tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] "Living is a conversation. All people talk. But a good person listens as well." - Yose Rizal Triarto - Yogyakarta, 19 Juli 2017.

Saturday, August 26, 2017

Tergolek Tak Berdaya, Sastrawan Hamsad Rangkuti Butuh Pertolongan


Tergolek Tak Berdaya, Sastrawan Hamsad Rangkuti Butuh Pertolongan

Oleh Sulung Lahitani Mardinata pada 22 Agu 2017, 11:30 WIB

http://citizen6.liputan6.com/read/3066538/tergolek-tak-berdaya-sastrawan-hamsad-rangkuti-butuh-pertolongan

Liputan6.com, Jakarta - Sastrawan kenamaan Indonesia itu kini hanya bisa terbaring lemah. Meski masih memiliki kesadaran, Hamsad Rangkuti sudah tidak mampu bergerak lagi. Jangankan bangun dari tempat tidur, untuk menangis dan tertawa saja ia sudah tak mampu.

Sebelumnya, pria yang pernah menjadi pemimpin redaksi majalah Horison itu keadaannya baik-baik saja. Sampai pada tahun 2009, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil tanahnya secara sepihak, membangun tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) di lahan berukuran 5x12 meter, tak jauh dari rumahnya.

Hamsad Rangkuti sempat melawan, tapi kalah. Pemkot Depok tetap melakukan pembangunan di atas tanah miliknya. Ironisnya, keluarga Hamsad tidak mendapat uang pengganti.

Sejak saat itu, ia pun sering sakit-sakitan. Rumah yang menjadi sumber inspirasi dan tempat ia menulis tak lagi terasa hangat. Sampah yang menumpuk, belatung, kecoa, tikus, dan bau busuk menerbangkan bau hingga ke rumahnya. Lingkungan yang tidak sehat menyebabkan keluarga tersebut dijangkiti penyakit.

Penyakitnya semakin parah. Bermula dari muntah-berak, kondisinya makin menurun. Pada tahun 2012, ia sampai harus melakukan operasi by pass jantung. Tak hanya itu, perutnya sampai-sampai harus dilubangi karena tak bisa lagi buang air kecil.

"Bapak juga dua hari sekali mesti tambah oksigen. Makannya cuma bisa satu merek, namanya Proten," ujar Nurwindasari, istri Hamsad Rangkuti saat dihubungi Liputan6.com pada Selasa (22/8/2017).

Menurut Nur, dalam satu bulan suaminya butuh 9-10 boks Proten. Sementara harga satu boks Proten sekitar Rp 256 ribu. Pria yang pernah mendapat SEA Writer Award dari Pemerrintah Thailand pada 2008 itu tak lagi dirawat di rumah sakit. Biaya yang keluar terlalu besar untuk ditanggung keluarga tersebut.

Karena tidak memungkinkan tinggal di rumah yang lama, Hamsad Rangkuti bersama istrinya kini tinggal di rumah petak berukuran 3,5 x 5 meter. Mereka mendirikan rumah sederhana tersebut di kebun yang dimiliki oleh Hamsad Rangkuti.

Malahan, rumah di Depok yang ia beli dari honor menulis pun kini tinggal terbengkalai. Tidak bisa ditempati atau dijual karena tak ada yang mau membeli rumah yang dekat dengan bak sampah. Sementara Pemkot Depok tak pernah datang memberi bantuan.

"Dulu sering datang, berjanji mau menyelesaikan perkara ini. Tapi sampai sekarang tidak ada bantuan. Padahal saya ikut milih gubernur dan wakil yang sekarang, sama walikota dan wakilnya juga. Tapi tidak ada bantuan sama sekali," ujar Nur sambil tergugu.

Di antara pembicaraan yang diselingi isak tangis, ia mengaku kecewa terhadap pemerintah yang seolah tak peduli pada nasib suaminya. Padahal Hamsad Rangkuti telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dengan karya-karyanya.

