 24 tahun waktu itu. Dan untuk yang pertama kalinya saya membuat keputusan melawan arus. Keluar dari zona dan lingkungan yang sudah banyak memberikan saya pelajaran tentang politik dan kepedulian terhadap negara kita, Indonesia.

Untuk pertama kalinya saya membuat keputusan politik, mundur dari kepengurusan partai (cabang) dan memilih mendukung Pak Jokowi. Saya harus mundur sebab partai tersebut merupakan partai lawan Pak Jokowi, dan mengusung pasangan Capres Cawapres sendiri.

Sekarang 2017, saya mendukung anda untuk kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun akhirnya, kita kalah. Dan yang lebih buruk lagi, anda masuk penjara.

Anda dan Presiden Jokowi adalah idola saya. Kalian berdua adalah dua sosok yang memiliki banyak kemiripan, tapi pada sisi tertentu terlihat begitu kontras sekali. Setegas-tegasnya Presiden Jokowi, beliau tetap santun dan tenang. Tapi anda, begitu meledak-ledak, seolah benar-benar meluapkan semua emosi yang ada. Bagaimanapun saya suka dengan ketenangan Presiden Jokowi, juga suka dengan ucapan-ucapan telak dari anda, saya suka sekali membaca coretan anda yang “pemahaman nenek lu!”

Pak Jokowi dan anda adalah dua orang yang berhasil membuat saya tergerak untuk melakukan sesuatu yang sifatnya politis. Padahal dulu saya tak pernah tertarik untuk beropini, mengomentari atau bahkan berpikir tentang politik saja saya enggan.

Tapi sekarang saya sudah masuk cukup dalam ke arena politik. Bertemu dan kenal dengan orang-orang pendukung Bapak. Terlibat diskusi panjang bersama tim dan partai-partai pendukung Ahok Djarot. Bertemu dengan banyak orang yang sepertinya cukup kenal dan kerap berinteraksi dengan Bapak.

Setelah berbulan-bulan saya mengikuti proses demokrasi, baru sekarang, pada titik ini, saya merasa sangat lelah sekali menjadi bagian kecil dari orang-orang yang mendukung anda. Lelah sekali.

Ancaman, intimidasi, sampai penawaran-penawaran menggiurkan agar tidak mendukung Bapak sudah pernah saya dapatkan. Tapi saya malah memilih tidak takut dengan ancaman serta melawan segala bentuk intimidasi.

Banyak teman geleng-geleng kepala melihat sikap saya belakangan ini. Terlihat tak peduli dengan tawaran materi, malah mendukung orang yang non muslim seperti anda tanpa imbalan apa-apa. Bahkan istri saya sempat terdiam cukup lama mengetahui saya menolak tawaran-tawaran tersebut. Ini kalau diibaratkan berdasarkan persepsi teman-teman saya, sudahlah tidak dapat dunia (uang), masih dapat neraka di akhirat kelak.

Tapi saya tau tidak sendiri. Ada banyak pendukung dan relawan anda, yang juga tidak mendapatkan imbalan apa-apa. Kami malah sumbangan untuk biaya kampanye anda dan Pak Djarot. Pagi sampai sore kami bekerja, malam harinya ikut memikirkan politik dalam negeri, bahkan sampai turun ke jalan, menyalakan lilin solidaritas untuk anda yang mendapat perlakuan cukup aneh dari hakim dan hukum di negara ini.

Sekarang, setelah beberapa hari anda di penjara, semalam muncul keputusan yang sangat mengejutkan. Anda dan keluarga memilih mencabut upaya banding. Lebih dari itu, anda menuliskan surat terbuka dan langsung dibacakan oleh Bu Veronica. Berikut ini adalah kalimat yang begitu menggetarkan menurut saya.

    “Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini. Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang menganggu lalu lintas.

    Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini. Saya khawatir banyak pihak yang akan menunggangi jika para relawan berunjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita.

    Terima kasih telah melakukan unjuk rasa yang taat aturan dan menyalakan lilin perjuangan, konstitusi ditegakkan di NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.”

Jujur, tak tega rasanya melihat Bu Veronica menahan air matanya di hadapan publik membacakan surat anda. Tapi tak ada pilihan, itu harus anda lakukan dan memang harus Bu Veronica yang membacakannya. Supaya semua pendukung anda yakin bahwa itu asli dan dari kemauan seorang Ahok.

Jika sebelumnya saya mengenal seorang Ahok yang begitu keras kepala, teguh dan memegang prinsip hitam putih, benar salah, sekarang saya baru tahu bahwa anda tidak hanya bisa meyakini sesuatu yang dianggap benar, tapi juga mau menerima keputusan hakim begitu saja.

