tes

tes
[CATATAN HARIAN SAYA] #MenulisAdalahMelawan #MenulisAdalahPembebasan - Yose Rizal Triarto - Yogyakarta, 20 November 2017.

Wednesday, October 11, 2017

Ada Apa Dengan Afi dan Dwi?

Sumber foto: https://goo.gl/QttFYB.  
Mungkin mas Dwi Hartanto memang memiliki prestasi. Prestasi di bidang menciptakan kebohongan. 
#Kilas https://mojok.id/dwi-bohong

Setelah Asa Firda Inayah alias Afi Nihaya Faradisa, sekarang muncul DR.IR.DWI HARTANTO.

Begitu mudahnya media dan opini publik tergiring euforia dan positivisme berlebihan tentang berita keahlian dan prestasi seseorang yang wow luar biasa membanggakan. Padahal di akhirnya baru terungkap semua itu adalah kebohongan.

Sungguh kultur kehidupan manusia sejatinya adalah kultur yang lemah dan salah, yakni kultur yang selalu ingin berpihak bukan pada mereka yang tertindas dan terpinggirkan, tapi pada siapa saja yang mampu menunjukkan diri kuat, digjaya, dan punya seabreg kehebatan - termasuk menipu dan memperdaya manusia lainnya. Kita cenderung untuk skip maunya langsung pada bagian enaknya saja. Tanpa mau memperhatikan bagaimana proses perjuangan (dan penderitaan kehidupan si empunya berita pada awalnya). 

Untuk itu hidup memang seolah tidak adil. Kalau ada yang bilang proses tidak akan menipu hasil, sy pikir itu salah besar. Itu idealisme yang kosong melompong. Nyatanya yang bekerja lebih keras, lebih cerdas, apa mereka semua diganjar hasil yang cerdas dan keras juga? Nyatanya tidak. Itu adalah salah satu contoh dari pseudosains umum yang belum jelas kebenarannya yang tanpa sadar sudah kita terima semua apa adanya. Maka oleh karena itu bagi sy lebih baik berpikir dan berkesimpulan pragmatis, realistis, dan sedikit pesimis. Ketimbang positif thingking berlebihan dan malah ikut dalam kesalahan blunder pemikiran dan tindakan.

Jadi pada akhirnya tak usahlah melu-melu, ikut-ikutan heboh. Toh segala hal tersebut adalah sementara. Tak ada yang abadi. Justru semua itu harusnya membuat kita makin berbenah dan memperbaiki diri.

No comments:

Post a Comment