Jika ingin membantu sastrawan kenamaan Indonesia ini, dapat mengirimkan bantuan ke BNI cabang Margonda, Depok, nomor 0106423653 atas nama Hamsad Rangkuti.

Atau jika ingin melihat Hamsad Rangkuti secara langsung, dapat mengunjunginya di Swadya 8 RT 3 RW 3 Tanah Baru Depok, Pondok/Villa Ato.

Penghargaan-penghargaan

Sebagai sastrawan, nama Hamsad Rangkuti tak asing lagi bagi pecinta sastra. Karya-karya yang ia ciptakan pun telah mendapat tempat tersendiri. Hal ini terbukti dari penghargaan-penghargaan yang telah beliau raih.

    ~Penghargaan Insan Seni Indonesia Mal Taman Anggrek & Musicafe (1999)
    ~Penghargaan Sastra Pemerintah DKI (2000)
    ~Penghargaan Khusus Kompas atas kesetiaan dalam penulisan cerpen (2001)
    ~Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2001)
    ~Pemenang Cerita Anak Terbaik 75 Tahun Balai Pustaka (2001) untuk "Umur Panjang untuk Tuan Joyokoroyo" dan Senyum "Seorang Jenderal pada 17 Agustus"
    ~SEA Write Award (2008)
    ~Khatulistiwa Literary Award 2003 untuk Bibir dalam Pispot
    ~Hadiah Harapan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 1981 untuk Ketika Lampu Berwarna Merah

Karir dan Kepenulisan

Selain sebagai penulis, Hamsad Rangkuti juga pernah menjadi pimpinan redaksi majalah Horison. Berikut beberapa karya beliau yang telah diterbitkan.

    ~Bibir dalam Pispot atau Lips on the Chamber Pot", translated by Harry Aveling (Angkor Verlag; Kindle E-book 2015)
    ~Sampah Bulan Desember: Kumpulan Cerpen
    ~Panggilan Rasul: Kumpulan Rasul
    ~Ketika Lampu Berwarna Merah
    ~Lukisan Perkawinan
    ~Cemara
    ~Mudik: Kumpulan Cerpen
    ~Beberapa cerpennya juga masuk dalam buku kumpulan cerpen pilihan Kompas

Sunday, August 20, 2017

Festival Literasi Jogja Istimewa 20 Agustus 2017

video
Terima kasih Bu Ernawati untuk kiriman dua fotonya ini.
Foto kenangan sebelum berangkat karnaval dengan peserta lebih dari 2500 orang dan rute sejauh 3 km.
Terima kasih Bu Ernawati untuk kiriman dua fotonya ini.
Foto kenangan sebelum berangkat karnaval dengan peserta lebih dari 2500 orang dan rute sejauh 3 km.

Terima kasih Gramedia Store​ untuk kesempatan dan apresiasinya.

Tuntas sudah semua usaha kami, saya dan istri R.r. Ratri Hapsari​, untuk mengikuti kegiatan tahunan Festival Literasi Jogja Istimewa 20 Agustus 2017 di CFD Jogja Kreatif, Jl. Jend. Sudirman Yogyakarta, Pkl 06.00-10.00 WIB.

Walau semua kompetisi sudah kami ikuti dan masih belum beroleh kesempatan untuk menang satu pun yakni Kampanye Literasi Media Sosial (Wajib), Kompetisi Esai Literasi (Pilihan), Karnaval Literasi Jogja Istimewa (Wajib) dan Doorprize (Pengundian di tempat) namun kami tetap bangga dan ceria boleh berbagi kebaikan, senyum, ajakan untuk membaca dan tentunya buku-buku pribadi untuk disumbangkan :-).

#0031 #MembacaItuKeren #0032 #AyoBacaBuku

#FestivalLiterasiGramedia
#LiterasiJogjaIstimewa
#LiterasiGramedia
#AkuBaca

https://twitter.com/gramedia
https://www.facebook.com/gramediastore/
http://gramedia.id/festivalliterasigramedia/
https://www.instagram.com/festivalliterasigramedia/

Video: https://www.instagram.com/p/BX_oSC0Atw3/?taken-by=festivalliterasigramedia

Wednesday, August 16, 2017

Seminar Ilmiah Awal TA 2017/2018 S2 FKIP USD MENDIDIK GENERASI NET

 

Terima kasih Ibu Dr. Neila Ramdhani, M.Si, M.Ed (Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan Program Director of TQI at Titian Foundation) untuk ilmu, sharing, dan buku yang bermanfaat ini. 