Banyak yang kaget dengan keputusan anda, saya salah satunya. Tapi pada akhirnya saya paham, bahwa inilah politik, banyak keputusan-keputusan aneh yang harus diambil untuk kepentingan yang lebih besar. Sekarang anda tidak hanya mengorbankan diri anda sendiri, tapi juga istri dan anak-anak anda untuk kententraman dan keutuhan NKRI.

Saya paham bahwa ini sudah menjelang Ramadhan. Sepertinya anda tak ingin sekelompok makhluk yang selama ini selalu menyerukan “perang badar” benar-benar memiliki alasan dan akan turun ke jalan lagi, berhalusinasi seolah-olah sedang berperang di bulan Ramadhan, ingin mati syahid agar nantinya dapat menikmati puluhan tubuh semlohai bidadari surga dengan segala jenis, ukuran dan rasa.

Luar biasa. Saat anda didemo oleh jutaan orang dari luar Jakarta, dikalahkan oleh isu SARA, kalah karena China dan nonmuslim, divonis hukuman 2 tahun karena tekanan massa, anda rupanya belum berhenti mencintai Indonesia.

Padahal sebenarnya anda bisa saja menghilang ke luar negeri, menyewa kos-kosan di sebelah kosan Habib Rizieq. Tak perlu menghargai hukum di Indonesia, tak perlu datang saat dipanggil, bilang saja sibuk. Tapi anda memilih mencintai negeri ini dengan sempurna. Memilih bertahan di Indonesia, apapun masalah dan kondisinya.

Meski sebagian makhluk menganggap kelompok anda tidak berperang memerdekakan negara ini, China dan kafir tak ada gunanya di Indonesia, tapi sekarang anda menunjukkan betapa anda mencintai negeri ini tanpa syarat. Mampu menghargai hukum dan aturan di Indonesia. Tak pernah mengeluh dikriminalisasi.

Luar biasa Pak. Jika dulu saya berpikir bahwa berada di luar negeri adalah cara terbaik untuk merindukan, mencintai dan merenungkan betapa indahnya negeri ini, sehingga kembali ke Indonesia dengan melepas semua kenyamanan dan fasilitas yang lebih baik di luar negeri adalah tanda cinta luar biasa. Tetapi sekarang saya sadar, bahwa mencintai negeri ini bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Cukup taat pada aturan dan tidak membuat repot negeri ini, kemudian menerima apapun segala bentuk perlakuan negerimu.

Saya tau ada banyak cerita dan kisah yang tak dapat Bapak sampaikan secara terbuka. Beberapa sudah pernah saya dengar dan juga tidak bisa saya ceritakan. Karena semua itu tak terlalu penting, karena semuanya lebih banyak membahas manusia-manusia kerdil. Yang penting sekarang satu Indonesia tahu, bahwa orang yang dicela kutil babi, China, kafir dan seterusnya, memilih mencintai Indonesia dibanding Arab Saudi.

Semoga Bapak diberi kesehatan dan umur panjang, serta tak lelah mencintai Indonesia. Ajari kami untuk terus mencintai dan menghormati negeri ini lebih dari yang mampu kami berikan seperti selama ini…Begitulah kura-kura.

Piagam Penghargaan Karya Lomba Artikel BKPM 2017


dari: umumlombaartikel bkpm <umum.lombaartikel.bkpm@gmail.com>

02.53 (12 jam yang lalu)

Kepada Yth

Peserta Lomba BKPMGoWrite Competition 2017

Dengan Hormat,

Kami atas nama Panitia Lomba BKPMGoWrite Competiton 2017
mewakili pihak penyelenggara Lomba (Badan Koordinasi Penanaman Modal - BKPM) menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang dalam atas partisipasinya dalam lomba ini.
Panitia menerima 638 karya artikel dari 580 peserta di 3 kategori, dan telah menentukan para pemenangnya.

Kami menyampaikan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil melewati
berbagai seleksi. Sebagai informasi umum kami sampaikan, para pemenang masing-masing telah menerima hadiah dan penghargaan.

Panitia dan penyelenggara menyampaikan terimaksih kepada seluruh peserta lomba atas partisipasinya. Sebagai apresiasi kami atas keikutsertaan dalam lomba ini, seluruh peserta telah kami kirimi E-Sertifikat ke masing-masing alamat email peserta.

Besar harapan kami lomba ini akan banyak menggali ide dan gagasan anak bangsa untuk ikut berperan serta memberikan masukan bernilai kepada BPKM.

Selaku panitia lomba, kami menyampaikan terimakasih atas dukungannya berbagai pihak yang turut mensukseskan lomba ini.