Terima kasih juga untuk Bpk Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd (Dosen dan Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk kesempatan dan apresiasinya sy boleh mengikuti Seminar Ilmiah Awal Tahun Akademik 2017/2018 S2 FKIP USD, dengan tema: MENDIDIK GENERASI NET.

Rabu, 16 Agustus 2017 (07.30 – 12.15 WIB) at Ruang Drost Kampus 3 USD Paingan, Maguwoharjo, Yogyakarta

#seminarilmiah #generasiZ #magisterFKIP #usdkece #cerdashumanis

---
Penyiapan dan pendampingan calon guru pada jaman internet saat ini memiliki tantangan yang besar. Jaman dan generasi internet yang dihadapi sekarang jelas sangat berbeda dengan jaman sebelum ada internet. Eksistensi kita sebagai lembaga pendidikan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan generasi sekarang maupun generasi di masa datang yang kita didik. Kita yang sebagian besar dari generasi Y bahkan juga sebelumnya, saat ini menyiapkan guru dari generasi Milenial yang mana menereka akan mengajar generasi Z, bahkan generasi Alpha. Menyikapi hal tersebut S2 FKIP Universitas Sanata Dharma (USD) mencoba terus meng-update diri dengan menyelenggarakan Seminar Ilmiah Awal Tahun Akademik 2017/2018, dengan tema: MENDIDIK GENERASI NET.

Narasumber:
1. Dr. Neila Ramdhani M.Si, M.Ed dari Fakultas Psikologi UGM
2. Dr. Patrisius Mutiara Andalas, SJ dari Pascasarjana Universitas Sanata Dharma

Rabu, 16 Agustus 2017 (07.30 – 12.15)

Ruang Drost Kampus 3 USD Paingan, Maguwoharjo, Yogyakarta

#seminarilmiah #generasiZ #magisterFKIP #usdkece #cerdashumanis 


Tuesday, August 15, 2017

Pelatihan Keterampilan Institusional Kejuruan Bahasa Asing Sub. Kejuruan Bahasa Jepang Berbasis Kompetensi BLKPP DIY 2017

 

Bagian Depan:
PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DINAS TENAGA KERJA DAN TRNSMIGRASI
BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS

Sertifikat
Nomor : 563 / 883

Kepala Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas Daerah Istimewa Yogyakarta menerangkan :

Nama : YOSE RIZAL TRIARTO, S.Si.
Tempat / Tanggal lahir : Cirebon, 05 Desember 1985
Nomor Induk : 922 .1.0802.2.17

telah mengikuti Pelatihan Keterampilan Institusional Kejuruan Bahasa Asing Sub. Kejuruan Bahasa Jepang Berbasis Kompetensi Tahun Anggaran 2017, yang diselenggarakan di BLKPP DIY dari tanggal 24 Mei 2017 sampai dengan tanggal 28 Juli 2017, atau selama 240 Jam Pelatihan.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 563 / 4772 tgl. 23 Mei 2017 dengan hasil : Amat Baik.

Yogyakarta, 31 Juli 2017
Kepala,

Drs. BASUKI MURDOWO, M.Si.
NIP : 19631217 199103 1 008


Bagian Belakang:

DAFTAR MATA LATIHAN

No. MATA LATIHAN             JAM PELATIHAN
                                     TEORI | PRAKTEK | JUMLAH
1. Kotoba (Kata)            10      30    40
2. Bunpo (Tata Bahasa)  30      70    100   
3. Choukai (Listening)     20      40    60
4. Moji (Huruf)                19      30    40
JUMLAH TOTAL             70    170    240

KETERANGAN | NILAI
AMAT BAIK       86 - 100
BAIK                 76 - 85
CUKUP             66 - 75
SEDANG           56 - 65
KURANG           ≤ 55

Yogyakarta, 31 Juli 2017
PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN
KASI PELATIHAN KERJA

RISA MASRUROH, S.H., M.M.
NIP : 19631225 199101 2 002

Friday, August 11, 2017

Lomba Voli Antar Implengan Ronda Basen Kotagede HUT Kemerdekaan RI Ke-72


Kenangan Kamis, 10 Agustus 2017 Pkl 22.30 WIB. Diberi amanah & bantu-bantu dalam lomba volley kampung antar grup ronda bapak-bapak. Puji syukur Gusti grup ronda malam minggu boleh mendapatkan JUARA I.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 RT 15 RW 04 Kembang Basen Purbayan Kotagede Yogyakarta.

Thursday, August 10, 2017

Tujuh Dosa Hilmar Farid sebagai Dirjen Kebudayaan

Sumber : Hilmarfarid.org

Kasus penutupan patung dewa Kwan Kong di Tuban akibat tuntutan sekelompok masyarakat telah melahirkan berbagai komentar beragam di kalangan masyarakat. Guncangnya tatanan kebudayaan yang tercermin dari kehebohan kasus ini bukan hanya menyingkap upaya pengaburan atau bahkan pembelokan orientasi kebudayaan masyarakat, namun juga membongkar ketidakbecusan institusi negara yang bertanggungjawab dalam kebijakan kebudayaan di negeri ini. Salah satu institusi kebudayaan yang bertanggungjawab terhadap gonjang-ganjing kebudayaan ini adalah Direktorat Jenderal Kebudayaan yang kini dipimpin oleh Hilmar Farid.

Salah satu kritik keras dari bungkamnya Direktorat Jenderal Kebudayaan yang dipimpin oleh Hilmar Farid dalam kasus penutupan patung Dewa Kwan Kong ini dilakukan oleh Hamzah Sahal dalam statusnya pada tanggal 8 Agustus 2017 pukul 11.50. Kritik oleh Hamzah Sahal ini adalah salah satu puncak dari gunung es persoalan-persoalan kebudayaan yang tidak bisa ditangani oleh direktorat jenderal kebudayaan di bawah kepemimpinan Hilmar Farid.

Sejak mantan salah seorang pendiri Jaringan Kerja (Jaker) Kebudayaan ini diangkat menjadi Kepala Direktorat Jenderal Kebudayaan, berbagai persoalan-persoalan kebudayaan di Indonesia meledak dan tak tertangani dengan jelas. Dari sekian banyak kasus-kasus kebudayaan yang diabaikan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, penulis melihat persoalan kebudayaan yang terjadi di Indonesia bisa dikateogorikan dalam tujuh hal, yaitu:

1. Tidak memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan terhadap keberlangsungan acara-acara kebudayaan di berbagai penjuru tanah air. Misalnya, pelarangan acara diskusi (ekonomi, politik, dan sastra), pemutaran film dan pameran lukisan secara sepihak oleh Ormas-Ormas tertentu dengan dalih yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

2. Melakukan pembiaran dan perusakan terhadap aksi oleh sekelompok masyarakat yang melakukan pelarangan pada ekspresi kebudayaan dan akses masyarakat terhadap obyek-obyek material kebudayaan. Contohnya: perobohan patung akar manusia di titik nol kilometer Yogya, dibongkarnya monumen Jayandaru di alun-alun Sidoarjo yang melambangkan sembilan profesi masyarakat karena dianggap sebagai berhala, dibakarnya patung arjuna memanah di tempat wisata Situwanayasa Purwakarta, diturunkannya patung Buddha Amitabha di Vihara Triratna Tanjung Balai Sumatera Utara, penutupan patung Dewa Kwan Kong (Guan koen), dirobohkannya patung ikan karya I Nyoman Nuarta yang berdiri sejak 1970 di Pangandaran, dan perusakan situs Calon Arang.