Hormat Kami
PANITIA LOMBA

BKPM GoWrite Competition 2017

Terus Menulis dan Berkarya untuk Indonesia

Thursday, May 11, 2017

MALAM PENGHARGAAN DONOR DARAH SUKARELA 2017 PMI KOTA YOGYAKARTA


Yogyakarta, 10 Mei 2017.

Puji syukur matur nuwun Gusti Allah.. Akhirnya diberikan kesehatan untuk boleh menghadiri Malam Penghargaan Donor Darah Sukarela 25, 50, 75, dan 100 kali tahun 2017.. Matur nuwun kawan-kawan Udd Pmi Kota Yogyakarta untuk kesempatan dan apresiasinya.

CC: mbak Dianne Nutom, mbak Maria Ardhy, dkk.

Postingan terkait sebelumnya: Undangan Penerima Piagam Penghargaan Donor Darah 25 kali.

Wednesday, May 10, 2017

PERNYATAAN SIKAP LBH JAKARTA Putusan Ahok: Pasal Penodaan Agama Ancaman Bagi Kelompok Minoritas dan Demokrasi Bangsa


PERNYATAAN SIKAP LBH JAKARTA

Nomor: 625/SK-RILIS/V/2017

Putusan Ahok: Pasal Penodaan Agama Ancaman Bagi Kelompok Minoritas dan Demokrasi Bangsa

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis dua tahun terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam persidangan sebelumnya, Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dan Pasal 156 KUHP dengan tuntutan penjara selama 1 tahun dan masa percobaan 2 tahun. Vonis ini menjadi pertanda mundurnya demokrasi dan negara hukum (rule of law) di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Majelis hakim menggunakan Pasal 156a yang notabene merupakan ketentuan anti demokrasi yang secara jelas melanggar hak seseorang untuk menyatakan pikiran, dan sikap sesuai dengan hati nurani, serta hak atas kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 28E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Undang-Undang 12 tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik dan berbagai aturan hukum lainnya.

Pasal 156a selama ini terbukti menjadi alasan pembenar negara dan pihak mayoritas yang intoleran untuk mengkriminalisasi kelompok minoritas atau individu yang berbeda keyakinan dengan warga negara mayoritas sebagaimana yang menimpa Lia Eden, Abdul Rahman, Ahmad Musadeq, dkk. (Eks Pimpinan Gafatar), Hans Bague Jassin, Arswendo Atmowiloto, Saleh, Ardi Husein, Sumardin Tapaya (sholat bersiul), Yusman Roy (sholat mullti bahasa), Mangapin Sibuea (pimpinan sekte kiamat).

Selain itu, rumusan Pasal 156a KUHP tidak jelas, tidak memenuhi prinsip lex certa dan lex scripta dalam pemenuhan asas legalitas, serta terlampau subjektif untuk diterapkan kepada masyarakat. Hal ini menjadikan rumusan pasal 156a bertentangan dengan prinsip kepastian hukum sehingga juga mengancam prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi penegakan hukum yang berkeadilan (rule of law) bagi masyarakat. Saat ini Ahok, di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas muslim, menjadi korban. Hari kedepan bisa jadi yang menjadi korban kriminalisasi adalah individu muslim di tengah-tengah masyarakat mayoritas Hindu atau Budha atau Kristen.

Majelis Hakim dalam putusannya juga tidak menerapkan Pasal 156a KUHP sebagai delik materiil, uraian mens rea dalam pertimbangan hukum Majelis Hakim terlalu mengada-ada dan gagal untuk dibuktikan. Majelis Hakim tidak melihat bahwa unsur menciderai umat Islam, menimbulkan kegaduhan serta memecah kerukunan di masyarakat justru disebarkan oleh kelompok-kelompok intoleran yang melaporkan Ahok dan mendorong Ahok masuk ke meja hijau. Majelis Hakim membebankan segala bentuk kegaduhan dan gerakan massa yang menimbulkan keresahan di publik selama ini kepada Ahok seorang dan menghukumnya untuk itu. Putusan Majelis Hakim pada perkara ini justru memicu masyarakat untuk semakin giat menggunakan pasal penodaan agama yang anti demokrasi ini di kemudian hari.

Di sisi lain, Majelis Hakim juga abai dalam menerapkan hukum yang kontekstual dan sejalan dengan produk-produk peradilan yang ada sebelumnya, seperti dengan mengacu pada: (1) Putusan MK No. 84/PUU-X/2012 terkait harus adanya peringatan berupa SKB 3 Menteri dan pengulangan perbuatan setelah terbitnya peringatan tersebut sebelum menerapkan Pasal 156a dengan sanksi pidana kepada Ahok. Ketidakpastian hukum yang coba diperbaiki oleh Mahkamah Konstitusi kembali diporak porandakan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Utara.