3.Tak memberikan sikap dan keberpihakan yang jelas terhadap para pelaku kebudayaan, situs-situs dan ritus-ritus kebudayaan yang terancam hancur akibat ekspansi kapital yang direstui negara. Contoh di depan mata adalah bahaya kehancuran bentang alam pegunungan yang menjadi ruang aktualisasi kebudayaan masyarakat gunung Kendeng yang dinamis. Puluhan hingga ratusan macam situs dan ritus kebudayaan terancam hancur karena ruang geografis dan kebudayaan para pelaku kebudayaannya dihancurkan oleh perusahaan. Bahaya ini mengancam masyarakat Urutsewu, Gunung Slamet, Sunda Wiwitan di sekitar Kuningan dan Cirebon, Banyuwangi, masyarakat Dayak di berbagai ruang kebudayaan di Kalimantan, Masyarakat adat Batak di sekitar Danau Toba. Ribuan titik kebudayaan rakyat ini berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Kebudayaan yang kini di bawah pimpinan Hilmar Farid.

4. Hilangnya ekspresi-ekspresi dan produk-produk kebudayaan di Papua akibat kebijakan pembuatan dua juta lahan pertanian yang akan ditanami padi. Kita tahu selama ratusan tahun bangsa Papua mengandalkan sagu sebagai makanan pokok. Interaksi yang panjang dengan pertanian sagu ini melahirkan berbagai ritus kebudayaan dan produk-produk kebudayaan yang sangat penting bagi bangsa Papua.

5. Dalam pidato kebudayaannya, Hilmar Farid berbicara lantang tentang kebudayaan maritim nusantara yang sangat kuat. Sebagai dirjen kebudayaan, dia berkomitmen untuk mendukung dibangkitkannya kebudayaan laut yang jaya seperti sebelum datangnya kolonialis Barat. Namun dalam prakteknya, ia justru berpaling dari visi kebudayaan maritim yang ia konsepsikan sendiri. Pada kasus-kasus seperti reklamasi Teluk Benoa, Reklamasi Teluk Jakarta, dan reklamasi pantai di Sulawesi Utara ia tak mengambil sikap dan keberpihakan yang jelas. Sikap dan tindakannya kontras dengan perlawanan para korban kebijakan reklamasi yang bertumpu pada kesadaran dan ekspresi budaya masyarakat lokalnya yang khas. Ini belum memperhitungkan dengan ketidakjelasan program kerja kebudayaan yang diampu oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan yang ia pimpin.

6. Dalam kasus tebaru, Direktorat Jenderal Kebudayaan tidak memberikan respon dan sikap yang konkret atas kebijakan Full Day School yang diberlakukan negara, sementara para korban dari kebijakan ini adalah institusi-institusi pendidikan dan kebudayaan yang jam operasionalnya bertabrakan dengan kebijakan Full Day School.

7. Tidak terfasilitasinya para pelaku kebudayaan di masyarakat dengan institusi pendidikan untuk memastikan terciptanya sumberdaya manusia yang berkepribadian di bidang kebudayaan sebagaimana termaktub dalam konsep Trisakti yang diusung oleh presiden Joko Widodo. Menguatnya fenomena pemahaman keagamaan secara ekstrim adalah bukti konkret dari ketidakmampuan Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam mengorkestrasi para aktor kebudayaan supaya bekerja bahu-membahu dengan institusi pendidikan dan masyarakat secara umum.

Ketidakjelasan kerja-kerja kebudayaan yang dikerjakan oleh Direktorat Jendera Kebudayaan di bawah kepemimpinan Hilmar Farid ini menurut hemat penulis menjadi bukti kalau kepemimpinannya justru kontraproduktif terhadap upaya pelestarian dan dinamisasi kebudayaan nasional yang berkepribadian, terbuka, saling menghormati kemajemukan, dan progresif. Tidak ada alasan lain untuk mempertahankan orang dengan rekam jejak kerja seperti ini di masa-masa yang akan datang.

Sumber: http://literasi.co/tujuh-dosa-hilmar-farid-sebagai-dirjen-kebudayaan/

Those who have power lost their heart. Those who have heart don't have power.

Wednesday, August 2, 2017

Permohonan Bantuan Dana Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 RT 15 RW 04 Kembang Basen Purbayan Kotagede Yogyakarta


Masih belum terbiasa dengan penggunaan/penyebutan/panggilan Bapak dalam surat resmi.

Permohonan Bantuan Dana dari Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-72 RT 15 RW 04 Kembang Basen Purbayan Kotagede Yogyakarta.

Tuesday, August 1, 2017

Shell V-Power Space Explorers : Mainan edukatif dan imajinatif buat kamu yang berada di wilayah Jabodetabek dan Bandung


Karena promo pembelian bensin berhadiah diecast yang diadakan Shell beberapa waktu lalu cukup diapresiasi dengan baik para pelanggannya. Shell kembali melanjutkan pormo serupa yang tak kalah menarik.

Mainan keren bertajuk Shell V-Power Space Explorers dihadirkan, dan dapat diperoleh dengan harga khusus setelah melakukan pembelian minimum yang disyaratkan untuk bahan bakar maupun pelumas Shell di Jabodetabek dan Bandung.

Tujuan utama diciptakannya ragam jenis mainan mobil tersebut, karena Shell inginmendorong para pelanggan meluangkan waktu berkualitas dengan anak-anak mereka, sekaligus menginspirasi kreativitas dan imajinasi melalui beragam model mainan yang ditawarkan.

Shell V-Power Space Explorers merupakan kreasi dari kerjasama ekslusif dengan VEX Robotics. Perusahaan perusahaan VEX Robotics sendiri merupakan perusahaan robot internasional dan peritel mainan terkemuka peraih penghargaan mainan anak-anak berkualitas yang mengedepankan Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM).

Program ini sudah berlangsung sejak tanggal 17 Juli 2017. Terdapat enam model koleksi dalam program ini, dan  setiap dua minggu sekali akan diluncurkan satu model baru. Para pemegang kartu Reward BCA juga akan memperoleh beberapa penawaran istimewa dalam program ini.

Shell Indonesia menjadi negara pertama yang menggelar promosi global Shell terbaru bertajuk “Shell V-Power Space Explorers”.

Ekspresikan Kreasimu dengan Shell V-Power Space Explorers

Ciptakan pengalaman hidup yang lebih baik dengan koleksi mainan edukatif Shell V-Power Space Explorers yang tersedia eksklusif di SPBU Shell terdekat!

Mekanisme Promosi

    1. Isi minimal 30L untuk roda 4 dan 25L untuk roda 2 (berlaku akumulasi) dan beli 1 model Shell V-Power Space Explorers
        ~ Shell V-Power : Rp 55.000
        ~ Shell Super/ Diesel : Rp 90.000
    2. Beli Minimal 4L Shell Helix Ultra atau Shell Helix HX8 dan dapatkan 1 model Shell V-Power Space Explorers
    3. Isi Shell V-Power minimal 30L untuk roda 4 dan 25L untuk roda 2 dan tukarkan 850 poin Clubsmart Anda untuk mendapatkan 1 model Shell V-Power Space Explorers
    4. Isi Shell V-Power minimal 30L untuk roda 4 dan beli 1 model Shell V-Power Space Explorers dengan BCA rewards Rp 40.000 setiap hari Jum'at, Sabtu dan Minggu.