Dengan menghukum Ahok, dunia peradilan kembali mengulangi kegagalannya menjadi tempat bagi masyarakat mencari keadilan yang sesungguhnya. Peradilan kembali tunduk kepada tekanan publik. Hal ini adalah preseden buruk penegakan hukum di Indonesia, seseorang bisa dihukum atas dasar tekanan publik padahal seharusnya pengadilan menjadi pihak yang independen dan hanya setia kepada nilai keadilan dan rule of law dan konstitusi. Rule of law dikorbankan serta digantikan dengan rule by mass (mobokrasi) sementara proses hukum serta fakta-fakta persidangan diabaikan.

Namun di tengah segala kebobrokan penegakkan hukum yang ada, proses hukum akhirnya tetap berjalan. Upaya hukum banding dapat menjadi langkah berikutnya yang ditempuh untuk mencari keadilan yang hakiki. Semoga pengadilan tingkat banding dan kasasi yang berada di bawah Mahkamah Agung masih bisa dijadikan rumah bagi hukum yang berkeadilan dimana masyarakat dapat menaruh harapannya akan keadilan, dan memutus rantai peradilan sesat hari ini.

Berdasarkan hal tersebut LBH Jakarta menyatakan:

1. Putusan Majelis Hakim terhadap perkara 1537/Pid.B/2016/PN.Jkt.Utr tidaklah berkeadilan dan telah merusak hakikat hukum dan dunia peradilan yang menjadi tempat bagi masyarakat mencari keadilan yang sesungguhnya dengan didasari oleh kepastian hukum, dan putusan Majelis Hakim juga bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia yakni kebebasan berpendapat dan berekspresi sebagaimana yang dijamin oleh konstitusi, UU No. 39/1999 tentang HAM dan UU No. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum serta Kovenan Internasional tentang hak-hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi dengan UU No. 12/2005.

2. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada kasus Ahok telah tunduk pada tekanan massa atau intervensi dari ormas yang dinilai telah menggangu independensi hakim dalam memutus perkara berdasarkan prinsip demokrasi, keadilan, dan negara hukum, sehingga mengorbankan prinsip rule of law dan melegitimasi rule by mass yang dilakukan oleh massa aksi intoleran.

3. Mendesak agar Pemerintah dan Pengadilan secara tegas menegakkan hukum sesuai dengan prinsip kepastian hukum, demokrasi, keadilan, serta penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

4. Mendesak Pemerintah dan DPR R.I. untuk meninjau ulang perumusan delik penodaan agama yang saat ini sedang berlangsung dalam pembahasan RUU KUHP di DPR R.I. dan menghapuskan pasal anti demokrasi tersebut demi menghormati prinsip demokrasi dan tegaknya hak asasi manusia serta kepastian hukum di Indonesia.

5. Mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan dan kebebasan berpendapat juga berekspresi, jika hal ini tidak kita jaga bersama maka siapa pun dan siapa saja bisa dipenjarakan semata karena berbeda pendapat atau ekspresinya dianggap melukai perasaa orang lain, sesuatu yang sulit diukur secara objektif.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat, LBH Jakarta menyatakan dengan ini akan terus mengawal setiap penegakan hukum terutama bagi ‘korban’ yang kriminalisasi Pasal 156a KUHP demi tegaknya negara hukum, dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia.

Jakarta, 9 Mei 2017
Hormat kami,
LEMBAGA BANTUAN HUKUM JAKARTA

Narahubung:
Alghiffari Aqsa (081280666410)
Yunita (08999000627)
Pratiwi Febry (081387400670)

Sumber: https://www.facebook.com/ultimusbandung/posts/1889546441304608

Tuesday, May 9, 2017

GUDEG WIJILAN BU LIES JOGJA EVENT 10 KALENG GUDEG GRATIS


Terima kasih Gudeg Wijilan Bu Lies untuk kesempatan dan apresiasinya boleh menjadi salah satu pemenang dalam EVENT 10 KALENG GUDEG GRATIS beberapa waktu yang lalu: https://goo.gl/WBhxWd.

Telah diterima dengan baik sore hari ini 1 (satu) kaleng Gudeg Sambel Goreng Krecek. Pengambilan di warungnya langsung di Jl. Wijilan No. 5 Yogyakarta yang diterima dan disambut dengan ramah oleh kru dan staff yang bertugas. Semoga sukses selalu buat Gudeg Wijilan Bu Lies!

"GUDEG KALENG BU LIES Bisa di kirim ke seluruh Indonesia dan tidak khawatir basi" PESAN SEKARANG, Gudeg Kaleng !!! Harganya cuma Rp30.000 aja. WA : http://goklick.me/wa/OrderGudegBuLies (Autochat WA), SMS : 082133716669, TELP : 0274 - 450164, Website : Gudegbulies.com