Syarat dan Ketentuan
    1. Program ini berlangsung sejak tanggal 17 Juli – 30 September 2017 (“Periode Program”)
    2. Program ini hanya berlangsung di SPBU Shell yang berada di wilayah Jabodetabek dan Bandung.
    3. Koleksi Shell V-Power Space Explorers tersedia di SPBU Shell dengan harga khusus
    4. Setiap pelanggan Shell yang membeli Shell V-Power/Shell Super/Diesel dengan minimum pembelian sebanyak 30 liter berhak membeli Shell V-Power Space Explorers dengan harga khusus selama Periode Program. Pelanggan hanya dapat membeli 1 unit Shell V-Power Space Explorers setiap 1 tranksaksi pembelian.
    5. Ketentuan khusus berlaku sesuai dengan produk bahan bakar yang dibeli selama Periode Program:
        ~ Minimum pembelanjaan Shell V-Power/Diesel/Super:
            ~ 4 wheelers: 30 L atau lebih (tidak berlaku kelipatan)
            ~ 2 wheelers: 25 L atau lebih (berlaku akumulasi bagi pengendara motor roda dua)
            ~ Pembelian oli: 4 L atau lebih untuk Shell Helix Ultra atau Shell Helix HX8 (tidak berlaku kelipatan atau akumulasi pembelian) . Pembelian oli berlaku di semua SPBU Shell di tempat pembelian bensin, di toko, ataupun di tempat ganti oli yang tersedia di SPBU tertentu.
        ~ Harga koleksi Shell V-Power Space Explorers (6 tipe):
            ~ Untuk setiap pembelian minimum 30 liter Shell V-Power maka pelanggan berhak untuk membeli Shell V-Power Space Explorers dengan harga berikut:
                1. Rp 55.000,-/item atau
                2. Dengan penukaran poin Shell ClubSmart 850 poin/item atau
                3. Menukarkan BCA Reward sebesar Rp 40.000,-/item (Khusus 4W di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu)
            ~ Untuk pembelian minimum 30 liter Shell Super/Diesel maka Pelanggan berhak untuk membeli Space Explorers dengan harga : Rp 90.000,-/item.
            ~ Penukaran poin ClubSmart tidak bisa dikombinasikan dengan pembelian tunai atau dengan credit card. Penukaran poin ClubSmart maksimum 1 item per hari dan maksimum sebanyak 10 item per member selama Periode Program.
            ~ Untuk pembelian oli: gratis 1 item dengan jumlah minimum pembelanjaan oli.
        ~ Penukaran poin ClubSmart harus dilakukan di mesin EDC ClubSmart. Jika pada saat transaksi terjadi gangguan pada mesin EDC, maka proses penukaran poin dapat dilakukan dalam 3 hari setelah tanggal transaksi dengan menunjukkan struk pembelian asli di SPBU yang sama.
    6. Struk Pembelian yang dapat ditukarkan dengan pembelian Shell V-Power Space Explorers hanya Struk Pembelian asli (dari dispenser) dari tranksaksi pembelian bahan bakar Shell selama Periode Program. Struk pembelian yang dicetak ulang (re-print/salinan) atau difotokopi tidak berlaku.
    7. Bagi anggota ClubSmart yang telah memiliki 850 poin atau berhasil mencapai 850 poin, memiliki pilihan untuk menggunakan poin tersebut untuk mendapatkan salah satu item dari Shell V-Power Space Explorers, dengan disertai syarat pembelian 30 L Shell V-Power (atau 25 L untuk kendaraan roda dua).
    8. Khusus pengendara motor roda dua, struk pembelian dapat diakumulasi atau digabungkan. Akumulasi pembelian hanya berlaku untuk pembelian jenis bahan bakar yang sama untuk mencapai minimum transaksi 25 L. Struk dapat berasal dari SPBU Shell mana saja di wilayah Jabodetabek dan Bandung.
    9. Pembelian Shell V-Power Space Explorers untuk pengendara mobil harus dilakukan langsung pada hari yang sama dengan pembelian bahan bakar, sedangkan untuk pengendara motor roda 2 harus dilakukan pada hari yang sama dengan pembelian bahan bakar akumulasi terakhir.
    10. Pihak Shell telah menentukan tipe dan tanggal keluar dari Shell V-Power Space Explorers yang akan dijual selama periode program.
    11. Program ini berlaku selama persediaan masih ada.
    12. Program ini berlaku untuk pembelian bahan bakar di SPBU Shell baik dengan pembayaran Tunai, Voucher, dan Kartu Kredit.